
"Bisma !!!!" Luna kaget ketika mengetahui kalau pemuda itu adalah Bisma
Bisma terkekeh melihat mimik wajah kaget Luna, Dia pun mencubit hidung Luna karena gemesnya.
"Sakit tau !! Lo ngapain di atas pohon?, lo ngikutin gue ya?? " tanya Luna kesal
"Iya ", jawab Bisma singkat
Luna merengut , dia duduk dan bersandar pada pohon besar itu. Bisma pun ikut duduk disampingnya.
"Ngapain sih Lo ngikutin Gue? ntar cewek lo marah tu", ucap Luna kemudian
" Siapa ? Nia? ,Dia bukan cewek gue kok", ucap Bisma lalu bersandar juga di pohon itu mensejajarkan dirinya sama Luna.
"Bukankah kemaren lo bilang sama gue kalau dia itu cewek lo? ", ujar Luna menatap Bisma dengan tanda tanya
"Kemaren gue hanya bercanda karena gue risih dekat sama lo", jawab Bisma jujur
"Terus kenapa lo sekarang dekat-dekat sama gue, sana jauh-jauh", ucap Luna kesal sambil mendorong- dorong tubuh Bisma
Bisma kemudian memegang lengan Luna dan menatap tajam mata Luna,
"Yakin kalau lo gak mau lagi dekat-dekat sama gue", ucap Bisma lembut
Luna menundukkan pandangannya karena tidak sanggup menatap mata Bisma terlalu lama, dia tidak bisa pungkiri kalau dia masih sangat mencintai Bisma sampai sekarang.
"Kenapa kamu diam, kalau memang kamu tidak mau dekat-dekat lagi sama aku? oke aku akan menjauh dari kamu", ucap Bisma melepaskan lengan Luna, Luna terpaku mendengar kata-kata Bisma
Tak tau kenapa hati Luna terasa sakit mendengar ucapan Bisma barusan, Bisma beranjak bangun dan hendak pergi. Tiba- tiba saja Luna memeluknya dari belakang dan membuat langkah Bisma terhenti.
Bisma membalikkan badannya, dia melihat Luna menangis. Bisma menghapus air mata Luna dengan jarinya kemudian dia mengecup kening Luna.
"Jangan menagis lagi, aku disini hanya untukmu", ucap Bisma lembut
Luna tidak mengerti jalan pikiran Bisma, Dia merasa kalau Bisma masih ragu dengan perasaannya untuk Luna. Tetapi Luna tidak mempedulikannya, yang terpenting buat dia adalah bisa dekat sama Bisma saja sudah membuatnya bahagia, biarlah cinta tumbuh dengan sendirinya.
🌹🌹🌹
Hari ini Mika mulai masuk kerja, tapi bukan di Restorant depan kampus XX. Sekarang dia sudah berada di depan gedung tinggi nan besar yang bertuliskan PERDANA CORPERATION.
Dia sungguh takjub melihat kemegahan gedung itu, dia tidak menyangka akan bisa memasuki perusahaan nomor 1 di Jakarta itu, apalagi bermimpi bekerja disana.
__ADS_1
Dia masih terpaku di sana, dia kembali teringat kejadian di apartemen Devan kemaren malam,
"Mika kamu mau gak lebih dekat sama Kak Dion?,, tanya Inge
"Mau banget lah, kan gue cinta mati sama dia.
Ya jelas lah gue bahagia banget kalau dekat-dekat sama dia", ucap Mika dengan mata berbinar.
