Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
eps 121


__ADS_3

Berarti lebih kecil dari gunung itu dong," ujar Mika yang membuat Kening Dion berkerut.


"Kenapa kamu ngomong seperti itu ?" tanya Dion


"Kan Kamu baru cinta sama aku nih, berarti cintamu masih sangat dangkal terhadap ku," ujar Mika, Dion serasa di tampar oleh ucapan Mika itu.


Dion memegang ke dua tangan Mika, dia menatap mata Mika dengan tatapan tajamnya, Mika semakin berdebar saat manik matanya bertemu dengan manik mata Dion.


"Mika..maafkan aku yang terlambat menyadari kalau sebenarnya aku sangat mencintai kamu, aku takut kecewa lagi, aku akan berusaha memberikan Cintaku hanya padamu saja, dan kamu akan Lihat sebesar apa Cintaku padamu nanti," ujar Dion, Mika masih Diam saja karena jantungnya masih berdetak kencang, rasanya dia mau melompat-lompat kegirangan karena mendengar ucapan Dion yang seperti itu.


"Aku tidak butuh kata-kata, sekarang aku butuh Bukti dari kamu, aku sudah lelah mengejar Cintamu, Aku ingin kejelasan sama hubungan kita." ucap Mika


"Oke...setelah masalah Devan dan Inge Selesai, aku akan melamarmu, apa kamu setuju," Mika Melongo mendengar ucapan Dion, sesaat dia specles.


"Apa kamu serius, apa gak terlalu cepat ?, kamu baru saja mengungkapkan isi hatimu, aku takut setelah aku terbang aku tinggi aku di hempaskan lagi ke bumi, apa kamu sudah memikirkannya dengan Matang," ujar Mika sok Dewasa, padahal jantungnya sudah mau copot saja mendengar keinginan Dion itu, tapi dia masih ragu akan Cinta Dion terhadapnya. Dion memegang dagu Mika.


"Tatap mata aku Mika, apa ada kebohongan Disana, aku memang telat menyadari semuanya, tapi aku serius ingin menjadikan kamu sebagai pelabuhan terakhir cintaku, aku tidak mau membuang banyak waktu untuk hanya sekedar pacaran, aku mau melepas masa lajangku dan aku telah menemukan orang yang pantas bersanding dengan ku yaitu kamu Mika, aku memang tidak pintar merangkai kata namun aku serius ingin melamarmu untuk jadi Istriku," ujar Dion panjang lebar, Mika meneteskan air matanya mendengar ucapan Dion Itu, dia tak menyangka usaha dan kegigihannya mengejar Cinta Dion selama ini berbuah manis seperti ini.


"Kamu kok nangis, jangan nangis dong, kalau kamu gak mau gak apa-apa tapi kamu jangan nangis seperti ini, aku sakit saat melihat kamu menangis," ucap Dion


"Aku bukan sedih, aku bahagia Om Ganteng, ternyata usahaku selama ini untuk menaklukkan hatimu akhirnya tercapai juga, aku bahagia..bahagia banget.." ucap Mika sambil terisak. Dion membawa Mika ke dalam pelukannya.


"Maaf kan aku yang sudah membuat kamu berusaha keras untuk menaklukkan hati ini dan membuatmu menunggu terlalu lama, aku janji aku tidak akan membiarkan satu tetes pun air mata mengalir di matamu lagi, dan aku akan membuatmu senantiasa selalu bahagia bersamaku," Semakin bahagia saja Mika di Buat Dion, Dion melepaskan pelukannya lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Mika, saat Saat wajah Dion tinggal sejengkal lagi dari wajah Mika, Mika menempelkan jarinya di Bibir Dion.

__ADS_1


"Tidak sekarang, Kamu harus menunggu sampai kita halal, " Ucap Mika lalu berlari menjauhi Dion, Dion tersenyum melihatnya diapun segera mengejar Mika dan adegan kejar-kejaran pun terjadi, Mika sangat bahagia hari ini, perjuanganya yang penuh dengan lika-liku ternyata menbuahkan hasil yang sangat sempurna, Setelah capek kejar-kejaran mereka akhirnya memutuskan untuk pergi ke rumah sakit dimana Devan di rawat karena Dion belum sempat menjenguk Bos nya itu.


