Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
eps 127


__ADS_3

"Oke..mama akan jelasin semuanya, kamu harus siap mengahadapinya ya sayang," ucap Nita


"Mama please , jangan muter-muter ngomongnya, jangan bikin Inge tambah penasaran dong." ujar Inge


"Sebenarnya kamu sama Devan bukan saudara kandung," ujar Nita


"Apa...Inge gak salah dengar kan ma?" tanya Inge


"Iya sayang, kalian gak sedarah," ujar Bondan, Inge menatap ke arah Devan, Devan hanya tersenyum ke arahnya.


"Benarkah ini, ini bukan mimpinkan kak Devan ? " tanya Inge


"Iya sayang, awalnya aku juga menyangka kalau kita sedarah makanya aku gak bisa terima itu dan ini yang terjadi," ucap Devan sambil memegang kepalanya.


"Tapi saat mama dan papa bilang kalau kita gak sedarah aku bahagia banget sayang, walaupun ternyata aku bukan anak kandung mereka tapi semua itu tertutup oleh kebahagiaanku bisa memiliki dirimu seutuhnya," ujar nya


Air mata Laura tumpah bukan karena sedih tapi karena dia sangat bahagia cintanya itu ternyata tidak jadi kandas di tengah jalan seperti yang dia bayangkan.


"Sayang...hari ini aku di sini akan menagih janjimu dulu, aku akan membawamu ke pelaminan saat ini juga," ujar Devan.


"Tapi kak Devan aku belum siap," ujar Inge yang membayangkan malam pertama nanti.


"Siap gak siap hari ini juga kamu harus jadi istriku sayang," ucap Devan


"Tapi..."


Cup...


Devan mengecup bibir mungil Inge sehingga Inge tidak bisa melanjutkan ucapannya itu.


Heemmm..


Dehem Bondan dan Nita


"Devan...jangan nakal ya, di halalin dulu Annisa nya," ujar Nita


" Iya ma..Mama ganggu aja sih," ujar Devan cengengesan


Devan mematikan VC nya itu,kemudian hendak melanjutkan yang tadi tapi Inge menolaknya sehingga membuat Devan cemberut.


"Kak Devan benar apa yang di katakan oleh mama,kita harus nikah dulu. Aku takut kita kebablasan," ujar Inge


"Kalau begitu ayo kita nikah," ujar Devan lalu menggendong Inge dan membawanya ke mobilnya yang terparkir di jalan yang tidak jauh dari sana.


"Kak Devan turunin aku,Berat tau.. aku bisa jalan sendiri," ujar Inge.

__ADS_1


"Iya juga ya, kamu kok tambah berat sih sayang ?" tanya Devan


"Semenjak aku kabur, aku banyak makan he..he.." ucap Inge cengengesan


"Sepertinya gaun pengantinnya gak akan muat deh sayang," Goda Devan


"Ih kak Devan mah gitu, kak Devan bilang aku gendut," ucap Inge cemberut


"Gak kok sayang, lebih tepatnya kalau kamu itu tambah bohai," ujar Devan sambil mengedipkam matanya ke arah Inge sambil tersenyum


"Kamu iiih nyebelin deh," ucap Inge sambil mencubit pinggang Devan


"Awww... Sakit sayang.." ucap Devan menghindari cubitan Inge.


Devan memegang tangan Inge lalu membawanya ke dalam pelukannya, kemudian Devan melepaskan pelukannya itu kemudian dia mendekatkan wajahnya ke wajah Inge, semakin lama semakin dekat, dan lebih dekat..saat bibir mereka hampir bersatu


Ehemm..Jadi pulang gak sih," ucap Andi mengeluarkan kepalanya dari dalam mobil itu.


Mereka berdua kaget saat mendengar ada suara orang di dalam mobil itu.


" Van lo sabar dulu lah, jangan main nyosor aja. Halalin dulu Inge nya biar lo bebas ngelakuin apa saja padanya," ujar Elang


"Wajah Inge merona mendengar ucapan Elang itu.


"Kamu sih..main nyosor-nyosor aja," bisik Inge ke Devan.


