
"Lah Nanggung tau Zain, sudah nyampek Tol nih ," ujar Jo
"Putar balik kataku ," Zain memelototkan matanya ke arah Jo, Jo jadi bergidik karenanya.
Iya..Iya..,"Jo terpaksa menuruti keinginan Zain dari pada Macan ngamuk keluar dari kandangnya lebih baik dia putar balik saja segera.
Huh...dasar Bos Lucnut Lo Zain, sudah nyampek sini masih saja di suruh balik, Gini nih kalau jadi bawahan mesti ngikutin kemauan Atasan, Nasib..Nasib...
*
*
Sayang aku pamit dulu ya, aku akan pergi ke Luar Kota untuk belajar menghafal AlQuran seperti yang kamu mau ," ujar Zain sambil memegang ke dua tangan Xindy.
"Kenapa harus keluar Kota sih Mas ?" tanya Xindy menyelidik
"Jo bilang kalau kita belajar di sini kita gak akan Fokus karena kita akan selalu ingin dekat-dekat sama kalian, jadi Kita memutuskan untuk belajar di Luar kota saja, Sumpah kok Sayang ini idenya Jo ," ujar Zain
"Bagus deh kalau hanya untuk belajar, tapi kalau kamu ketahuan melirik wanita Lain jangan harap aku mau melihatmu lagi ," ucap Xindy yang membuat Zain menelan Salivanya
Enggak Kok Sayang, Sueer deh kita hanya belajar Menghafal Al Quran iya kan Jo ?"
"Iya Xindy, Zain sama babang tampan ini hanya belajar kok gak lebih," ujar Jo
"Jo..gue kasih tau Kinara ya kalau Lo masih merayu Calon Istri gue ," ucap Zain
"Jangan Dong Bro..Xindy kan sudah aku anggap sebagai calon kakak Iparku sendiri, dia kan calon Istri Kakak gue yang tampan ini ," puji Jo
"Gak mempan gue sama pujian Lo, Lagian Lo lebih pantasnya jadi abang Iparnya secara masih Imut gue dari pada Lo walaupun umurnnya lebih tuaan Gue ," ujar Zain
"Seriusan sayang kamu lebih tua dari Jo ?" tanya Xindy tak percaya
"Iya..lebih tua satu tahun,"
"Gak kelihatan Loh sayang, Ups..." Xindy menutup mulutnya ketika melihat reaksi Jo
__ADS_1
"Jadi kalian mau bilang kalau gue Boros wajah gitu ," ujar Jo kesal sama pasangan Lucnut itu.
"Eh Enggak Kok Mas Jo, tapi kalau mas Jo ngerasa ya itu sih urusan Mas jo he..he..," ujar Xindy yang membuat Jo menjatuhkan Rahangnya, dia pikir Xindy akan menyesal dengan perkataannya tadi, tapi sepertinya dia memang Jodohnya Zain deh karena Sifat mereka hampir sama, sama-sama ngeselin .
"Sudah jangan manyun Gitu, lo di sini saja dulu gue mau Pamit sama Mama," ujar Zain
"Ada apa sih ribut-ribut, kayaknya seru banget nih, lagi ngomongin apa sih ?" tanya Inge yang baru keluar dari Kamarnya karena mendengar suara berisik di luar.
"Wah kebetulan Mama sudah keluar, baru saja Zain mau nyamperin Mama di Kamar ," Ujar Zain
"Ada apa sih anak mama ini sampai mau Nyamperin Mamanya ke kamar segala, Pasti ada maunya nih ya ," ujar Inge
"Enggak kok Ma, Aku hanya mau pamit ke Luar Kota ,"Ujar Zain
"Ke Luar Kota ? mau ngapain ?
"Begini Ma, Jo kemaren Cerita kalau dia Melamar seorang gadis dan Ayahnya si gadis meminta mahar samasi Jo Menjadi Imam yqng baik buat anaknya dan Menghafal Kita Suci AlQuran, jadi Xindy Ikut-ikutan deh buat Minta mahar seperti itu sama Zain ," jelas Zain, Dia mengharap kalau Mamanya membelanya dan memberi pengertian pada Xindy agar membatalkan niatnya itu.
