Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
DICKO 125


__ADS_3

Zain menarik kursi untuk Xindy lalu Xindy duduk dengan anggunnya di sana, Semua mata pengunjung masih menatap ke arah mereka, dasar Xindy yang rada-rada Somplak dia menaikan kakinya ke atas Kursi dengan gaya agak Tomboynya lalu melepas Heels nya.


"Sayang kenapa kamu naikin kaki kamu ke atas Kursinya?" tanya Zain


"Kenapa ? kamu malu ya kalau aku begini, aku pegal sayang, ini Heels sudah bikin kaki aku membengkak tau ," ujar Xindy


"Apa..., apa kita perlu ke rumah sakit ?" tanya Zain


"Jangan lebay deh kamu sayang, aku giniin sebentar saja akan mendingan kok."


"Ya sudah..aku tiupin ya ," ujar Zain, Zain lalu jongkok di hadapan Xindy lalu meniup kaki Xindy dengan sepenuh hati, banyak pengunjung wanita yang iri sama Xindy di perlakukan begitu sama pria tampan di depannya apalagi Pria itu adalah pengusaha ternama di Jakarta.


Siapa yang tidak kenal dengan Zain, baru saja dia Viral karena melecehkan seorang gadis tapi setengah Jam kemudian Klarifikasi tentang Skandal itu kembali mencuat, bagaimana tidak tak tanggung-tanggung Asistennya mengadakan Konferensi Pers besar-besaran dengan membawa terdakwanya.


Dan sekarang mereka melihat Zain mesra-mesraan dengan kekasihnya secara terang-terangan di hadapan Umum, apa enggak Wow gitu mereka melihatnya.


"Beruntung sekali gadis itu di cintai oleh CEO ternama seperti pak Zain, seandainya dia belum punya kekasih mungkin akan saya menjodohkannya dengan Putri saya," ucap Salah satu pengunjung yang sedang makan di sana.


"Iya kalau melihat perlakuan Zain kepada wanita yang di cintainya itu membuat saya iri, kenapa suami saya ketika pacaran dulu tidak seromantis itu ya, jadi pengen balik ke masa muda dulu ," ucap Temannya.


Sementara Zain sudah selesai meniup kaki Xindy dan Xindy pun sudah agak mendingan karena di tiup dengan hembusan cinta dari Zain.


"Maaf pak mau pesan apa ?" tanya pelayan yang mengagetkan mereka, dia memberikan daftar menu kepada Zain dan Xindy.


"Sayang kamu mau pesan apa ?" Tanya Zain


"Aku mau pesan...Lobster 2, kepiting besar 2, cumi Goreng 2 porsi dan tumis kerang 2 porsi, oh ya mbak jangan Lupa nasinya ya ," ucap Xindy yang membuat pelayan dan Zain jadi ternganga.


"Sayang kamu serius pesan makanan sebanyak itu ?" tanya Zain


"Memang kenapa, kamu gak sanggup bayar ?" Tanya Xindy yang membuat pelayan itu tersenyum.

__ADS_1


"Bukan begitu sayang, aku heran saja bagaimana kamu bisa menghabiskan semua makanan itu nanti," tanya Zain


"Ya di makan lah, masak di lihatin aja ," ucap Xindy yang membuat Pelayan dan Zain tertawa.


"Kamu tau gak sayang, tenaga aku sudah terkuras habis menghadapi dua cecunguk tadi, jadi aku butuh pasokan tenaga buat menghadapi orang-orang seperti mereka yang memandang kamu seperti mau nerkam gitu ," ujar Xindy sambil menunjuk ke arah satu meja yang penuh dengan gadis-gadis cantik yang dari tadi menatap Kagum pada Zain.


Zain melihat ke arah yang di tunjuk oleh Xindy, benar saja banyak gadis-gadis yang menatap ke arahnya dan ada pula yang terang-terangan seakan menggoda Zain dengan mengedipkan matanya ke arah Zain.


