
Siapa ya gadis ini? sampai-sampai Mr DP merekomendasikan dia bekerja di sini sebagai asistenya Pak Dion", Batin Vera
Dan yang lebih mengagetkan Vera adalah saat Vera melihat resume lamarannya karena Mika cuma lulusan SMA. Dia menghembuskan nafasnya,
"Oke,, saya sudah melihat Resume kamu dan selamat kamu di terima bekerja di sini sebagai asisten Direktur", ucap vera sambil mengulurkan tangannya hendak bersalaman.
"Apaa...?
Mika menjatuhkan rahangnya, dia benar-benar kaget dan tak percaya dengan apa yang di dengarnya barusan.
Dia masih mematung di tempatnya, Vera yang melihatnya melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Mika, Mika tersadar.
" Ini benar kan Bu, ini bukan mimpi kan?" ucapnya sambil menepuk- nepuk pipinya
Vera tersenyum melihat tingkah Mika, dia pun menganggukkan kepalanya.
"Bu Vera pasti salah, coba Bu Vera periksa kembali Resume saya . Mana mungkin saya keterima kerja sebagai Asisten Direktur sedangkan saya cuma lulusan SMA, Bu Vera pasti lagi prank saka ya", ujar Mika gak percaya.
"Saya sudah memeriksanya dan saya yakin kalau anda layak pada posisi itu", ucap Vera bohong, padahal dalam Hatinya dia sangat iri pada Mika karena baru masuk saja sudah menjadi Asisten Direktur, sedangkan Dia yang sudah bertahun-tahun kerja di sana masih saja di bagian HRD, padahal dia juga sangat menginginkan posisi Asisten Direktur tersebut.
Vera sudah lama mendekati Dion, tapi dion selalu cuek padanya. Vera sudah menyukai Dion sangat lama semenjak mereka masih sama-sama sekolah SMA, Saat itu Dion mempunyai pacar yang sekelas dengannya, makanya Vera memendam perasaannya sama Dion.
Dan di saat Dion patah Hati karena di selingkuhi oleh pacarnya, Vera berfikir akan kembali mengejar Dion, tetapi Sikap Dion terlalu dingin dan Cuek terhadapnya. Dan sekarang datang Mika, gadis cantik dan lucu ini yang akan menjadi Asisten dion, ini akan membuat Vera menjadi tersaingi.
Ingin sekali dia mengusir Mika apalagi Mika cuma lulusan SMA, dia menganggap Mika tidak level bersaing dengannya. Tetapi Vera tidak bisa berbuat apa-apa karena ini perintah langsung dari Big Boss.
Mika bersorak girang, dia tidak pernah menyangka akan mendapatkan jabatan itu., dia langsung menjabat tangan Vera.
"Terima kasih Bu Vera atas kesempatan yang sudah Ibu berikan kepada saya", ucapnya dengan senyum lebar, Vera hanya tersenyum kecut.
"kenapa sih selalu ada saja yang menghalangi aku mendekati Dion, awas saja kamu kalau mendekati Dion juga", batin Vera
" Mari Mika saya antar ke meja kerja kamu", ucap Vera sambil berjalan keluar ruangan itu, Mika pun mengukutinya dari belakang.
Setelah menunjukkan meja kerja Mika, Vera memberitahukan tugas apa saja yang akan dia kerjakan selama menjadi Asisten Direktur. Kemudian dia menunjukkan Ruangan Direkturnya.
"Mika berhubung Pak Direktur belum datang Kamu boleh berada duduk santai di meja kerjamu dulu", ucap vera
"Baik Bu", ucap Mika
__ADS_1
"Oke Mika , selamat bekerja. Saya kembali keruangan saya dulu", ucap Vera seraya melangkah pergi dari sana.
Mika pun segera duduk di meja kerjanya yang berada di depan ruangan Direktur, Dia melihat ruangan itu sangat luas bahkan cuma ada dua ruangan saja di lantai itu.
"Yang satu ruangan direktur, yang satunya lagi ruangan siapa ya", tanya mika pada dirinya sendiri.
Lagi asik dengan pikirannya sampai-sampai dia tak sadar kalau ada orang yang membuka pintu ruangan Direktur, saat dia sadar dia langsung mengikuti orang itu dari belakang.
