Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
DICKO 33


__ADS_3

"Gue..


"Dia Non Muslim Bos Cantik, kita-kita saja yang sholat." ujar Emon


"Oh ya sudah, kalau begitu kamu yang beliin kita sarapan ya, ini uang buat belinya ," ujar Xindy lalu pergi ke Musholla untuk Sholat Shubuh di ikuti oleh empat anak buahnya itu.


Setelah selesai Shalat shubuh empat anak buahnya itu kembali ke Bawah Jembatan untuk melanjutkan tidurnya sedangkan Xindy malah berjalan menyusuri pinggir Jalan Raya itu dan Xindy sampai di sebuah pasar yang cukup ramai.


Xindy berpikiran untuk mencari pekerjaan di sana dan setelah memperhatikan kegiatan di sana dia melihat banyak kuli panggul yang membantu orang-orang yang berbelanja di sana dan setelah itu di beri upah oleh mereka.


"Bu..boleh saya bantu bawa belanjaannya Bu ," ujar Xindy saat melihat seorang ibu-ibu yang kesusahan membawa belanjaannya.


"Apa kamu kuat nak, kamu kan perempuan," ujar Ibu itu


"Saya kuat kok Bu , sini saya bawain barang-barangnya ," ujar Xindy lalu mengambil belanjaan ibu itu lalu memanggulnya.


"Waah kamu kuat sekali loh nak, saya aja tadi kerepotan membawanya," ujar Ibu itu setelah sampai ke mobilnya.


"Ini biasa bu, saya sudah biasa mengerjakan yang lebih berat dari ini di Kampung saya," ucap Xindy sambil tersenyum


"Karena kamu sangat sopan dan cantik saya beri kamu uang lebih ya," ujar Ibu itu sambil memberikan uang dua puluh ribu buat Xindy.


"Waah makasih banyak ya Bu, ini kebanyakan loh ," ujar Xindy


"Gak apa-apa nak, ini ambil saja buat beli makanan nanti buat sarapan kamu," ujar Ibu itu


"Sekali lagi makasih banyak loh bu ," ujar Xindy sambil tersenyum, ternyata tidak sulit mendapatkan uang yang halal.


Sudah beberapa orang ibu-ibu yang dia tolong membawakan belanjaannya, semuanya puas akan kinerja Xindy dan memberi upah yang lumayan banyak buatnya sehingga membuat para kuli panggul lainnya merasa iri padanya.


"Heh gadis kecil, lebih baik kamu gak usah manggul di sini, ini tu daerah punya kita jangan asal serobot saja lahan orang," ujar Seorang bapak-bapak.


"Maaf ya pak, saya gak tau kalau daerah sini milik bapak, jadi saya kalau mau manggul harus beli dulu lahannya ya ," ujar Xindy Polos.


"Pokoknya kamu harus segera pergi dari sini kalau gak mau celaka ," ujar Bapak itu.


Xindy pun pergi dari sana, bukannya dia merasa takut akan ancaman bapak-bapak itu tapi dia selalu menghormati orang yang lebih tua darinya makanya dia mengalah.

__ADS_1


Saat dia sedang melewati Jalan menuju ke arah bawah jembatan tiba-tiba..


Bruuukkk...


Aduuuhhh....


Hey...punya mata gak lo ?" ujar Xindy kesal karena pantatnya sakit terkena aspal.


"Maaf saya tidak sengaja ," ucap Seorang pemuda yang kebetulan tak sengaja menabraknya karena buru-buru.


Mmm dari penampilannya sepertinya dia orang kaya nih, gue bisa mamfaatin dia barangkali dia punya pekerjaan yang bagus buat teman-teman gue,, batin Xindy


"Kalau mau caper bilang saja, jangan cari- cari alasan deh lo ," ucapnya masih nyolot


"Heh mbak saya sudah minta maaf ya, kenapa Mbak masih Nyolot sih.


