
Tak butuh waktu lama kode dari salah seorang Ninja pun terlihat, Devan mulai beraksi.
Devan dengan gagahnya berjalan masuk ke dalam kawasan gedung itu melalui jalur utama yang sudah di sterilkan oleh Pasukan Ninjanya, Saat dia hampir mencapai gedung itu dia di kagetkan dengan suara tembakan yang berasal dari gedung di sebelahnya yang tidak terlalu besar, sontak dia bersembunyi karena banyak Preman-preman yang menuju ke sana dan terlihat kalau salah seorang dari mereka sedang menghubungi seseorang.
"Hallo Bos, sepertinya ada penyusup Bos ,"
"Baik Bos,kami akan mencarinya sampai dapat," ucap Preman itu memutus sambungan telponnya.
Saat Devan hendak beraksi, tembakan kembali terdengar lagi dan semua preman-preman yang ada disana terkapar merenggang nyawa.
Devan binggung, dia tidak melihat siapa-siapa di sana.
"Siapa yang menembaki mereka ya ," guman Devan
Dia memberanikan Diri untuk masuk ke dalam gedung kecil itu yang lebih mirip penginapan karena di sana banyak sekali kasur-kasur tergeletak begitu saja, banyak preman-preman yang terkapar bersimbah darah di sana, tak lama kemudian pasukan Ninja itu pun datang.
"Bos tidak apa-apa ?" tanya salah seorang dari mereka.
"Apa ini perbuatan kalian ?" bukannya menjawab Devan malah balik nanya
"Bos ini gimana sih, kan kita pasukan Ninja, kita tidak menggunakan senjata Api, kan hanya Bos yang punya senjata seperti itu, kami kira bos yang melakukannya,"
Dor...
Sebuah tembakan mendarat kembali di tubuh seorang preman yang hendak menikam kaki Devan, ternyata preman itu masih hidup dan berusaha menikam Devan secara diam-diam
Devan mendongak ke atas, dia melihat Seorang gadis dengan santainya duduk di atas kayu yang bertengger di atas sana
"Sayang...kamu ngapain di sana ," ujar Devan ketika melihat istrinya duduk manis di atas kayu yang kecil itu sambil memegang senjatanya.
Semua mendongak ke atas dan kaget, kenapa istri Bos nya itu bisa naik ke sana, padahal tidak ada akses buat naik ke sana, kalau mereka di suruh naik pasti mereka tidak bisa melakukannya
"Sayang...ayo turun ," ujar Devan
"Gak bisa sayang ," ucapnya manja
"Loh kok gak bisa sih, tadi naiknya gimana ?" tanya Devan
"Gak tau..tiba-tiba saja sudah nangkring di sini," jawabnya
"Kamu ini ada-ada saja sih sayang, bisa naik kok gak bisa turun sih,"
"Kan aku sudah bilang tadi, aku gak sadar kalau aku sudah berada di sini,"Ngambeknya
__ADS_1
"Iya...iya..aku percaya, kamu lompat gih biar aku tangkap," Suruh Devan
"Aku lompat nih ya ," ujar Inge
"Iya sayang, ayo cepat lompat,"
"Aku berat loh sayang,"
"Iya aku tau ,"
"Kamu kuat gak,"
"Kuat kok sayang,"
"Beneran ?
"Sayang jadi lompat gak sih," ucap Devan kesal karena dari tadi Inge hanya ngomong terus tapi tidak melompat juga.
"Gak jadi deh, "
"Loh kenapa gak Jadi ?
"Kamu ada bawa pesanan aku gak ?
"Iya aku tau, tapi aku sangat lapar sayang, setelah membunuh mereka semua rasa lapar ini semakin meningkat," ucap Inge
Devan mengalah, dia kemudian keluar dari gedung itu menuju ke arah Box makanan yang tertinggal Di luar tadi lalu mengambilnya dan membawanya ke hadapan Inge, tapi sampai di dana dia tidak melihat Inge lagi di atas kayu itu.
