Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
DICKO 59


__ADS_3

"Mama gak adil Ah, seharusnya Mama belain anaknya, Kan Mama sendiri yang mau menjodohkan Zain sama Indah, kenapa sekarang malah seperti ini sih," ujar Zain makin gak terima


"Zain..kamu itu sudah dewasa sayang, jangan seperti itu Ah, ngambekan kayak anak kecil gak di kasih uang jajan saja, kalau kamu ngerasa kamu lebih Unggul dari Jonathan kamu seharusnya gak usah takut kalah saing sama dia, Mama yakin kamu akan lebih menghargai Indah kalau kamu harus berjuang mendapatkannya, karena sesuatu yang kita dapatkan melalui perjuangan akan lebih bernilai dari pada yang kita dapatkan secara Instan," ujar Inge


Zain terpaku mendengar nasehat Mamanya yang sangat mengena di hatinya itu, di menoleh ke arah Jo yang juga mendengarkan ucapan Inge itu.


"Oke..Jo kita akan kembali ke Rencana Awal, kita akan bersaing secara sehat dan siapapun yang berhasil mendapatkan hatinya Indah yang lain harus menerima dengan lapang dada," ucap Zain yang masih merasa berat dengan ucapannya itu.


"Oke Zain, tapi jangan pernah bawa kekuasaan untuk menghalalkan segala cara ya,"


"Maksud lo gimana Jo ?


"Yach siapa tau kan lo menggunakan Jabatan lo sebagai CEO untuk menekan Si Indah agar mau jadi kekasih lo,"


"Gue gak sepicik itu kali Jo,"


"Kita lihat saja entar, gue gak yakin kalau lo akan menepati Janji Lo itu," ucap Jo


"Jo...jangan mulai lagi deh, gue capek berdebat terus sama lo tau gak ," ucap Zain


"Siapa juga yang mau berdebat sama Lo, gue hanya mewanti-wanti saja,"


"Au ah gelap, lebih baik gue pergi ke Pantry saja mau nemuin Indah," ucap Zain lalu beranjak dari sana.


"Zain jangan nyolong start lo ya..Tunggu gue..," ujar Jo kemudian mengejar Zain. Inge hanya bisa mengeleng-gelengkan kepalanya saja melihat tingkah mereka seperti anak ABG yang baru pertama kali Jatuh Cinta itu.


Walaupun Mama tau Xindy hanya mencintai kamu Zain tapi sebuah tantangan akan membuat kamu lebih mengerti apa arti cinta yang sebenarnya, semoga kamu cepat mengingat semuanya agar Mama bisa cepat menimang Cucu,, Batin Inge.


*


*


Bintang sedang berada di Kamar Hotelnya, dia sudah berada di Jakarta selama tiga hari. Terakhir dia bertemu dengan Yuki yang menurutnya sangat Bar-bar melebihi Bar-bar nya sahabatnya Xindy.


Sebuah senyum terbit di bibirnya ketika mengingat gimana Seksinya Yuki di saat sedang memperbaiki mobilnya.


"Kok dia Seksi sekali ya, Eh Mikir apa sih gue..gak..gak..gue gak boleh suka sama Gadis Bar-bar itu, gimana pun caranya gue harus bisa membujuk Mama untuk membatalkan perjodohan ini.

__ADS_1


Tok..tok...


Sedang Asik dengan lamunannya suara ketukan pintu membuyarkan semuanya.


"Siapa sih, ganggu istirahat gue aja," ucapnya lalu berjalan menuju ke Arah Pintu dan membukanya.


Ceklek...


"Woow...keren juga body lo ," ucap Yuki mencubit perut six pack Bintang, Bintang baru menyadari kalau dia tidak memakai baju hanya memakai celana pendeknya saja.


Sontak Bintang menutupi tubuhnya dengan tangannya dan segera menutup kembali pintu itu.


"Ha..ha..ha..baru segitu saja sudah malu, gimana nanti kalau gue yang seperti itu bisa pingsan tu anak ha..ha..," ucap Yuki


Tak berapa lama kemudian Bintang sudah memakai bajunya dan kembali membuka pintu buat Yuki.