"Maaf..maaf..emangnya dengan kata maaf bisa membuat badan gue yang sakit kembali sehat apa, pokoknya gue gak mau tau lo harus ganti rugi ," ujar Xindy


"Enak aja mbak ini minta saya ganti rugi, emangnya mbak ada terluka enggak kan ?" ucap pemuda itu


"Apa lo bilang, gue gak terluka, sakit tau gak badan gue," ujar Xindy


"Mau ngapain Lo hah..mau mesum lo ya ? ujar Xindy


"Ha..ha..mbak ini kok lucu banget sih, tadi Mbak mau saya ganti rugi , tapi ketika saya ajak mbak ke rumah sakit malah gak mau ," ujar Pemuda itu.


"Bukan itu yang gue mau tapi...


"Oh saya mengerti sekarang, mbak tadi pura-pura nabrak saya agar mbak bisa meras saya gitu kan maksud mbak ?" ujar Pemuda itu


"Bukan gitu maksud gue, tapi terserah sih lo mau mikir apa yang penting lo harus ganti rugi kalau enggak lo tau sendiri akibatnya," ucap Xindy sambil memyerigai, pemuda itu mengeryitkan keningnnya.


"Kalau saya gak mau ganti rugi kamu mau apa ?" tantang Pemuda itu.


"Nantangin gue lo ya , lihat saja ya Lo, jangan nyesel lo kalau gue bertindak nekad," ujar Xindy


"Coba gue mau lihat apa yang lo bisa lakuin sama gue," pemuda itu makin menantang Xindy.

__ADS_1


"Tolong...tolong..dia melecehkan saya..Tolong...uumppp...," pemuda itu langsung membekap mulut Xindy sehingga orang-orang di jalanan itu melihat ke arah mereka.


"Maaf ya semuanya, dia ini istri saya, dia sedikit gila dan saya mau membawanya ke rumah sakit," ucap Pemuda itu lalu menyeret Xindy dan membawanya ke mobilnya.


"Awww...." teriak Pemuda itu karena tangannya di gigit oleh Xindy. Xindy masih mengatur nafasnya kemudian dia hendak turun dari mobil itu akan tetapi pemuda itu sudah mengunci semua pintu monbilnya dan mulai melajukan mobilnya


"Lo mau apa sih, turunin gue ..! Bentak Xindy


"Katanya lo mau ganti rugi, gue akan membawa lo ke tempat yang seharusnya lo berada gadis gila," ujar pemuda itu.


"Maksud lo apa Hah ? tanya Xindy


"Lo akan tau sendiri nanti," ucap Pemuda itu sambil menyerigai.


Aduh gimana ini, apa dia mau bawa gue ke kantor polisi ya, gimana kalau semua itu benar, gue pasti akan di penjara nih,, batin Xindy


Tiba-tiba saja perut Xindy terasa sakit , dia mulai memegang perutnya.


"Aduuh...perut gue sakit banget nih ," ujar Xindy


"Jangan alasan deh lo, gue tau lo mau kabur kan," ujar pemuda itu


"Gak gue gak mau kabur kok tapi perut gue memang sakit banget, sepertinya ada yang mau keluar nih ," ujar Xindy mencoba menahannya.


"Ha...ha..ha..gue tau akal bulus lo, nanti kalau gue hentikan mobil ini lo akan kabur dari gue," ujar pemuda itu lagi


"Cepat hentikan mobilnya gue sudah gak tahan lagi..." bentak Xindy


"Kalau lo beneran lo keluarin saja di sini, pasti lo bohong kan ," tantang Pemuda itu


"Ini lo yang suruh ya, jangan salahin gue," ujar Xindy


"Tuh kan..sudah keluar.." ujar Xindy sambil menutup hidungnya.


"Bau apa ini busuk banget..lo beol ya.." ujar Pemuda itu lalu menghentikan mobilnya.


"Kan gue sudah bilang sama lo kalau perut gue sakit, dan juga lo yang nyuruh gue keluarin di sini, bukan salah gue dong ," ujar Xindy

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2