
Xindy melangkahkan kakinya menuju ke arah Lift yang ada di sana tapi dia binggung bagaimana caranya agar bisa menggunakan Lift tersebut.
" Ini gimana cara bukanya ya, kalau nanya sama pak Satpam nanti di kirain gue Norak lagi, mana tangganya gak ada lagi..gimana ini ?" guman Xindy sambil melihat-lihat sekelilingnya.
"Ah gue lihat Di Mbah Google aja deh," ucapnya lalu mengambil Ponselnya dan mulai membuka Aplikasi itu.
"Aha..gini to caranya ," ucapnya lagi kemudian mulai mempraktekkannya.
Ting...
Pintu Lift terbuka, Xindy masuk ke sana lalu kemudian menekan tombol angka 23 di pintu itu dan pintu Lift pun tertutup dan Lift mulai bergerak.
Ting...
Pintu Lift kembali terbuka, Xindy keluar dari sana dan melihat ke sekitarnya sudah berubah dari tempat pertama dia naik Lift tadi.
"He..he..akhirnya gue bisa juga, ini ruangan tempat alat kebersihannya di mana ya ?" ucapnya lalu mulai menyusuri Lantai itu.
"Waah..mewah banget sih tempatnya, sepertinya gue akan betah ni berada di sini malah dingin lagi..," ucap Xindy sambil duduk Di lantai.
"Ini sih gak usah di bersihin juga udah bersih, lebih baik gur tidur aja kali di sini, Hoaam...ngantuk banget nih gue," ucap Xindy lalu mulai merebahkan tubuhnya tak jauh dari Lift itu dan agak bersembunyi di belakang sebuah tiang besar di sana.
Tak butuh waktu lama Xindy pun terlelap di sana karena memang udaranya dingin yang berasal dari AC yang ada di sana.
Ting..
Gubraak...
Seorang pemuda berpakaian Kantoran tenjengkang jatuh di lantai.
"Aaaagghhh..
"Siapa sih yang naruh gembel di sini hah..!!!
Xindy yang kaget segera bangun dengan wajah bantalnya.
"Ada apa sih ribut-ribut, ganggu gue tidur aja lo ," ucap Xindy yang belum menyadari kalau yang terjatuh tadi adalah Rico alias Zain.
Rico bangkit dan menyapu-nyapu Jas nya yang tidak kotor itu.
Xindy baru sadar ketika melihat Rico alias Zain yang sangat Tampan dengan balutan baju kantornya sehingga membuatnya meneteskan Air liurnya.
"iih jorok banget sih, Lo siapa Hah..?" bentak Zain
Xindy tersentak mendengar pertanyaan Zain itu, dia langsung bangkit dan mengulurkan tangannya ke arah Zain
__ADS_1
"Eh ada mas Ganteng, kenalin Mas namaku Indah seperti wajah ku yang Indah." ucap Xindy Narsis.
Zain hanya melihat Xindy dari ujung rambut sampai ke ujung kaki.
"Gue gak nanya nama lo, yang gue tanya lo itu siapa ?" ucap Zain
"Kan aku sudah bilang kalau nama aku tu Indah mas Ganteng.. iih ganteng-gantng budek rupanya ," ujar Xindy yang membuat Zain naik pitam lalu mengambil ponselnya dan menghubungi Security.
"Pak cepat ke Lantai 23 ada gembel nyasar di sini," ujar Zain
"Enak aja kamu bilang aku Gembel , gini-gini aku kerja di sini tau gak, kamu tu yang harusnya pergi dari sini ," ucap Xindy Nyolot
"Emangnya lo kerja apa hah, berani sekali lo bicara seperti itu sama Gue ," ucap Zain meninggi
"Aku tu kerja di sini sebagai Cleaning Servis, jadi wajar dong kalau aku berada di sini, kamu itu siapa sih, bisa-bisanya masuk ke sini tanpa permisi," ucap Xindy malah makin lantang di depan Zain.
"Lo mau tau siapa Gue ? lo lihat ruangan itu, Itu ruangan gue tau gak," ujar Zain kesal
Xindy melihat ke arah yang di tunjuk oleh Zain, dalam hatinya dia tertawa sudah bisa membuat Zain marah-marah, tapi dia semakin terpana akan ketampanan Zain yang bertambah berkali-kali lipat saat lagi marah.
