Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
eps 61


__ADS_3

Tapi kak,, tadi kan dia sendiri yang ngaku,, awas saja kalau ini ulah lo," ancam Nuri


" Udah jangan di dengerin ucapan Nuri, dia memang seperti itu,terlalu berlebihan orangnya," ucap Edo pada Nia


"Gak apa-apa kok kak Edo, aku mengerti kok," ucao Nia


Edo terus memandang wajah Nia dengan senyum yang tak lepas dari bibirnya sehingga membuat Nia salah tingkah, Nuri yang melihatnya malah memberengut kesal, dia kemudian pergi dari sana dengan perasaan dongkolnya.


"Loh,, kamu mau kemana ?" tanya Nia


"Bukan urusan Lo," ujarnya sambil berlalu


"Udah,, gak usah di perduliin dia memang sudah biasa seperti itu kok," ujar Edo masih memandang ke arah Nia


"Tapi aku gak enak kak, gara-gara aku pacar kakak jadi ngambek kan," ujarnya


"Pacar ?, Dia bukan pacar aku kok," ucap Edo


"Masak sih kak, kayaknya dia perhatian gitu sama kak Edo, gak mungkin kan kalau dia bukan siapa-siapanya Kak Edo," ucap Nia


"Beneran kok, dia itu teman aku waktu di panti, dia sudah aku anggap sebagai adik sendiri kok," jelas Edo, Nia merasa lega mendengarnya.


"Oh iya,, kita belum kenalan kan, aku belum tau siapa nama kamu," ucap Edo


" Kak Edo beneran masih gak kenal sama aku ? tanya Nia


"Lo pasti kaget kalau tau siapa dia," ujar Elang yang sudah duduk di samping Edo.


"Emang dia siapa sih," tanyanya penasaran


Elang membisikan sesuatu di telinga Edo, mata Edo terbelalak tak percaya mendengar bisikan dari Elang.


"Kamu beneran Nia ?" tanya Edo


Nia menganggukkan kepalanya sambil tersenyum kearahnya, seketika wajah Edo berubah, dia merasa lemah dan tak bersemangat.


"Kak Edo kenapa ? Apa ada yang sakit ?" tanya Nia khawatir melihat perubahan wajah Edo.


"Tiba-tiba saja aku merasa pusing," ucap Edo bohong.

__ADS_1


"Ya udah,, kalau begitu kak Edo istirahat ya biar pusingnya hilang, aku juga mau pulang," ucap Nia


" Gue antar ya," ujar Elang semangat


"Gak usah kak Elang, aku sudah suruh supir untuk jemput kok, sekarang dia sudah menunggu di parkiran, kalau begitu aku pamit dulu ya, kak Edo cepat sembuh ya Kak," ucapnya sambil pergi dari sana.


Edo memandang kepergian Nia, padahal dia masih ingin lama-lama berdekatan dengan Bidadarinya, tapi dia merasa gak pantas karena dia dulu sering mengejek bahkan menghina Nia.


Setelah kepergian Nia, Elang dan Andi menghampiri Edo.


"Kenapa lo ?, kayak kurang semangat gitu setelah tau kalau dia itu Nia", tanya Andi, Edo masih belum merespon


"Padahal nih ya, kalau lo suka sama dia ,gue bakalan ngalah buat lo, biarlah perasaan ini gue simpan saja di hati gue," ucap Elang lagi


"Yang bener saja, gue gak suka kok sama dia, walaupun dia sudah berubah tapi perasaan gue gak pernah ada untuk dia," ujar Edo bohong.


"Tadi aja Lo semangat 45 sebelum lo tau dia si cupu,,tapi setelah tau lo kok jadi berubah, apa lo beneran gak ada perasaan apa-apa sama dia ?" ledek Elang


"Ya enggak lah, pantang buat gue menjilat ludah gue sendiri, lagian kalau lo mau lo ambil aja," ujar Edo gengsi padahal dalam hatinya seperti teriris-iris mengucapkan kata-kata itu.


