Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
DICKO 30


__ADS_3

Hari berganti hari, bulan berganti bulan dan tahun pun telah berganti, Xindy masih tetap menanti hal yang tak pasti, hari-harinya dia lalui dengan kenangan manis bersama Rico yang tak tau di mana dia berada sekarang.


Walaupun Rico sudah meningalkannya tanpa kabar berita, Sifat Zindy selama setahun belakangan ini kembali seperti sebelum Rico datang di dalam kehidupannya, hidupnya terasa Hampa di tambah lagi dengan meninggal ayahnya beberapa bulan yang lalu semakin menambah kesedihan nya.


Perubahan Drastis Xindy membuat orang-orang sekitarnya terkena dampaknya, hanya tinggal Jurangan Kambing yang selalu menjadi penyemangatnya menjalani hari-harinya di sana.


Bintang sudah beberapa kali menembak Xindy untuk menjadi pacarnya akan tetapi selalu di tolak secara halus oleh Xindy, hatinya seolah mati rasa terhadap lelaki lain, seakan Hatinya ikut pergi bersama hilangnya Rico yang sangat dia cintai.


Perlahan tapi pasti cintanya berubah menjadi rasa benci, walaupun dia menampikkan itu namun penderitaan yang dia alami selama setahun belakangan ini melahirkan benih-benih kebencian itu di dalam hatinya sehingga semua yang mendekatinya terkena Dampaknya.


"Xindy...lo jangan pergi Xin..kita gak mau kehilangan Lo," tangis Juki pecah karena Xindy akan meninggalkan kota itu, dia akan pergi mengadu nasib keq Jakarta kerena mereka memang sudah lulus sekolah beberapa hari yang lalu.


"Lo kenapa nangis Juk, Jakarta dan Surabaya kan dekat, kalian bisa ngunjungin gue kapanpun kalian mau, gue gak bisa bertahan lebih lama lagi di sini, rumah yang gue tempatin bukan rumah gue dan Bokap Gue pun sudah meninggal, maaf teman-teman gue harus pergi untuk merubah nasib gue ," ujar Xindy panjang lebar.


"Xindy..kan masih ada kita bersama Lo, kita gak akan oernah ninggalin Lo Xin." ucap Rangga yang tak sanggup menahan air matanya.


"Rangga lo kok berubah jadi cenggeng sih, mana Rangga yang gue kenal Dewasa dan Tegar," ucap Xindy juga meneteskan air matanya, Xindy melihat Ke arah Bintang dan menghampirinya.


"Bintang..maafin gue ya yang selalu menolak Cinta Lo, gue gak mau lo sakit hati karena gue tidak pernah bisa mencintai lagi setelah Rico pergi dari gue," ujar Xindy


"Gue harap lo mendapatkan pengganti yang lebih baik dari gue," ucap Xindy


"Dan buat Lo Gatot dan Juki, kalian harus akur jangan berantem terus , gue pamit dulu..semuanya semoga kalian bahagia tanpa gue." ucap Xindy lalu menaiki Bus Tujuan Jakarta


"Xindy...Jangan tinggalkan Kita...Xindy...!!!


Bus sudah melaju, Xindy tidak mau menoleh lagi kebelakang, dia sudah bertekad untuk mengadu nasib di Jakarta, dia tidak boleh membatalkannya hanya karena tidak tega meninggalkan sahabat-sahabatnya yang sudah seperti keluarganya sendiri.


Bus melaju membelah jalanan, dengan berurai air mata Xindy akhirnya tertidur.


"Neng..neng..bangun ,"


"Uugghhh..ada apa sih pak, ganggu aja,"


"Yah si neng..kita sudah sampai nih Neng,"

__ADS_1


"Sampai ke mana sih pak...aku lagi enak tidur nih,"


"Si Neng ini ya..cantik-cantik kok kayak kebo tidurnya sih neng, kita sudah sampai di Jakarta Neng..ayo cepat bangun kalau tidak si Neng abang bawa pulang lagi ke Surabaya nih," ujar Pak supir Bus itu.


