
Xindy sedang Duduk di Pantry sambil menikmati Jus jeruknya, Tiba-tiba ponselnya berdering dan ternyata Selamet yang menghubunginya, Xindy segera mengangkatnya.
"Iya Met, Ada apa ?"
"Bos Cantik Tedy kecelakaan,"
"Apa...di mana dia sekarang ?
"Dia di Rumah sakit X, tolong beritahukan iuga sama Radit ya soalnya dari tadi gue telponin ponselnya gak aktif ,"
"Oke gue akan segera ke sana bersama Radit," ucap Xindy segera menuju ke Ruangan Zain.
Gubrak...
Pintu di buka kasar oleh Xindy karena buru-buru.
"Pak saya minta izin pulang ya, ada keadaan darurat," ujar Xindy.
"Kenapa lo minta izinnya ke Gue, kan ada Kepala OB di sini ," ujar Zain
"Kagak keburu pak, Pak Bos saja yang kasih tau ke dia, Oke pak saya buru-buru ," ucap Xindy lalu pergi dari sana.
"Keadaan Darurat apa sehingga dia buru-buru seperti itu, kok gue jadi penasaran ya ," gumannya lalu bangkit keluar dari ruangannya.
"Leni Tunda meeting dengan Staf Marketing hari ini, bila perlu Rescedul ulang," suruhnya
"Tapi Pak..." Ucapan Leni terhenti karena Zain sudah masuk ke dalam Lift.
"iiiih nyebelin deh, nambah kerjaan lagi kan," kesal Leni
Zain sudah sampai di Lobby tapi dia tidak melihat Xindy di sana, saat dia mau berjalan keluar dia melihat Xindy baru keluar dari Lift bersama Radit dengan langkah buru-buru.
"Ooo jadi ini keadaan Daruratnya, Awas lo ya kalau sampai lo ketahuan bohongin gue, lo akan tau sendiri akibatnya," guman Zain lalu mengikuti mereka.
Di Parkiran Zain melihat Radit dan Xindy berboncengan lagi yang membuat wajahnya memerah menahan marah.
"Kenapa gue gak suka melihat mereka berboncengan begitu ya, sebenarnya Cowok itu siapanya Indah sih, kenapa mereka selalu bersama," ucap Zain kesal
Karena motor Xindy sudah melaju, tanpa pikir panjang lagi Zain mengikuti motor mereka tentunya dengan jarak aman agar tidak ketahuan.
Motor Xindy berbelok ke sebuah Rumah sakit dan berhenti tepat di depan Lobby.
"Pak tolong parkirin sebentar ya, ada keadaan darurat," ujar Radit memberikan Kunci motornya kepada Pak Satpam yang berjaga di sana.
"Hei..saya bukan tukang parkir," ujar Satpam itu namun Radit dan Xindy sudah jauh masuk ke dalam loby rumah sakit itu.
__ADS_1
Zain pun melakukan yang hal yang sama, dia menghentikan mobilnya tepat di belakang motor itu.
"Pak tolong parkirin Mobil saya ya, "
"Enak saja, tadi ada yang nitipin Motor sekarang mobil, ini bukan tugas saya tau,"
"Ini cukup kan Pak ," ujar Zain sambil memberikan selembar uang merah kepada Satpam tersebut.
"Kalau gini mah siap pak.., saya akan memarkirkan mobil bapak di tempat yang aman ," ucap Satpam itu sumbringah.
Zain segera masuk ke sana, dia melihat Xindy dan Radit sedang bertanya kepada Resepsionis lalu segera pergi menuju ke arah Lift.
"Sebenarnya siapa yang sakit sih, apa orang tuanya Indah ya, gue harus ngikutin mereka," gumannya kemudian bertanya kepada Resepsionis tadi apa yang di tanya kan oleh Xindy padanya.
"Mbak..Gadis yang tadi nanya apa ya ?"
"Ooo yang tadi itu, dia tanya ruang rawatnya Pak Tedy, saya bilang sama dia di lantai 5 ruang 17 B ,"
"Makasih ya Mbak ," ucap Zain lalu segera menuju ke sana.
Gubraak...
Xindy membuka pintu Ruangan itu,Terlihat Tedi kepalanya di Perban.
