
"Baru saja aku ingat dia, sudah nge chat aja nih istri tercinta," guman Devan, Devan membuka Chat dari Inge, dia kaget saat melihatnya.
Devan segera menuju ruangannya, disana terlihat cowok-cowok sedang mengerubungi istrinya, dia langsung menuju ke arah Inge dan memeluknya.
"Hey kalian, jangan pernah ganggu istri gue," ucap Devan
"Ini istri lo Van ?" tanya Gala, Devan mengangguk
"Waah istri lo cantik banget Van," ujar Gala yang membuat tatapan tajam Devan mengarah kepadanya
"Gak ada yang boleh memuji dia selain gue," ujar Devan dengan wajahnya yang memerah, Gala bergidik mendengar ucapan Devan yang sarat dengan ancaman itu.
"Sorry Bro," ujar Gala
Inge yang melihat suaminya itu sedang marah langsung menangkup pipinya dan mengarahkan tatapan Devan ke wajahnya, seketika wajah Devan yang tadi seperti macan ngamuk berubah menjadi kucing manja ketika tatapan mata mereka bertemu.
"Sayang...kamu kok datang ke sini gak bilang-bilang sih," ujar Devan lembut
"Aku cuma mau mastiin kalau kamu sudah melakukan apa yang kamu janjikan tadi pagi," ujar Inge
"Aduh sayang...aku lupa, sebentar ya biar aku urus dia dulu," ujar Devan mengambil ponselnya lalu mengirimkan Sebuah Chat kepada Dion.
"Sudah selesai," ucap Devan sambil memperlihatkan ponselnya kepada Inge.
"Oke..kalau begitu aku pergi dulu sayang," ucap Inge, ketika Inge hendak pergi dia ber pas-pasan dengan beberapa gadis yang berjalan ke arah Devan
"Devan...kamu bisa tolongin kami gak," ujar Salah satu dari gadis itu, Inge segera berjalan kembali ke arah Devan
"Sayang...kamu mau gak tolongin aku," ujar Inge manja
"Iya pasti dong sayang," jawab Devan mengikuti Inge dari belakang, Devan seperti kerbau di cocok hidungnya terus mengikuti gadis itu dari belakang. Mereka yang melihatnya langsung melongo tak percaya.
"Siapa sih gadis itu ?" tanya salah satu dari mereka
"Hei..kalian gue saranin ya kalian jangan menganggu Devan deh, dia itu sudah punya istri, gak lihat kalian istrinya cantik gitu," ujar Gala yang membuat mereka kaget
"Serius lo, itu istrinya ?"
"Iya..tadi Saja Gue lihat Devan Bucin banget sama istrinya, jadi kalian jangan pernah bermimpi buat deketin Devan," ujar Gala
"Yach...gagal deh bisa punya pacar yang ganteng kayak Devan," ujar mereka kecewa.
Sementara Devan masih mengikuti Inge menuju ke Lobby Gedung itu.
"Sayang..sebenarnya bantuan apa sih yang akan suamimu ini lakukan," ujar Devan binggung karena dari tadi Inge hanya diam saja
__ADS_1
"Menjauh dari cewek-cewek gatal itu," ucap Inge datar
"Inge come on..jangan cemburu buta seperti itu dong, mereka hanya teman kerja saja gak lebih kok, kamu percaya kan sama aku," ujar Devan, Inge hanya diam saja
"Istriku sayang mana mungkin sih suamimu ini berpaling dari istriku yang paling cantik ini," ujar Devan yang membuat Wajah Inge merona.
"Gombal ah kamu," ujar Inge
"Aku gak gombal sayang, kamu adalah segala-galanya bagi ku, gak mungkin kalau mereka bisa mengantikan posisi kamu di hatiku," ujar Devan sambil menangkup wajah Inge
"Beneran sayang ?"
"Iya sayang, coba kamu tatap mata aku, apa ada kebohongan di sana," ujar Devan
"Tapi aku gak suka kalau mereka dekat-dekat sama kamu sayang," ujar Inge
"Aku suka deh kalau kamu cemburu seperti itu, itu tandanya kamu sangat mencintaiku sayang," ujar Devan
"Ya sudah, kalau begitu aku pergi dulu ya sayang, I Love U," ujar Inge
"Hati-hatu ya sayang..Love U too," ucap Devan, Inge berbalik hendak pergi
"Awwww...," ketika Inge berbalik dia menabrak seorang gadis yang baru saja masuk ke sana.