Mobil Dion sudah terparkir sempurna di Parkiran Rumah sakit itu, mereka berdua berjalan menuju ke ruang rawat Devan. Mika mengetuk pintu itu dan kemudian masuk ke sana di ikuti oleh Dion di belakangnya.


Andi yang melihat Mika datang bersama Dion hatinya semakin sakit saja, Wajahnya sesaat berubah, Elang yang melihatnya langsung memegang pundak Andi.


"Sabar Bro, sebelum janur kuning melengkung lo masih punya kesempatan buat dekatin Mika," ucap Elang, Dion yang sekilas mendengar ucapan Elang menatap tajam ke arahnya.


"Jangan coba-coba mendekati Mika, Mika itu milik Gue," ucap Dion, Elang jadi takut dengan tatapan Dion itu.


"Gak kok, gue gak bilang begitu ," ucap Elang


"Dan Lo..jangan pernah berpikir untuk mendekati Mika lagi, kalau gue sampai lihat lo dekat-dekat sama dia, lo akan tau akibatnya." ucap Dion.


"Gak kok Sayang," ujar Dion tersenyum ke arah Mika, Andi yang melihat tingkah manja Dion pada Mika merasa tidak punya kesempatan lagi, lagian siapa dia yang bisa menandingi Dion yang merupakan seorang Direktur Utama Perusahaan Perdana Corperation itu, Dalam Mimpi pun gak mungkin terjadi apalagi dalam kehidupan nyata.


Nia dan Devan melongo melihat tingkah Dion yang 180 derajat berubah itu, Devan pun tak sanggup menahan tawanya melihat tingkah Dion yang seperti itu.


"Ha..ha..ha.., Dion Ini Lo ? Bucin lo lebih parah dari gue ternyata, sekarang lo menyadari juga kan kalau lo cinta sama Mika," ucap Devan sambil tertawa terbahak-bahak.


"Iya gue baru tau kalau cemburu itu menyakitkan, tapi gue gak sampai mau bunuh diri kayak lo kali," ucap Dion gak mau ngalah. Devan terdiam dan suasana menjadi mencekam.


"Sebenarnya apa sih yang terjadi sehingga lo nekat seperti ini, saat gue tau dari Om Bondan gue sangat khawatir sama lo," ujar Dion

__ADS_1


"Dion Jangan bikin mood Gue jelek ya, gue gak mau ingat itu lagi, sakitnya tuh di sini tau gak, tapi sekarang gue lagi bahagia karena gue bukan saudara kandungnya Inge dan gue bisa menikahinya," ujarnya Sumbringah


"Sory Bro, bukannya gue ingin buat mood lo jelek, tapi sepertinya gue ketinggalan banyak berita nih, gue penasaran sama apa yang terjadi sama lo," ujar Dion


"Dion...biasanya orang yang kepo itu hidupnya gak lama loh," ujar Devan, Dion menelan salivanya.


"Gak Bro, gue gak kepo kok, gue ralat ucapan gue," ucap Dion yang membuat semuanya tercengang melihat Dion yang tadinya garang terhadap Andi sementara saat berhadapan dengan Devan nyalinya menjadi ciut seperti itu.


" Makanya lo bantu gue mempersiapkan pernikahan gue, agar lo bisa cepat-cepat menikah sama Mika," ujar Devan, Mika kaget mendengar ucapan Devan.


"Loh kok kak Devan tau kalau Om Ganteng mau melamar aku ?" tanya Mika spontan


Jedaaarr...


Bagai di hantam batu besar di kepala Andi, hatinya merasa sakit sekali mendengar penuturan Mika tersebut, Edo memegang pundak Andi.


Ternyata gue sudah sangat terlambat, gue akan mengikhlaskan Mika asalkan dia bahagia bersama pak Dion, tapi kalau Pak Dion menyakitinya gue akan rebut kembali Mika darinya,, Batin Andi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Like...Coment ...dan Vote ya..


Makasih 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2