"Sayang kamu kemana ?" panggilnya
"Aku di sini sayang," sahut Inge yang sekarang berada di belakang Devan.
"Loh kok kamu bisa turun sih, tadi katanya gak bisa ," ujar Devan
"Gak tau nih sayang, mungkin rasa lapar ini yang membuat aku bisa turun,"Ujarnya langsung menyerbu makanan yang ada di tangan Devan, Inge makan dengan lahapnya dan tak butuh waktu lama dia dapat menghabiskan semuanya.
Para Ninja menelan Salivanya. Mereka melongo melihat Istri Bosnya itu, bukan apa-apa Inge makan sudah seperti orang kesurupan saja.
"Apa kalian lihat-lihat, gak pernah lihat cewek cantik lagi makan ya ," ujar Inge, mereka memalingkan wajahnya ketika pendangan Devan mengarah ke arah mereka.
"Sayang..jangan perdulikan mereka, kamu cepetan habisin makanannya karena kita harus pergi dari sini, sebentar lagi Albert akan datang," ujar Devan
"Kenapa emangnya kalau dia datang, Sepertinya kita harus bermain-main dulu sama dia," ucap Inge dengan serigainya.
__ADS_1
Devan bergidik melihat senyum mematikan istrinya itu.
Albert sudah tiba, Dia tidak melihat kekacauan apa pun terjadi di sana, semuanya masih seperti kemarin saat dia meninggalkan tempat itu.
"Wah..wah..kamu semakin cantik saja sayang...pantesan saja Devan tergila-gila sama kamu," ujar Albert menoel dagu Inge
"Lepasin gue Bajingan, lo akan mati kalau kak Devan datang ke sini," bentak Inge
"Wiiihh semakin kamu galak semakin sexy aja kamu sayang ," ujar Albert
"Cuih..." Inge meludah ke arah wajah Albert, Albert malah tertawa dengan perlakuan Inge tersebut.
"Sepertinya kamu sudah tidak sabar sayang, kamu pengen cepat-cepat kita bersatu ya ,"
"Kalian semua keluar dari sini, aku ingin menikmati tubuhnya yang molek ini," Semua yang ada di sana langsung keluar dan menutup pintunya, kini tinggallah Albert dan Inge saja di sana.
Albert mulai membuka baju dan celananya, dan pada saat dia hendak mendekati Inge sebuah pistol mengarah ke Pistol milik Albert sehingga Albert seketika berhenti.
"Kenapa Al..kok kamu berhenti sih, ayo maju lagi ," ucap Inge mulai menggoda, namun Albert masih tetap mematung
"Kenapa kamu takut, kan pistol kamu mau nembak, atau kamu mau aku yang tembak," ujar Inge mau menarik pelatuknya
" Ampun...Ampunin gue..jangan tembak, gue mohon," ucap Albert memohon
"Kok gak boleh sih , katanya kamu ingin menikmati tubuh molekku ini, ayo lakukan, "
"Gak..gue gak mau..maafin gue, gue mohon tolong lepasin gue,"
"Oke..gue akan lepasin lo, tapi lo berbaring di sana dulu," suruh Inge, Albert menuruti apa yang di inginkan oleh Inge.
Inge menepuk tangannya dua kali, terlihat seorang dokter masuk ke sana bersama dua orang lainnya.
"Ikat tangan dan kakinya ," suruh Inge
"Sekarang lo nikmati saja, jangan melawan ya ," ucap Inge lembut, Albert makin bergidik melihatnya.
"Lakukan sekarang ," ucap Inge kepada Dokter tersebut, Dokter terlihat mengeluarkan sebuah suntikan dan menyuntik Albert sampai alber kehilangan kesadarannya.
Inge kemudian keluar dari sana menuju ke tempat Devan yang sudah menunggunya di mobil. Dia kemudian naik ke mobil itu dan mereka pun pergi dari sana.
"Sayang..sebenarnya apa sih yang kamu lakuin pada Albert ?" tanya Devan
"Gak kok sayang, aku cuma menyuruh Dokter melakukan operasi kecil saja padanya,"
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...