Xindy mulai membuka matanya, dia melihat ke sekelilingnya. Benar saja dia melihat kalau banyak gedung-gedung pencakar langit di sana.


"Udah sampai ya ?"


"Aduh Neng..kita sudah sampai dari sejam yang lalu, ini mau berangkat kembali ke Surabaya, kalau si Neng gak turun bakalan abang bawa balik Nih," ujar Supir Bus Itu


"Iya pak , galak amat sih, ntar cepat tua loh." ujar Xindy lalu turun dari Bus itu.


Xindy merenggangkan otot-ototnya, tiba-tiba ada yang menjambret tas nya.


"Jambret...Tolong..Jambret..." teriaknya sambil mengejar Jambret itu namun dia kehilangan Jejaknya karena hari sudah malam.


"Gimana ini, semua uang gue ada di dalam Tas itu, gimana caranya gue bisa hidup di Jakarta ini tanpa uang sepeserpun, Hand Phone gue juga ada Di sana, Aaaggghh...Sial..." ucap Xindy


Xindy mulai berjalan menyusuri Jalan sampai akhirnya dia sampai di bawah Jembatan yang di penuhi Anak-anak jalanan yang sedang Nongkrong di sana.


"Cewek..sini dong temanin kita," ujar yang lainnya, Karena Xindy tidak mengubrisnya salah satu dari mereka bangun dan mencoba menye tuh bahu Xindy, Xindy memelintir tangan pemuda itu lalu menendangnya sehingga pemuda itu jatuh tersungkur di tanah.


Teman-teman pemuda itu segera bangun dan mengelilingi Xindy.


"Mau sok jago lo Neng manis, lo gak tau siapa kita hah ?"


"Emang penting," ucap Xindy


"Cari mati lo," salah satu dari mereka mulai menyerang namun Xindy langsung menghindar dan memukul Pemuda itu di lehernya. pemuda itu berteriak sambil memegang lehernya lalu jatuh ke tanah.


"Ada yang mau lagi ?" tanya Xindy


Perlahan mereka bersujud di hadapan Xindy, karena yang tadi di kalahkan oleh Xindy adalah ketua Geng mereka.


"Ampun...ampuni kita neng, Mulai sekarang Neng adalah ketua kita," ujar Mereka

__ADS_1


"Ketua ?" ucap Xindy binggung


"Iya karena Neng sudah mengalahkan ketua kita yang lama maka secara Otomatis Neng jadi ketua kita.


Ooo jadi dia adalah ketua mereka, ada baiknya juga sih gue jadi ketua mereka, kan Uang gue semuanya di bawa kabur oleh Jambret nih, jadi gue bisa dapat makan dari mereka,, batin Xindy


"Oke gue mau menjadi ketua kalian tapi gue punya satu permintaan,"


"Apapun itu kita akan mengabulkannya asalkan jangan minta rumah karena kita saja tinggal di bawah jembatan," ucap salah satu dari mereka


"Kalau gue minta mobil boleh?" tanya Xindy


"Apalagi itu Neng, buat makan saja kita harus kerja dulu ,"


"Nah itu dia..gue lapar..bisa kalian beli makanan buat gue ?" tanya Xindy


"Kalau hanya makanan sih kita sanggup, kalian masih ada uang gak ,"


"Gue masih punya lima ribu," jawab pemuda yang berambut gondrong


"Sama gue ada Dua Ribu," ujar Yang berambut pirang


"Sama gue ada sepuluh Ribu nih" ujar yang Botak


"Ini sudah cukup buat beli makanan buat neng ini, tunggu sebentar ya Neng saya beliin dulu makanannya." ucap yang badannya tinggi itu lalu pergi membeli makanan di sebuah warung yang masih buka.


"Ayo neng duduk dulu di sini," ajak yang berambut botak.


Xindy mengikuti mereka dan duduk di bawah Jembatan itu dengan beralaskan Kardus bekas minuman botolan.


"Kalian tidur di sini ?" tanya Xindy


"Iya Neng, kita-kita gak punya Rumah, tapi kita tetap happy kok ," ujar mereka.


"Apa kerjaan kalian, nyopet..Jambret atau malak ?" tanya Xindy

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2