Dion terus berjalan menuju meja kerjanya, dia tidak sadar kalau seseorang mengikutinya dari belakang, ketika Dion berbalik dia kaget.
"Aaaaaa....
"Mika!!!, ngapain lo di sini ??Ujar Dion bernada tinggi karena kaget
"Om ganteng!!! " Mika pun tak kalah kagetnya sama seperti Dion
"Om yang ngapain Disini ???" tanya Mika
"Ini ruangan saya, kamu ngapain ", tanyanya lagi
"Aku asisten Direktur", ucap Mika polos
Mika binggung mendengar ucapan Dion, Dia tidak menyangka akan menjadi Asistennya Dion.
"Jadi ini maksud Inge kalau aku akan lebih dekat sama kak Dion kemaren?", batin Mika
Mika pun bahagia setelah mengetahui bahwa dia setiap hari akan berada di dekat Om gantengnya.
"Tapi kata Bu Vera saya di terima sebagai asisten Direktur dan dia sendiri yang mengantar saya ke sini", ujar Mika jujur
"Ini pasti ada yang salah", ucap Dion lalu melakukan panggilan Intercom.
"Vera kamu segera ke ruangan saya", suruh Dion
Beberapa saat kemudian Vera sudah berada di ruangannya Dion, dia sudah tau kalau Dion akan menanyakan keberadaan Mika disana ,makanya dia sudah mempersiapkan dirinya dengan membawa amplop dari Big Boss.
"Apa maksud kamu ? seenaknya saja kamu mempekerjakan dia sebagai Asisten saya", Bentak Dion,
"Maaf Pak Dion, Ini bukan kemauan saya,Tapi...!!
__ADS_1
"Tapi apa Vera, kamu kan tau kalau saya paling tidak suka ada orang lain di sekitar saya, apalagi orangnya Dia ", ucap Dion sambil menunjuk kearah Mika.
Vera segera menyerahkan Amplop di tangannya ke pada Dion, Dion pun segera membuka Amplop tersebut dan membacanya.
"Apa-apaan Devan ini, kenapa dia menyuruh Mika bekerja sebagai asisten aku sih, pasti ada yang dia rencanakan", batin Dion
" Vera kamu boleh keluar sekarang", ucap Dion seraya mengambil Hp nya.
Vera sudah keluar, kini tinggallah Dion bersama Mika disana, Mika masih binggung melihat sikap Dion.
"Lah tadi marah-marah, setelah baca isi Amplop itu jadi Jinak, emang apa sih isi Amplop itu?", Batin Mika
Dion segera menelpon Devan, tapi tidak diangkat olehnya.dia mencoba menelpon lagi sampai yang ketiga kali baru diangkat sama Devan.
"Lo dimana sih Bro, lama amat ngankat telpon dari gue", ucap Dion kesal
"Gue males aja, gue udah tau kok apa yang lo mau tanyain. Lo nikmati aja hari-hari lo bersama dengan Mika", ucap Devan
"Ayolah Bro,,tut...tut...!", panggilan terputus
"Hallo...hallo...aaaaa", teriak Dion frustasi, dia memijit-mijit kepalanya.
Dion tidak bisa bayangkan kalau hari-harinya selalu di bayang-bayangi sama Mika.Satu hari saja bersama Mika rasanya kepalanya mau pecah, apa lagi sekarang dia harus bersamanya setiap hari.
"Om ganteng kenapa??, kepalanya sakit ya , sini aku pijitin", ucap Mika mendekati Dion
"Stoop !!! Ini semua gara-gara lo, keluar lo dari ruangan gue", bentak Dion
Mika pun keluar dari ruangan itu, tak terasa air mata jatuh di pipinya, tak tau kenapa hatinya tersa sakit saat di bentak sama Dion tadi.
Bersambung...
miss N😘😘😘
Maaf ya Readers, miss N cuma bisa up satu episode per harinya, karena miss N nulisnya langsung yang ada di kepala miss N, kalau miss N paksakan mikir terlalu keras nanti bisa ngawur ceritanya 😁😁😁
dan jangan lupa vote nya juga ya Readers biar miss N tambah semangat lagi
makasih🙏🙏🙏love U❤❤❤
__ADS_1