"Ooo CEO...Apa...!" Xindy pura-pura kaget.
"Lo udah tau kan siapa gue, Mulai sekarang Lo gue Pecat ..!!
"hua...hua...Jangan pecat saya pak, saya minta maaf, saya gak tau kalau bapak CEO di sini, saya tulang punggung keluarga pak, saya punya lima ekor kucing yang sedang hamil, kasian mereka kalau saya tidak bekerja anak-anak mereka nanti pasti terlantar pak hu..hu..," ucap Xindy sambil berakting nangis
Lucu sekali gadis ini, bisa-bisanya dia ngomong seperti itu ,, batin Zain
"Emangnya gue pikirin apa, mau kucing lo terlantar kek, mau enggak kek bukan urusan gue," ucap Zain
"Hua..hua...Bapak memang tidak berperikucingan, sungguh terla..lu..Hua..hua...," Xindy semakin keras tangisnya .
Bruuk...
Xindy berpura-pura pingsan, Zain menjadi panik di buatnya.
"Heh gembel..bangun Lo..!" Bentak Zain
"Bangun gak..."Ancam Zain
Zain mengoyang-goyangkan tubuh Xindy namun Xindy tetap tidak bangun juga.
"Jangan-jangan ni anak beneran pingsan lagi," ucap Zain mulai Khawatir
Zain mengendong Xindy lalu membawanya ke dalam Ruangannya dan membaringkannya di Sofa.
__ADS_1
"Gimana ini, kalau sampai ni anak gak bangun-bangun terus is dead gue bisa di tuduh membunuhnya, apa gue kasih nafas buatan aja ya," ucap Zain yang di dengar juga oleh Xindy, Xindy tertawa dalam hati memang itu yang di tunggu-tunggu olehnya merasakan kembali bibir seksi Zain itu.
"Tapi gak ada salahnya gue coba, siapa tau dia bangun setelah gue kasih nafas buatan ," ucapanya lalu mulai mencondongkan wajahnya ke wajah Xindy sambil memonyongkan mulutnya ke bibir Xindy.
Cekreek...
Xindy membidik gambar mereka dengan ponselnya dengan posisi tersebut sehingga membuat Zain kaget.
Sontak Zain bangun dan menjauh dari Xindy.
"Apa yang lo lakuin hah..!" bentak Zain.
"Sabar mas Ganteng..jangan marah-marah gitu nanti darah tingginya kumat loh," ucap Xindy santai sambil melihat Foto hasil jepretannya.
"Lihat ini bagus kan ?" ujar Xindy sambil memperlihatkan Foto itu pada Zain, Zain memelototkan matanya saat melihat foto itu.
"Gimana bagus kan bidikan aku ?
" Hapus Gak..!! ujar Zain dengan nada mengancam.
"Emm gimana ya reaksi semua karyawan kalau tau CEO perusahaan Ini melecehkan seorang gadis polos seperti aku ini," ujar Xindy santai
"Lo mau meras gue hah..!" Zain makin marah di buatnya, tapi bukannya takut Xindy malah tertawa senang.
"Iya.." jawab Xindy
"Siniin gak Ponsel lo ,"Zain mencoba merebut ponsel Xindy namun dengan sigap Xindy memasukkan Ponselnya itu di balik bajunya tepatnya di antara gunung kembarnya.
"Mau ponselnya ?, Nih Ambil sendiri ," ujar Xindy sambil menyodorkan dadanya.
"Ha..ha..ha..Cemen banget sih, gitu aja takut ngambilnya." ledek Xindy
"Mau lo sebenarnya apa sih Gembel, gue capek ngeladenin lo," ucap Zain melemah.
"Nah gitu dong ngomongnya, jangan pakek Urat mulu, emangnya bakso kali pakek Urat ?
"Jangan bertele-tele, mau lo apa, Uang..gue akan kasih uang buat lo asalkan lo menghapus Foto itu," ujar Zain
"Mau Aku tuh Kamu...
"Apa..!!!
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bantu dukung Novel terbaru aku ya
__ADS_1
Judulnya : Dendam sang Pewaris
Makasih..🙏🙏