"Kami di suruh Om Bondan buat menjaga kalian biar gak kebablasan" jawab Elang


"Gimana Sih papa, kok main suruh mereka buat ngejaga kita sih," ujar Devan ke Inge


"Ya bagus Dong sayang, Berarti papa mau ngejaga putrinya dari calon menantu yang mesum kayak kamu" ucap Inge lalu masuk ke mobil itu.


"Sayang tunggu dong," ujar Devan lalu dia juga masuk ke dalam mobil.


Elang pun melajukan mobilnya menuju ke arah Rumah besar.


"Loh kok kita ke rumah ini, bukan kah di sini akan ada pernikahan ?" tanya Inge


"Iya sayang, kita yang akan menikah di sini," ucap Devan sambil menoel dagu Inge.


"Jadi..kamu yang mempersiapkam semua ini untukku," tanya Inge berbinar


"Iya sayang, ini semua buat pernikahan kita," ujar Devan.


"Jadi kamu yang membeli rumah itu dari tuan tanah sayang," ujar Inge

__ADS_1


"Benar, aku gak mau semua yang kamu punya hilang karena ke serakahan pamanmu itu,"


"Kamu juga tau soal itu ?


" Apa sih yang gak Devan tau soal kamu Nge, semua tentang kamu dia tau ," ujar Andi menyela


Inge tak menyangka kalau Devan sangat mengenalinya sampai masa lalunya saja dia mengetahui semuanya.Dia kembali merasa curiga pada Devan.


Sebenarnya siapa sebenarnya Kak Devan ini, sebelum aku menikah dengannya aku tidak mau ada yang di tutup-tutupi antara kami berdua, semuanya harus jelas agar aku tidak kecewa nantinya,,Batin Inge


"Kak Devan sebelum kita menikah, Aku ingin bicara empat mata dengan mu, apa kak Devan bersedia ?" ujar Inge


"Kamu mau ngomong apa Sayang ?" tanya Devan


"Kamu jawab dulu kak, Kamu mau gak,"


"Apa sih yang enggak buat kamu sayang," ucap Devan lalu menyuruh Andi dan Elang masuk duluan ke rumah besar itu.


"Sekarang tanya lah sayang, aku akan menjawab semua pertanyaanmu itu," ujar Devan


"Kak Devan sebelumnya aku minta maaf, kalau nanti kamu tersinggung dengan pertanyaan ku ini," ujar Inge


"Aku gak akan tersinggung kok sayang, Semoga aku dapat menjawab semuanya ya," ucap Devan menatap serius ke arah Inge.


"Ayo tanyakan," suruh Devan


"Kak Devan, akhir-akhir ini aku seringkali melihatmu tidak seperti kak Devan yang aku kenal, Kamu sangat berbeda dengan dirimu yang dulu," ujar Inge


"Di mulai dari banyaknya senjata di Apartement mu, dan Kak Dion selalu melakukan apa yang kamu suruh seperti dia bukan sahabatmu saja, Seakan-akan dia itu bawahanmu,"


"Aku juga binggung seringkali kamu menghilang dan datang di saat yang gak terduga sehingga membuatku bertanya-tanya siapa kamu sebenarnya " ujar Inge panjang lebar


" Dan yang lebih membuatku curiga padamu saat kita menyelamatkan papa dan mama dari penculikan itu, kamu seperti seorang pemimpin dari Ninja-ninja yang membantu kita waktu itu, aku butuh penjelasanmu Devan Perdana, aku gak mau kalau ada yang di tutup-tutupi diantara kita sebelum kita melanjutkan hubungan ini ke arah yang lebih serius." Tambah Inge


"Baiklah sayang, Hari ini aku akan mengatakan semuanya padamu, semoga kamu tidak berubah pikiran setelah mengetahui semua tentang ku." ujar Devan


"Aku janji gak akan ada yang berubah diantara kita kalaupun kamu itu seorang mafia sekalipun," ucap Inge.


"Kenapa kamu bisa berpikiran seperti itu terhadapku sayang, Apa kamu mengetahui apa itu mafia," tanya Devan


"Aku tau sedikit banyak tentang itu karena..." ucapan Inge terputus, dia menatap ke arah Devan yang mengeryitkan keningnya.


"Karena apa ?"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Karena apa hayoo..ada yang tau..


Coment ya...like juga kalau vote pasti dong 😁😁😁


__ADS_2