
"Mengejar Cinta calon menantu Mama," ujar Zain
"Apa Zain...Mama gak salah dengar kan ?" tanya Inge memperjelas ucapan Zain tadi
"Iya Ma, Zain lagi mengejar cinta calon mantu Mama," ujar Zain lagi
"Alhamdulillah Zain, Mama doàin agar kamu berhasil ya nak, dan kamu cepat-cepat nikahin dia," ucap Inge
"Kamu punya Fotonya gak Zain, mama mau lihat boleh gak ?"
"Zain gak punya Ma, besok deh Zain fotoin dan kirim ke Mama ya, mungkin Zain akan menetap lama di sini ya Ma,"
"Kenapa harus lama sih Zain, kamu langsung lamar saja," ujar Inge
"Butuh Proses ma buat naklukin hatinya, oke deh ma, udah dulu ya ma, aku mau Istirahat dulu biar tambah kuat menghadapi calon menantu mama itu," ujar Zain lalu memutuskan sambungan telponnya.
"Dasar ni anak, gak ada sopan-sopannya sama orang tua, main putusin saja telponnya. Tapi gak apa-apa deh kan dia mau mengejar Cinta Calon mantuku. Kayak papanya saja si Zain, mengejar cinta seorang Inge yang cantik dan imut ini," ucap Inge masih saja narsis.
Sementara Zain baru memejamkan matanya, tiba-tiba ponselnya Kang Rohman berbunyi, sebuah Notif pesan masuk ke ponsel itu.
"Heh Kang ojek, sini lo..antar gue kepasar," begitulah bunyi pesannya,siapa lagi kalau bukan Xindy orangnya.
Zain langsung bangun dan mengambil jaket Gojek nya lalu bergegas keluar dari kamarnya, saat dia berada di Loby hotel itu semua mata memandang ke arahnya.
"Heh lihat itu, kok bisa Ojol kayak dia bisa nginap di Hotel mewah ini sih, ini kan hotel mahal," ujar salah satu karyawan Hotel itu.
"Iya ya..gue juga Binggung kenapa dia bisa nginap di sini," sahut yang lainnya yang juga di dengar oleh Zain.
Sepertinya Hotel ini gak aman buat penyamaran gue, gue akan mencari tempat tinggal yang lebih cocok dengan profesi gue sekarang, lebih baik gue antar Xindy dulu, nanti gue pikirin lagi,, Batin Zain
Zain pun menaiki motornya menuju ke Gang rumahnya Xindy, Sampai di sana dia melihat Xindy yang wajahnya sudah di tekuk kesal.
"Kemana aja sih lo, kok lama banget," ujar Xindy
"Kenapa, lo kangen ya sama gue ?" canda Zain alias Rico
"Apaan sih, mau ngaterin gak, bercanda aja lo," ujar Xindy
"Senyum dulu dong," ujar Rico
__ADS_1
"Gue cari kang ojek lain aja deh," ucap Xindy kesal selalu saja di godain sama Rico
"Jangan dong, nanti gue patah hati kalau kamu cari ojek lain," ujar Rico dengan ekspresi memelasnya.
"Ya sudah..jangan becandain gue lagi, kalau enggak gue gak mau naik ojek lo lagi," ancam Xindy
"Iya..iya..tuan Putri, ayo naik ke kereta kencana mu ini, pengawal mu akan selalu siap mengantarkan Tuan Putri kemana saja Tuan Putri inginkan," ujar Rico mendramatis.
Xindy lalu naik ke Motor itu dan berpegangan di ujung bajunya Rico.Rico sengaja ngegas motor itu sehingga Xindy langsung memeluk Rico dengan erat.
"Lo bisa bawa motor gak sih "
"Ya bisa dong, sengaja agar lo pegangannya erat he..he.." ujar Rico yang membuat Xindy tersenyum, tanpa dia sadari kalau Rico sudah bisa membuat es dihatinya sedikit mencair.
"Ini sudah gue pegang erat, ayo cepat jalan," suruh Xindy
"Siap tuan Putri..." ujar Rico lalu melajukan motornya.