" Ya udah ,besok lo ke Perusahaan Perdana Corperation dan membawa surat lamaran kerja", ujar Inge
"Apa ??, jangan bercanda lo Nge, itu kan Perusahaan besar, mana keterima gue kerja di sana, gue kan cuma lulusan SMA.Lagian kalau pun keterima paling mentok gue jadi Office girl, mending gue kerja di restoran sebagai pelayan", ucap Mika
"Lo mau dekat sama om ganteng lo gak sih? "tanya Inge kesal
"Memang Om ganteng kerja di sana juga? "tanya Mika serius
"Iya !! makanya gue nyuruh lo ngelamar di sana", ucapnya
"Gue gak yakin kalau gue bisa di terima", ucap Mika minder
"Makanya kak Devan ngasih ini sama gue untuk di kasih ke lo", ujar Inge sambil menyerahkan sebuah amplop kepada Mika
"Apa ini??" tanya Mika binggung melihat amplop yang tersegel rapi dan ada logo nya di sudut amplop itu
"Emang ka Devan punya pengaruh besar ya di sana?" tanya Mika lagi
"Lo lupa atau pikun sih, Kak Devan kan sahabatnya Kak Dion, kan kak Dion Direktur di perusahaan itu", ujar Inge tanpa menaruh curiga sedikit pun terhadap Devan.
"Oh iya ,,ya,,gue lupa", ucap Mika sambil menepuk jidatnya
Mika tersentak dari lamunannya, dia terlihat ragu untuk memasuki gedung itu. Dia takut di usir oleh Security disana.
"Gue gak yakin kalau ini akan buat gue bisa masuk ke sana, lagian gue lihat pemeriksaan untuk bisa masuk ke gedung itu sangat ketat sekali", ucapnya lirih sambil menatap amplop yang di beri sama Inge kepadanya.
"Ah,, gak ada salahnya gue coba, Mika semangat!!! "ucapnya pada dirinya sendiri
Dia pun melangkahkan kakinya menuju pintu masuk, disana dia di hadang oleh dua orang Security yang badannya besar-besar, dia agak sedikit takut melihat wajah garang Security tersebut.
"Maaf Nona!!, ada keperluan apa ya anda datang kemari ?" tanya salah seorang Security yang agak brewokan.
"Saya mau ngelamar kerja pak", ucap Mika gugup
__ADS_1
"Bisa saya lihat kartu identitas anda", ucapnya lagi
Mika bukannya memberikan identitasnya melainkan menyerahkan amplop di tangannya
Security yang menerimanya menjadi binggung, Dia memperhatikan amplop itu dan terlihat kaget karena melihat logo di pojok Amplop tersebut.
Dia pun segera menghubungi atasannya,setelah selesai mengkomfirmasi kepada atasannya security itu lalu berjalan mendekati Mika.
"Ayo Nona silahkan ikut dengan saya", ucapnya
Mika yang masih sedikit takut menuruti perintah security tersebut, dia pun mengikutinya dari belakang. Merekapun naik lift yang ada disana.
"Gue mau di bawa kemana ini, jangan-jangan gue mau di culik, ah gak mungkin,, buat apa mereka nyulik gue, gue kan orang miskin", batin Mika berasumsi sendiri.
Lift terbuka, Mika gak tau sudah sampai lantai berapa tapi dia masih mengikuti security itu. Sampai lah mereka di sebuah ruangan yang agak luas, security itu mengetuk pintunya.
tok..tok..
" Masuk", ucap seorang perempuan dari dalam ruangan itu
Security itupun langsung membuka pintu dan segera masuk kedalamnya, Mika masih setia mengikutinya.
"Maaf Bu Vera!! ,Ini adalah gadis yang saya bilang tadi dan ini amplopnya", ucapnya sambil menaruh amplop itu di mejanya Bu Vera
"Baik, kamu boleh keluar", ucap Vera pada security itu, security itu lalu berjalan keluar, Mika masih mengikutinya.
"Eh kamu mau kemana?" tanya Vera menghentikan langkah Mika
"Tadi saya di suruh mengikuti Bapak itu", jawabnya polos
Vera tersenyum mendengar perkataan Mika.
"Itu kan tadi, sekarang kamu silahkan duduk di sini", ucap Vera sambil menunjuk kursi di depannya, Vera wanita yang cantik dan sangat berwibawa juga ramah orangnya.
Mika lalu duduk di sana, Vera membuka amplop itu dan matanya terbelalak kaget.
Bersambung...
miss N😘😘😘
jangan lupa vote ya Readers
__ADS_1
makasih🙏🙏🙏love U❤❤❤