Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
DICKO 87


__ADS_3

Bintang kembali ke tempat para orang tua yang masih saja berembuk itu.


"Loh Yukinya mana ?" tanya Yuli


"Tadi Yuki pamit pulang Ma, gak tau kenapa, ini juga Bintang mau nyusul dia ," ujar Bintang


"Loh kenapa begitu? apa kita perlu ikut kamu ?" tanya Rike


"Gak usah Tante biar Bintang saja yang menyusulnya, Tante sama Mama Dan Papa ngobrol-ngobrol aja lagi ," ujar Bintang


"Oh Oke kalau begitu. Maaf ya Yul, Yuki memang suka begitu kalau Mag nya kambuh sering pulang tanpa pamit," ujar Rike merasa tidak enak sama Temannya itu


"Gak apa-apa kok Rike, kamu dulu kan juga seperti itu ya saat kuliah, jadi kamu tenang saja pasti Sifatnya itu nurun dari kamu ha..ha..," ujar Yuli, Rike jadi Ikutan tertawa.


Sementara Bintang segera pulang Ke rumahnya Yuki dengan Menggunakan Taksi, sesampainya di rumah terlihat Pintu masih terkunci rapat pertanda Yuki tidak pulang ke sana.


Bintang mengambil Mobilnya lalu bergegas menuju ke Bengkel Hantu Yuki.


Perlahan Bintang mengetuk pintu Gudang itu, Pintu Gudang pun di buka oleh Dimas.


"Dimas Yuki ke sini gak tadi ?" tanya Bintang sambil celingak-celinguk melihat ke dalam gudang.


"Enggak tuh, di sini cuma ada Gue, Tama dan Nando saja, Tadi juga Yuki pamitnya mau makan malam sama Lo, memang dia kemana sih Tang ," tanya Dimas


"Oh begitu ya, kira-kira kalau lagi ngambek Yuki kemana ya, apa ada tempat lain selain ini yang dia kunjungi ?


"Setahu gue sih enggak ada, tapi mungkin saja dia Liburan Karena dulu dia pernah begitu ketika dia ngambek sama Mamanya," jelas Dimas.


"Oh Oke kalau begitu, gue pergi dulu ya Dim, hubungi gue kalau Yuki datang ke sini ," ujar Bintang.


"Oke Bro, Hati-hati..!!


Bintang Pun melajukan kembali mobilnya meninggalkan Gudang itu. Dimas kembali masuk dan menutup pintunya.


"Gimana apa dia sudah pergi ?" tanya Yuki sama Dimas.


"Sudah, Lo kenapa sih gak mau ketemu sama dia, gue lihat dia itu khawatir banget loh sama Lo," ujar Dimas


"Lo gak perlu tau, gue gak mau berhubungan lagi sama dia, jangan tanya kenapa karna gue gak suka ," ujar Yuki kemudian masuk kekamarnya.


"Aneh banget sih si Yuki, dia gak pernah Loh seperti itu. Gue baru lihat sisi lain Yuki kalau lagi marah ," ujar Dimas

__ADS_1


"Iya..sebenarnya ada apa sih sama hubungan Yuki dan Bintang, kemaren hubungan mereka masih baik-baik saja gue lihat," ujar Tama


"Jangan Kepo, Lo mau di pecat sama Yuki dari bengkel ini ?" ucap Nando yang masih mengerjakan pekerjaannya.


Nando memang tidak suka ikut campur urusan Orang lain tidak seperti Tama dan Dimas.


"Ya enggak dong, mau cari kerja di mana lagi gue kalau Yuki memecat gue, gue pasti gak akan mendapat Bos yang baik lagi seperti Yuki, malah Cantik lagi he..he..," ucap Tama


"Iya sama, Ayo Tam kita kerja, Ingat jangan kepo ," ucap Dimas.


Sementara Bintang masih saja berusaha menghubungi Yuki, ponselnya nyambung tapi tidak di angkat.


"Yuki kemana sih Lo, gue gak nyangka kalau Lo semarah ini sama Gue. Maafin Gue yang udah kasar sama Lo, Yuki please angkat telpon gue," ucap Bintang masih terus berusaha menelpon Yuki, Yuki hanya melihatnya saja tanpa merespon sama sekali, Dia sudah memutuskan untuk tidak berhubungan lagi dengan yang namanya Bintang, Sedikit rasa yang sudah tumbuh di hatinya akan dia kubur dalam-dalam.


