Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
DICKO 78


__ADS_3

Santai aja lagi, lagian lo mikirin apa sih sampai-sampai gak lihat lampu merah, pasti mikirin pacarnya ya ?" ujar pemuda itu


"Enggak kok, gue gak punya pacar lagi," ujar Liora, sebuah senyum terbit di bibir pemuda itu.


Dari arah luar ruang rawat itu terdengar ribut-ribut sekelompok pemuda yang buru-buru menuju ke sana.


Gubraak...


Suara pintu di buka kasar, terlihatlah wajah-wajah tampan mereka dengan raut khawatirnya.


"Radit Lo gak apa -apa kan, ada yang luka kagak ," ucap Selamet sambil membolak balik kepala Radit dan tak sengaja dia memegang tangan Radit yang di perban.


Awwww...


Pekik Radit ketika tangan Selamet menekan Lukanya.


"Lo itu punya mata gak sih, perben segede ini masih saja gak kelihatan," ucap Radit masih meringis kesakitan


"Gila..luka lo parah banget Bro, siapa sih yang sudah nabrak lo sampai begini, kalau gue tahu orangnya gue pites tu orang," ucap Tedy


Radit mengode ke arah Tedy ketika melihat raut wajah Liora berubah akan tetapi Tedy tidak faham dengan kode yang di lakukan Radit.


"Kesel banget gue sama orang yang bawa mobilnya ugal-ugalan karena gue pernah berada di posisi lo, sakit nya tuh di sini tau gak ," ucap Tedy lagi, Radit kesal dengan Tedy yang masih saja mengoceh.Dia akhirnya mencubit lengan Tedy.


"Awwww..., kenapa sih lo, kenapa lo nyubit gue, Sakit tau ," Radit kembali mengode ke arah Tedy


"Kenapa mata lo jereng begitu apa karena kecelakaan itu mata lo jadi bermasalah ," ucap Tedi yang masih belum mengerti, Radit semakin kesal pada Tedy


"Heem..." Liora berdehem, semua menoleh ke arahnya.


"Wiiih..siapa nih Dit, pacar lo ya...Kenapa lo gak bilang kalau punya pacar secantik ini ," ujar Andi


"Curang Lo Dit, Lo diam-diam sudah pacaran aja, gue salut sama lo Dit," ujar Emon yang masih mengunyah buah yang ada di atas nakas di ruangan itu.


"Maaf saya bukan pacarnya mas Ini tapi...," ucapan Liora terputus karena keburu di sambung oleh Tedi.


"Atau jangan-jangan lo calon istri Radit ya ," ucap Tedi


"Uhuuk...uhukkk...


Radit tersedak mendengar ucapan Tedi, sedangkan wajah Liora merona.


"Bukan tapi saya adalah orang yang menabrak Mas Ini ," ujar Liora sambil menunduk.


"Apa...!!!


Kaget mereka semua, Tedi merasa tidak enak pada Liora karena tadi sudah ngomel-ngomel panjang lebar mengumpatnya.

__ADS_1


"He..he..kalau yang nabraknya cantik begini gue juga mau di tabrak dong ," ucap Andi


"Huuu..dasar lo buaya darat ," ujar Mereka sambil menoel kepala Andi


"Maaf ya , ini tuh pasti salahnya radit sendiri , dia sering gak hati-hati sih bawa motornya, aku yakin kalau kamu gak mungkin yang nabrak dia ," ucap Tedy


"Heh Ted, tadi lo ngomel-ngomel...mana kegarangan lo ? Tadi Lo bilang kalau ketemu sama penabrak Radit bakalan Lo pites, giliran orangnya sudah di depan mata lo lo bagai kerbau di cocok hidungnya ," ujar Emon


"Lo tu yang kerbau, dari tadi asik ngunyah aja kerjaannya ," ujar Tedi


"Minta maaf lo sama dia ," ujar Selamet


"Gak apa-apa kok, memang semua salah gue, gue gak lihat Lampu merah menyala," ujar Liora


"Tuh kan gue bilang juga apa pasti adek cantik ini tidak sengaja," ujar Tedi


"Yeay...Kayak Bunglon Lo Ted, cepat banget berubahnya." ujar Andi


"Mending kayak bunglon, dari pada lo Buaya ,"


Liora tertawa melihat tingkah mereka semua yang absurd itu.