Jarak antara rumah Xindy dengan pasar tradisional itu tidak begitu jauh sehingga tak butuh waktu lama mereka akhirnya sampai juga di sana.
"Loh lo belanjanya di sini ?" tanya Rico
Xindy mulai berjalan memasuki pasar itu, Rico mengikutinya dari belakang, Xindy tiba-tiba berhenti dan Rico yang tak melihat langsung menabrak Xindy.
"Kenapa lo ngikutin gue sih ?" tanya Xindy
"Lo kan belom bayar," ujar Rico beralasan padahal dia mau menemani Xindy belanja.
"Oh iya Sory gue lupa," ucap Xindy lalu mengambil dompetnya dan memberikan uang kepada Rico
Xindy melanjutkan jalannya, Rico masih saja mengikutinya dari belakang, Xindy menoleh dan dia kaget melihat Rico masih saja mengikutinya.
"Loh lo kok belum pergi sih, kenapa juga lo masih ngikutin gue?"
"Kali aja ada yang bisa gue bantu, bawain belanjaan misalnya," ucap Rico
"Beneran nih lo mau bantu gue," tanya Xindy, Rico menganggukkan kepalanya.
Gue kerjain aja kali ya,, Batin Xindy
__ADS_1
"Oke kalau lo mau nolong gue , lo aja yang belanja sana," ujar Xindy lalu memberikan secarik kertas ke pada Rico
Rico mengambilnya lalu bergegas masuk lebih dalam lagi ke dalam pasar itu.
"Eh..dia main ngacir aja, ini uangnya belom di ambil," ujar Xindy namun tidak di dengar oleh Rico.
Xindy pun mengikutinya juga, padahal tadi rencananya dia akan menunggu di sana saja sambil istirahat.
"Loh dia kok main ambil-ambil saja gak pakek nawar sih, emang dia pikir ini Mall apa," guman Xindy lalu menhampiri Rico.
"Lo beli ikan itu berapaan Ric ?" tanya Xindy
"Seratus ribu, murah kan ?" ujar Rico bangga
"Buset dah..bapak mau jual ikan atau malak sih, " ujar Xindy sama bapak-bapak penjual ikan itu.
"Saya sudah bilang kalau ikan itu harganya 25 ribu, eh mas nya malah bilang itu terlalu murah dan dia menaikkan harga ikannya menjadi seratus ribu neng, ya saya terima saja, masak rejeki saya tolak sih," ujar Penjual ikan tersebut.
"Mana uang yang tadi pak," pinta Xindy, penjual itu ragu-ragu memberikan uang nya itu pada Xindy
"Emang lo pikir nyari uang itu gampang apa, ini uang lo gue kembalikan, ini pak harganya 25 ribu kan," ujar Zindy lalu memberikan uang 25 ribu buat penjual ikan itu.
"Yach gak jadi dapat rejeki deh saya nya," ujar penjual ikan itu lemah.
"Sudah lo pergi saja sana, gue gak mau lo habisin penghasilan ngojek lo hanya buat belanjain gue, gue mau belanja sendiri saja," ujar Xindy
"Tapi...
"Kalau lo gak pergi gue gak mau naik ojek lo lagi," ancam Xindy
"Iya deh gue pergi," ujar Rico lalu pergi dari sana.
Siapa sebenarnya Rico ? kenapa dia sepertinya mudah sekali mengeluarkan uang segitu hanya buat beli satu ikan ini, sepertinya dia bukan orang susah, gue harus menyelidikinya,, Batin Xindy
Xindy pun melanjutkan belanjanya dan mulai keluar dari pasar itu.
Rico menhampirinya dari arah belakang, dia sengaja mau mengagetkan Xindy, Xindy langsung mengayunkan tendangan mautnya, Rico yang sudah siap siaga langsung mengelaknya.
"Huff..untung saja," ucapnya karena kalau dia tidak mengelak tadi si Otoy nya yang akan menjadi korban Xindy lagi.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...