*


*


"Zain..Zain..Bangun kita sudah sampai ," ujar Jo sambil menggoyang-goyangkan tubuh Zain.


"Emmm, bentar Lagi sayang, aku masih ngantuk ,"


"Sayang..sayang..pala lo peyang..Najis gue di panggil sayang sama Lo, Bangun gak...!" ujar Jo sambil menyentil kuping Zain


"Zain kita sudah sampai, tu Ustadz nya sudah menunggu kita," ujar Jo


"Mana ?"Tanya Zain


Memang benar adanya di depan sebuah rumah terlihat kalau seorang Ustad paruh baya sedang berdiri di sana, sebelum Mereka sampai di sana tadi Jo sudah menghubungi Pak Ustadz itu sehingga walaupun malam sudah larut dia masih menunggu kedatangan Mereka berdua.


"Jam berapa sekarang Jo ?" tanya Zain


"Lo kan punya Jam Zain, ngapain Lo nanya gue,"


"Iya..ya..," ucap Zain sambil melihat jam tangannya. Jarum menunjuk ke arah pukul satu dini hari.


"Udah larut ternyata, Ayo Jo kita turun,"


"Dari tadi kali gue udah ngajak lo ,"


Mereka pun akhirnya turun dan menjumpai Pak Ustadz yang masih setia berdiri di sana.

__ADS_1


"Assalamuàlaikum pak Ustadz,"


"Waàlaikum salam Warahmatullahi wabarakatuh.


"Maaf Pak Ustadz kita telat nyampeknya ,"


"Gak apa-apa Pak Jo, saya maklum kok, perjalanan dari Jakarta ke sini memang sangat jauh ," ujar Ustadz itu


"Panggil nama saja pak Ustadz jangan pakai embel-embel Pak, gak enak kedengarannya ," ucap Jo


"Oh iya pak Ustadz kenalkan ini Zain yang juga akan belajar menghafal AlQuran sama Pak Ustadz ," ujar Jo lagi


Zain menyalami Pak Ustadz yang bernama Furqan itu.


"Oh iya kalian berdua mau minum apa nak, biar bapak suruh Istri bapak untuk membuatkannya ," tanya Ustadz Furqan


"Gak usah repot-repot pak Ustadz kalau boleh kita langsung istirahat saja," ujar Zain


"Oh..baiklah, kalau begitu kalian ikut bapak ," ujar Ustadz Furqan


Mereka pun akhirnya mengikuti pak ustadz menuju ke sebuah Bilik yang tidak jauh dari rumahnya.


"Maaf Nak Jo Biliknya hanya seperti ini saja, maklum ini pun bekas santri yang lagi mudik ke kampungnya ," ujar Pak Ustadz


"Gak apa-apa kok Pak Ustadz, ini sudah bagus kok ," ujar Jo tapi tidak dengan ekspresi wajah Zain.


"Kalau begitu saya pamit dulu ya nak, selamat beristirahat," ujar Pak Ustadz lalu pergi dari sana


"Bagus apaan sih Jo, gue gak bakalan bisa tidur kalau begini, malah banyak nyamuk lagi ," ujar Zain


"Lo mau cepat bisa ngafal gak, lo terima saja apa yang ada," ucap Jo lalu masuk ke kamar itu, beruntung ada dua Kasur tapi kasurnya satu di atas dan satu di bawah.


"Bos tidur di atas ya, biar aku tidur di bawah," ujar Jo lalu merebahkan tubuhnya di kasur, Zain mau protes tapi dia mendengar dengkuran halus dari Jo pertanda Jo sudah terlelap.


"Dasar kebo, baru saja ketemu kasur langsung molor aja, terpaksa deh gue tidur di atas ,"


Zain kemudian naik ke Atas, Dia juga merebahkan tubuhnya dan menuju alam Mimpi.


Tapi tak lama kemudian Zain di kejutkan oleh suara ketukan pintu, Dia bergegas membuka Pintu itu, terlihat ada seorang gadis tersenyum manis ke arah Zain.


"Siapa ya ?

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Disinilah aku merasa sedih, ada yang nge Like gak ada yang Coment 😭😭😭


__ADS_2