"Ted..gimana keadaan lo sekarang ?" tanya Xindy sambil menggenggam tangan Tedy.
"Bos cantik kepalaku sakit banget," ucap Tedy
"Sudah lo jangan banyak bicara dulu, istirahat saja dulu," ucap Xindy sambil mengelus kepala Tedy yang membuat seseorang kesal sekaligus tersentuh karena Xindy bisa lembut juga ternyata siapa lagi kalau bukan Zain.
Tedi sudah mulai memejamkan matanya, Xindy berjalan menghampiri Teman-teman.
"Sebenarnya gimana sih kejadiannya ?" tanya Xindy
"Gini Bos cantik, Menurut Informasi dari orang yang membawa Tedi ke sini Ada sebuah motor yang menyalip Truknya Tedi sehingga membuat Tedi terpaksa membanting setir dan menabrak pembatas jalan dan Truknya masuk Jurang, beruntung Tedi duluan melompat ke Aspal sehingga membuat kepalanya terbentur Aspal," Jelas Selamet
"Ngeri sekali ya, tapi masih untung teman kita selamat," ucap Radit
"Lo kemana aja Sih Dit, gue telponin sampai puluhan kali Ponsel lo malah mati, untung saja Gue inget kalau Bos cantik kerja bareng lo di sana," ujar Selamet.
"Ponsel gue low Bat Met, Sorry semalam gue lupa ngecas." ujar Radit.
"Sudah..kalian udah pada makan belom ?" tanya Xindy
"Belom Bos cantik, kita gak ada yang bawa duit ke sini ," ujar Anjar
__ADS_1
"Gak bawa duit atau gak punya duit lo ?" ledek Radit
"Dua-duanya He..he..," sahut Anjar cengengesan
"Nih buat kalian, beli makanan sana biar gue yang jagain Tedi di sini," ujar Xindy lalu duduk di samping Brankarnya Tedi.
Zain bersembunyi di balik Tembok yang tak jauh dari sana ketika melihat para cowok-cowok itu hendak keluar dari ruangan itu. Setelah mereka semua pergi, Zain kembali berjalan menuju pintu ruangan itu.
"Sebenarnya mereka semua siapa sih, kenapa mereka memanggil Indah dengan sebutan Bos Cantik..Indah, lo siapa sih sebenarnya."
Xindy membetulkan selimut Tedi , ketika dia berbalik sekilas dia melihat Zain yang termenung sambil bersandar di pintu ruangan itu.
"Pak Bos ngapain di situ, pak Bos ngintilin aku ya ?" tanya Xindy yang membuat Zain tersentak dari lamunannya.
"Siapa yang ngintilin lo, orang gue mau menjenguk teman gue yang sakit," ujar Zain bohong
"Terus kenapa Pak Bos berdiri di sana ?" tanya Xindy menghampiri Zain
"Gue gak sengaja lihat lo di sini, awalnya gue ragu kalau itu lo, makanya gue kesini buat mastiinnya," alasan Zain
"Hadeuh..bohong banget dia, kelihatan kali ngintilin gue," guman Xindy
"Kalau begitu ayo masuk pak Bos," ajak Xindy
"Emangnya siapa yang sakit sih Dah ?" tanya Zain
"Itu temannya aku, biasa kecelakaan," ujar Xindy
What..hanya teman saja dia paniknya kek gitu, gue gak percaya kalau dia hanya temannya saja,, Batin Zain
"Kenapa ? pasti pak Bos gak percaya kan omongan aku..ha..ha..sudah aku duga pak Bos," ujar Xindy sambil tertawa dan berjalan menuju ke arah Brankarnya Tedi.
"Maksud lo apa ?
"Aku tau pak Bos gak percaya kalau Tedi ini hanya teman aku kan ," ucap Xindy
Bagaimana dia tau pikiran gue, apa dia punya Indra keenam sehingga bisa membaca pikiran orang,, batin Zain
"Kelihatan kali dari ekspresinya pak Bos," ucap Xindy yang semakin membuat Zain kaget.
Memang bener dia punya Indra ke enam sepertinya,, Batinnya lagi
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai..Readers..sudah mampir belon di DENDAM SANG PEWARIS 😊
__ADS_1