"Heh lo gak punya mata ya," ujar Gadis itu, Inge hanya melihatnya sekilas
"Apa lo bilang," ujar Meta yang belum melihat siapa yang dia tabrak
"Ooo ternyata kalian ya Pasangan miskin, ngapain kalian di sini," ujar Meta
"Gue kerja di sini, lo ngapain di sini? " tanya Devan
"Suka-suka gue lah, kalau gue lihat nih, lo itu pasti karyawan rendahan di perusahaan ini, tampan sih, tapi miskin ha..ha..," ujar Meta merendahkan Devan, Inge mengepalkan tangannya tapi Devan menenangkannya.
"Sayang...aku pergi dulu ya, aku males di sini ada nenek lampir ngoceh-ngoceh gak jelas," ujar Inge lalu pergi dari sana.
"Lo...awas lo ya ," ucap Meta
"Hati-hati ya sayang," ujar Devan kemudian dia pergi juga dari sana menuju Ke ruangannya
"Eh gue malah di cuekin, awas kalian ya gue aduin kalian ke Pacar gue," ujarnya lalu menuju ke ruangan Sapta.
"Sayang..." ujar Meta dengan wajah cemberutnya.
"Eh sayang, kok datang gak bilang-bilang sih, kan kalau bilang bisa aku jemput," ujar Sapta
__ADS_1
"Aku sebel deh sayang, masak tadi aku ketemu sama pasangan miskin di lobby," ujarnya
"Pasangan Miskin ?, siapa sayang ?" tanya Sapta
"Itu tu sepupu aku sama pacarnya dan kamu tau gak sayang, pacarnya itu kerja di sini juga loh," ujar Meta
"Oh Ya, di bagian mana ?"
"Aku gak tau sayang, tapi yang jelas dia sepertinya hanya karyawan rendahan gak penting gitu ," ujar Meta
"Ooo bagus lah sayang, kan gak ada yang bisa ngalahin pacar kamu ini dong," ujar Sapta sambil menoel hidung Meta
"Permisi pak, saya mau memberikan hasil laporan yang sudah saya buat," ujar Devan yang main nyelonong masuk ke sana
"Eh Van, taruh di situ saja," ujar Sapta, Meta kaget melihat kalau Devan ternyata bawahan Sapta pacarnya.
"Saya permisi ya pak," ujar Devan yang melirik sekilas ke arah Meta.
"Sayang dia itu bawahan kamu ?" tanya Meta Setelah Devan pergi
"Iya...dia baru bekerja hari ini, dia itu sangat cerdas sayang, makanya dia aku jadiin kaki tanganku untuk mencurangi perusahaan ini," ujar Sapta
"Kamu tau gak dia itu siapa ?"
"Memang siapa ?
"Dia itu pacarnya sepupu aku loh sayang, yang pernah kita temui saat di restorant dulu yang pernah mempermalukan kita waktu itu loh," ujar Meta
"Ooo pantesan saja wajahnya sangat Familiar waktu pertama aku ketemu sama dia," ujar Sapta
"Sayang..kamu harus hati-hati sama dia, siapa tau ada maksud tersembunyi dia bekerja di sini," ujar Meta
"Ah gak mungkin sayang, dia itu sepertinya jujur," ujar Sapta
"Justru itu sayang, karena dia kelihatan jujur apa kamu gak curiga kalau dia mau bekerja sama dengan kamu untuk memanipulasi perusahaan ini ?"
"Iya...ya..kenapa aku gak kepikiran sih, nanti aku akan ngetes dia," ujar Sapta
Sementara di balik pintu ruangan itu sebuah senyum terpancar di bibir Devan, dia tadi sebenarnya mau kembali ke ruangan itu tapi ucapan Meta menghentikannya.
"Rupanya kalian ingin main-main denganku, oke aku akan meladeni kalian," guman Devan
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Udah pada mampir belom di novel terbaru miss N, kalau belom ayo cepat mampir ya dan jangan lupa kasih dukungan sebanyak-banyaknya ya..
__ADS_1
Makasih🙏🙏🙏