"Oke,,tanpa lo suruh pun gue akan memperjuangkannya perasaan gue kok, gak kayak lo,, gengsi di pelihara, nanti kalau lo sudah kehilangan baru tau rasa lo," pancing Elang.


Tanpa mereka sadari ada yang merekam pembicaraan mereka dari balik pintu, dia menyerigai dan segera pergi dari sana.


Elang dan Andi lalu pergi dari ruangan itu, tinggallah Edo dengan fikiran kalutnya.


🌹🌹🌹


Angel yang masih berada di luar negeri sangat murka mendengar kabar kalau Pangeran hatinya telah menjadi pacarnya gadis kampung yang sok cantik menurutnya itu.


Dia menghancurkan apa saja yang ada di meja rias di dalam kamarnya, dan kemudian dia memesan tiket pesawat untuk pulang ke Tanah Air.


Setelah memesan tiket pesawat, dia menelpon seaeorang, wajahnya terlihat serius dan menakutkan.


"Lakukan apa yang gue suruh,, awas saja kalau sampai kalian gagal lagi," ucap Angel dengan serigainya.


Di Apartement terlihat Inge sedang membaringkan tubuhnya di king side milik Devan, hari ini dia terlalu lelah karena memang kondisinya belum pulih benar.


Setelah beberapa waktu beristirahat perutnya merasakan lapar, dia pengen makan bakso yang ada di seberang jalan depan Apartement itu. Inge berpikir akan menyuruh Devan untuk membelikan bakso itu untuknya, akan tetapi dia mengurungkan niatnya.

__ADS_1


"Gue pergi sendiri aja kali ya, lagian dekat ini," ucapnya sambil mengambil tas lalu segera pergi kesana dengan berjalan kaki.


Saat Inge hendak menyeberang jalan, sebuah mobil menghadangnya, Beberapa orang berbadan besar keluar dari mobil itu dan hendak menangkapnya, dengan sigap Inge berusaha melawan akan tetapi karena tenaganya masih belum pulih , Inge berhasil di bawa oleh mereka.


Inge mencoba memberontak, tapi orang-orang itu segera meletakkan sapu tangan yang sudah di beri obat bius di mulutnya sehingga dia tak sadarkan diri.


Inge mengerjap-ngerjapkan matanya, Dia melihat sekeliling terlihat sebuah bangunan yang sangat asing baginya . Saat ini dia sedang berada di sebuah gudang tua entah di mana dia juga tidak tau. Inge terduduk di sebuah kursi dengan tangan dan kakinya terikat dengan tali.


Inge mencoba melepaskan dirinya tetapi dia tidak berhasil.


"Akhirnya Lo sadar juga," suara seorang wanita mengejutkannya, Inge melihat Angel dan beberapa orang berbadan besar di belakang nya menuju kearahnya.


"Ternyata Lo ?, lepasin gue, jangan jadi pengecut lo," ucap Inge masih mencoba melepaskan talinya.


"Ha..ha..ha.., ternyata nyali lo besar juga ya," ucap Angel


"Kalau lo berani ayo hadapi gue satu lawan satu," tantang Inge


"Sorry, tapi gue gak mau tuh, gue gak mau ngotorin tangan cantik gue untuk gadis kampung kayak lo," ujarnya sombong.


"Mau lo apa sih ?" ujar Inge


"Lo mau tau mau gue apa ? , Tinggalin Devan, maka lo akan selamat," ujar Angel sambil memandang Inge dalam jarak dekat.


"Cuih,, Sampai mati pun gue gak akan pernah ninggalin dia," ucap Inge sambil meludah ke wajah Angel.


Plaaaaakkk...


sebuah tamparan mendarat di pipi mulus Inge, darah segar keluar dari sudut bibirnya akan tetapi Inge masih menatap berang ke arah Angel.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


miss N😘😘😘


Gimana?? masih mau lanjut gak...


kalau masih,,


Like,, coment,, dan vote yang banyak dong,, dan tekan tanda ❤ agar cerita ini jadi favorit ya..

__ADS_1


makasih🙏🙏🙏love U❤❤❤


__ADS_2