"Mau ngapain lo ke sini ?" tanya Bintang


"Galak amat sih, suruh masuk dulu kek, tawarin minum dulu kek," ujar Yuki


Bintang tak memperdulikan Yuki yang sedang mengoceh gak jelas itu dia berjalan menuju sofa nya dan menghempaskan tubuhnya di sana.


"Apaan tu ?" tanya Bintang ketika melihat sebuah paper Bag yang di taruh oleh Yuki di atas meja.


"Kue buat lo," ujar Yuki


"Perhatian juga ya lo, tau aja Gue suka kue,"


"Pede amat lo, tu titipan Mama, kalau bukan Mama yang nyuruh gue sih ogah ke sini nyamperin lo," ucap Yuki


"Kenapa Lo ngarepin gue datang sendiri ke sini ya, atau tadi lo lagi ngelamunin gue sampai gak pakai baju gitu," ujar Yuki blak-blakan.


"Ish siapa yang ngelamunin lo sih, mending gue lamunin tuh artis-artis Hollywood yang cantik-cantik dari pada gue ngelamunin Lo," ucap Bintang


"Beneran lo gak ngelamunin gue ?" ucap Yuki sambil terus mendekat ke arah Bintang, Bintang yang melihat gelagat gak enak dari Yuki mundur sampai akhirnya di mentok di pembatas Sofa, Yuki terus saja mendekatinya, perlahan dia mulai membelai pipi Bintang dengan Jarinya.


Bintang merasakan sensasi aneh mengalir di seluruh urat sarafnya, sampai-sampai sesuatu di bawah sana terbangun dan meronta-ronta.

__ADS_1


"Ha..ha..ha..segitu aja sudah bangun tuh pistol lo, gimana kalau gue buka baju, langsung nerkam lo ," ujar Yuki yang membuat wajah Bintang merona dan segera berlari ke Kamar mandi.


"Huff...kok bisa ya dia gak malu berkata seperti itu, gue aja yang cowok malu mendengarnya, memang dasar cewek Bar-bar ," ucap Bintang setelah berada di kamar mandinya.


"Bintang..kok lama amat sih di kamar mandinya , apa gue masuk ke situ aja ya ?


"Jangan..gue akan segera keluar kok," ucap Bintang yang membuat Yuki makin keras tertawanya.


"Bintang..Bintang..lo polos amat sih Tang, gue kok jadi gemes ya lihat Ekspresi lo itu pengen gue rekam dan jadiin koleksi ha..ha..," guman Yuki.


Pintu kamar mandi terbuka, Bintang sudah selesai mandi, karena si Jeki sulit di jinakkan akhirnya Bintang memutuskan untuk mengguyur seluruh tubuhnya dan usahanya berhasil juga.


"Lo mandi ?"


"Iya.." ucap Bintang Singkat


"Pantesan lama, Lo siap-siap gih habis itu lo Check out dari hotel ini," ujar Yuki, Bintang mengerutkan keningnya.


"Mama nyuruh gue jemput lo dan membawa lo ke rumah, lo di suruh tinggal di sana sama Mama," ujar Yuki


"Gak mau gue ," ucap Bintang Spontan


"Kenapa lo takut ya sama gue ??


"Kagak, gue gak enak aja tinggal di sana, kesannya gue mamfaatin keadaan, lebih nyaman kalau gue tinggal di sini saja,"


"Berarti lo memang takut dong sama gue ," ujar Yuki memancing Bintang


"Siapa bilang gue takut sama Lo ,"


"Kalau lo gak takut berarti lo mau dong ikut gue ke rumah ?"


"Yach gak gitu juga lagi,"


"Berarti lo memang takut," Tantang Yuki


"Oke..gue mau Ikut lo, gue akan Buktiin kalau gue gak takut sama Lo ," ucap Bintang mantap tapi lain di mulut lain pula di hatinya, dia memang merasa khawatir terhadap ke Bar-baran Yuki, di sini saja dia bisa menggodanya seperti itu apa lagi nanti setelah dia tinggal di rumahnya Bisa hilang keperjakaannya.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2