"Mbak apa di sini ada Privat Room, kalau ada saya mau pesan satu dan bawa makanan yang kita pesan ke sana Karena saya tidak mau calon istri saya terganggu dengan pengunjung yang tudak punya etika seperti mereka ," ujar Zain sedikit meninggikan suaranya agar para gadis-gadis di sana mendengarnya.


Para gadis- gadis itu kesal mendengar ucapan Zain seperti itu, sedangkan Xindy tersenyum puas karena Zain sangat menjaga perasaannya.


"Bagaimana mbak, apakah ada ?" tanya Zain


"Di sini tidak ada Privat Room Pak tapi di sini ada ruangan terbuka yang menghadap ke pantai tapi Bapak harus menyewanya,"


"Saya ambil yang itu kalau soal Biaya tidak menjadi persoalan yang penting hanya ada kami berdua saja di sana," ujar Zain


"Baik pak, mari saya antar ," ujar Pelayan itu, mereka pun mengikuti pelayan itu menuju ke tempat yang di katakan olehnya.


"Woow...Indah sekali ..," ucap Xindy sambil berjalan ke arah ujung bangunan itu yang di desain seperti ujung kapal yang sedang berlayar di lautan


Xindy merentangkan tangannya di sana dengan menghirup udara yang sangat segar dalam-dalam.


Zain juga berjalan menghampiri Xindy lalu juga merentangkan tangannya di belakang Xindy seperti adegan Film Titanic.


Namun sedang asik ber adegan seperti itu para pelayan datang dengan membawa pesanan mereka sehingga mereka Kaget dan kembali menurunkan tangannya.


Para pelayan saling pandang sambil tersenyum, mereka sangat kagum dengan keduanya yang satunya cantik bak Bidadari dan yang satunya tampan seperti seorang Pangeran, mereka terlihat sangat serasi dengan balutan pakaian yang mereka kenakan malam itu.


Setelah kepergian para pelayan Xindy langsung menyerbu makanannya dengan semangat, Zain tersenyum melihatnya dan merekapun menikmati makanan itu dengan di temani angin semilir yang menghembus menyapa kulit mereka.

__ADS_1


*


*


Liora dan Radit sudah sampai di Restoran yang di maksud, mareka juga masih mengenakan pakaian yang di pakai ketika menghadiri pesta tadi.


Para pengunjung pun kembali melihat ke arah pasangan itu tapi tidak seheboh tadi.


"Kenapa mereka melihat ke arah kita ya ?" tanya Radit


"Mungkin mereka terpesona melihat kita, kamu tampan dan aku cantik ," ujar Liora narsis.


Mereka berjalan dan menduduki tempat yang tadi Zain dan Xindy duduki.


"Eh tunggu-tunggu..aku sepertinya mencium bau parfumnya Xindy deh ," ucap Liora sambil mengendus kursi itu.


"Perasaan kamu aja kali sayang, mana mungkin mereka juga kesini," ujar Radit


"Iya juga sih, mareka kan pasti sedang romanti-romantisan di tempat yang lebih elite dari ini atau malah mereka sudah terlelap karena lelah ," ucap Liora


Mereka kemudian memanggil pelayan dan pelayan yang sama menghampiri mereka.


"Waah Kursi ini sungguh ajaib ya, sudah dua pasangan yang cantik dan tampan yang duduk di sini ," ucap Pelayan itu


"Dan pakaiannya hampir sama pula, wanitanya memakai gaun dan yang Pria memakai Jas, sungguh beruntung Restoran ini kedatangan Tamu spesial seperti kalian ," ucap pelayan itu tadi


"Sayang maksudnya apa sih pelayan itu bicara seperti itu, atau jangan-jangan Beneran Xindy dan mas Zain ada di sini.


"Mbak, apa yang mbak maksud pengunjung yang sama itu seorang gadis cantik memakai Gaun berwarna Gold,dan yang Pria tampan memakai kemeja yang sama dengan warna gaunnya dan jasnya berwarna Hitam ?" tanya Liora


"Iya..mbak kenal dengan mereka ?" tanya Pelayan itu.

__ADS_1


"Sekarang mereka ada di mana ?" bukannya menjawab tapi Liora kembali bertanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2