"Sudah-sudah..malu tau gak di lihatin sama dia," ujar Radit


"Ngomong-ngomong Adik cantik ini siapa namanya, biar babang Andi mengukirnya di hati babang ," ujar Andi


"Kita juga senang kenal sama Adek Cantik, Kenalkan Babang yang ganteng ini Babang Andi, yang itu namanya Selamet dan yang lagi ngunyah itu namanya Emon, satu lagi yang ngomel-ngomel kayak emak-emak tadi namanya Teddy ,"


"Enak aja lo samain gue sama emak-emak, gue itu bukan emak-emak tau gak," ujar Tedi


"Terus apa ?


"Gue burung beo..puas lo ," ujar Tedi kesal


"Ha..ha..ha..lebih parah dong Bro," ucap Andi, mereka semua tertawa. Liora sangat senang bisa bertemu dengan mereka, ada satu rasa yang belum pernah dia rasakan selama ini yaitu kehangatan sebuah keluarga yang tidak dia dapatkan ketika berada di rumahnya.


"Radit..lo sudah hubungi Bos cantik belom ," tanya Selamet


"Kagak usah lah, gue gak mau Bos cantik khawatir sama gue, lagian gue hanya luka kecil doang ," ujar Radit


"Waah parah lo Dit, lo mau di pites sama Bos cantik kalau dia taunya dari orang lain , lo kayak gak kenal sama Bos cantik saja lo ," ujar Tedi


"Iya tuh Dit, lo bakalan jadi bahan amukannya kalau lo gak kasih tau dia ,"


"Terus gimana dong, gue jadi ngeri," ujar Radit


"Bos cantik ?, siapa dia ?" tanya Liora penasaran

__ADS_1


"Ooo Dia itu malaikat cantik yang di kirim tuhan buat kita semua, dia yang membuat kita semua sadar dari kesalahan yang selama ini kita lakukan," jelas selamet


"Iya Liora, awalnya kita semua anak jalanan yang hidup dari hasil mencopet tapi setelah kedatangannya membuat kita semua berubah bahkan kita di carikan pekerjaan yang halal olehnya ," jelas Andi


"Baik sekali dia, kenapa kalian panggil Bos cantik, apa dia seorang wanita ?" tanya Liora


"Tepat sekali, dia wanita yang cantik dan baik hati, kita semua sangat menyayanginya ," ujar Emon


"Waah gue jadi penasaran sama dia, gue boleh menunggu dia datang gak sih ?" tanya Liora


"Boleh banget Liora, sebentar ya gue hubungi dia dulu, palingan gak sampai lima menit dia sudah datang ," ucap Selamet lalu mengambil ponselnya dan menghubungi Xindy.


Drrrt...drrrt...


Xindy yang masih di Mobil segera mengambil Ponselnya dan melihat kalau Selamet menghubunginya dan dia langsung mengangkatnya.


"Iya Met, ada apa ?"


"Gini Bos cantik, Radit barusan kecelakaan ,"


"Apa...!!!


"Dia di mana sekarang, apa sudah di bawa ke rumah sakit, dan keadaannya gimana ?


"Bos cantik ke sini aja dulu, nanti Bos cantik bisa lihat sendiri keadaannya." ujar Selamet


"Di mana alamatnya ?


"Di Rumah sakit XX Kamar 89 B," ujar selamet


Xindy memutuskan sambungan telponnya.


"Sayang kita ke rumah sakit XX sekarang ," ujar Xindy


"Emang ada apa sih sayang, kamu kok panik begitu "


"Radit kecelakaan, dia berada di sana sekarang ,"


"Apa gak sebaiknya kita makan siang dulu sayang, kamu kan belum makan ,"


"Gak keburu tau gak, aku khawatir banget sama Radit, aku belum tau keadaannya parah atau enggak," ucap Xindy cemas


"Segitunya kamu mengkhawatirkan dia," ucap Zain pelan, Xindy menoleh ke arah Zain, dia tahu kalau Zain cemburu pada Radit.


"Sayang kamu cemburu ?


"Menurut kamu ?

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2