"Beneran Sayang ," tanya Inge sama Xindy
"Iya ma, Aku juga mau kan punya Suami yang Hafidz AlQuran dan menjadi Imam yang Baik, semua Wanita pasti menginginkan hal itu, Mama gak keberatan kan," ujar Xindy
"Tu dengar tu kata Mama, jadi kamu enggak punya alasan lagi buat gak belajar," ucap Xindy
Pupus sudah jarapan satu-satunya Zain, memang Cocok sekali calon mertua dan Calon menantu itu, saling melengkapi untuk menyiksa Zain .
Jo sampai tertawa terbahak-bahak melihat Ekspresi Zain yang pasrah dengan ucapan Mamanya.
"Ya sudah kalian berangkat sana, nanti kemalaman loh ," ujar Inge
"Tega sekali mama mengusir kita, padahal aku kan masih ingin bersama Xindy di sini," ujar Zain
"Udah Tante Usir saja Zain, kalau kelamaan di sini dia bisa berubah pikiran ," Jo semakin mengompori.
"Diam Lo jo, Sayang.. Aku pasti akan merindukanmu, Jaga diri mu dan Mama ya ," ujar Zain.
__ADS_1
"Iya Mas, kamu juga jaga diri di sana ya, Fokus dan matanya jangan jelalatan ," ujar Xindy
"Iya Sayang, mana mungkin aku bisa melihat gadis Lain kalau Kamu selalu ada di pelupuk mata ku ini ," Gombal Zain.
"Iya..aku tau mas, aku percaya kok sama kamu, tapi aku gak percaya sama Wanita di luaran sana karena Kejahatan terjadi bukan karena ada niat tapi karena ada kesempatan ," ujar Xindy.
"Iya..Ibu Ustazah, Calon suamimu ini pasti akan selalu mengingat nasehat calon Istrinya yang cantik ini ," ujar Zain sambil menoel hidung Xindy.
"Eh Zain..jangan begitu bukan muhrim tau ," ujar Jo
"Jo sejak kapan kamu seperti pak Ustad begitu, oh Iya Gue lupa kan calon Istri Lo Bu Ustadzah ya ," ucap Zain
Mereka semua akhirnya tertawa.
*
*
Bintang semakin Bosan tinggal Di rumah Yuki, dia bosan karena gak punya teman Ngobrol. Yuki masih saja tidak pulang ke rumah, yqng Bintang Lakukan di sana hanya Tidur, Nonton TV dan main Game aja seperti yang dia lakukan saat ini.
"Huff gue bosen banget di rumah Seperti ini terus, mau keluar gue gak tau mau kemana, kalau gue ke bengkelnya Yuki entar dia makin besar kepala dan bilang kalau gue kangen sama dia." ujar Bintang
"Tapi gue memang kangen sih sama dia, dia walaupun bar-bar Begitu ngangenin juga Orangnya," ucapnya sambil merenggangkan otot-ototnya yang pegal, di saat Bintang menengadah kan kepalanya ke atas Sofa yang dia sandari dia kaget .
"Aaaaa....
Teriak Bintang bersamaan dengan Lambaian seorang gadis cantik yang berada di belakangnya siapa lagi kalau bukan Yuki.
"Sejak kapan lo di situ? bikin kaget gue saja Lo ,"
Yuki mengitari Sofa itu lalu dusul di samping Bintang.
"Sejak Lo bilang kalau gue ngangenin, Rmang benar kalau Lo kangen sama gue ?" tanya Yuki
"Siapa bilang gue kangen sama Lo, Lo salah dengar kali ," ujar Bintang.
__ADS_1
"Emang Iya...gue capek banget nih Tang, pijitin dong ," ucap Yuki sambil menaruh kakinya ke pangkuan Bintang sehingga kaki Yuki menghantam sesuatu yang tertidur di sana.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...