
Mau sampai kapan dia melajang terus, umurnya hampir kepala tiga, bukan waktunya lagi pacaran seperti ABG, makanya lo persiapkan diri lo aja buat menjadi Istri Dion yang nyebelin itu," ujar Devan membuat mata Dion melotot ke arahnya.
"Asal lo tau Mika, nanti lo akan melihat kebiasaan-kebiasaan buruknya yang gak pernah lo bayangin sebelumnya," ujar Devan yang membuat Dion membekap mulutnya.
Mika mengerutkan keningnya penuh tanda tanya.
"Kita ini tidak ada yang sempurna kak Devan, aku punya kekurangan begitu pula dengan Om Ganteng, aku akan menerima segala kekurangannya Om Ganteng," ucap Mika Dewasa yang membuat Dion ingin memeluknya saja.
Nia sampai terharu mendengarnya, Nia lalu segera memeluk Mika.
"Mika,, aku bahagia akhirnya kak Dion bisa mendapatkan wanita seperti kamu, aku sangat senang bisa menjadi Ipar kamu, terima kasih banyak Mika kamu telah bisa merubah kak Dion menjadi dirinya sendiri seperti dulu lagi," ujar Nia sambil menangis.
"Hadeuh...mewek lagi..mewek lagi.." ujar Elang
Semua menatap ke arahnya, Elang hanya cengengesan saja, sedangkan Edo yang baru tau kalau Dion itu kakaknya Mika jadi minder sendiri, dia dari tadi hanya diam saja mematung di tempatnya.
Nia melihat perubahan dari Edo saat mengetahui dia adalah adiknya Dion mendekatinya lalu mengandeng tangannya dan membawa ke arah Dion.
"Kak Dion ini dia orangnya yang pernah aku ceritain sama kak Dion," ucap Nia yang membuat Edo semakin takut di buatnya.
Dion menatapnya tajam, Edo semakin gugup di buatnya.
"Kak jangan menatapnya seperti itu dong," ujar Nia Dion mendekati Edo dan masih menatapnya tajam. Edo ingin rasanya dia lari dari sana tapi langkahnya terasa berat.
"Edo..!" ucap Dion, Edo semakin gugup saja karena Dion mengetahui namanya.
"Lo punya apa ngedekatin adik gue ?" tanya Dion yang membuat semuanya tegang. Edo semakin gugup dan akhirnya dia memberanikan diri untuk menjawabnya.
"Pak Dion, walaupun aku tidak bergelimang harta tapi aku punya cinta yang besar untuk Nia, aku berjanji akan selalu membuatnya bahagia." ujar Edo gugup, Dion menepuk pundak Edo.
"Buktikanlah..jangan cuma janji saja, aku tidak mau sampai adik kesayanganku terluka, kalau itu sampai terjadi kamu tau sendiri akibatnya," ujar Dion.
"Gleekk..."Edo menelan Salivanya.
__ADS_1
"Kakak, jangan gitu dong sama kak Edo, dia jadi takut kan," ujar Nia manja
"Iya adikku sayang, kakak merestui kok hubungan kamu sama dia, asalkan kamu bahagia," ujar Dion, Bagai di siram air di gurun pasir, Edo merasa lega mendengar ucapan calon kakak iparnya itu.
"Tapi...kalau dia membuat kamu menagis sekali saja, kakak gak akan tinggal diam," ucapnya kembali menatap tajam ke arah Edo, Edo kembali tegang.
"Kakak..., tuh kan ngancam lagi" ujar Nia manja.
"Iya..iya..terserah kamu saja," ujar Dion
Dion pun menghampiri Devan dan membisikkan sesuatu di telinganya, Terlihat Devan mengepalkan tangannya.
"Itu kita urus nanti, sekarang gue hanya ingin Fokus sama acara Pernikahan gue yang akan di adakan di kampungnya Inge."Ujarnya.
"Baiklah kalau begitu, gue akan urus semuanya, lagi pula gue sudah tau lokasinya tempat yang lo bilang itu," ujar Dion
"Bagus, gue serahin semuanya sama Lo," ujar Devan.
"Ayo sayang, kamu ikut aku. Di sini gak aman buat kamu, banyak buaya berkeliaran," ujar Dion melihat sekilas ke arah Andi sambil mengandeng tangan Mika lalu membawanya keluar dari ruangan itu.
"Andi..Lo sabar ya lupain Mika, suatu saat nanti lo juga akan bertemu sama jodoh lo yang sesungguhnya." ujar Elang
"Lo nasehatin gue, nah elo juga kan masih Jomblo," Ledek Andi
"Iya juga ya kalau gitu lo sama gue aja," ujar Elang sambil merangkul Andi.
"Iiiih najis gue sama lo, masak jeruk makan jeruk sih," ucap Andi melepaskan rangkukan Elang, tapi Elang makin mempererat rangkulannya itu sehingga membuat Andi sulit bernafas.
"Elang lepasin gue, gue gak bisa nafas," ujar Andi, Elang pun melepaskan rangkulannya.
"Lo mau bunuh gue ya," ujar Andi meninggi
"Sorry bro..abisnya gue keenakan sih," canda Elang
__ADS_1
"Ish Jijay gue lihat lo kayak gitu," ujar Andi mengidikkan bahunya lalu pergi dari sana menghindar dari Elang.
"Andi.. tunggu gue," ucap Elang , Andi kemudian lari dan keluar dari kamar itu .
Andi terus berlari dan tak sengaja dia menabrak seorang yang memakai Jaket hitam dan memakai topi juga pakai kaca mata hitam yang sedang berjalan di koridor rumah sakit itu.
"Eh sory mas, gue gak sengaja," ujar Andi, tapi orang itu tidak melihat ke arah Andi dan dia segera pergi dari sana menuju ke sebuah Ruangan yang tak jauh dari sana.
"Lah malah pergi, siapa sih tu orang, aneh banget deh," ucap Andi lalu pergi dari sana.
🌹🌹🌹
Inge lagi bersih-bersih di rumah Bi Ijah, dia baru saja pulang dari air Terjun karena itu sudah jadi rutinitasnya setiap habis shalat Subuh dia kesana sambilan lari pagi.
Bi Ijah baru pulang dari rumah besar milik Inge dulu karena memang dia bekerja di sana.Bi Ijah
menghampiri Inge yang sedang beristirahat di teras rumah itu karena capek mengepel tadi.
"Non Inge..., besok non mau gak ke rumah besar buat bantu-bantu, di sana akan di adakan pesta pernikahan yang punya rumah itu," tanya bi Ijah.
"Boleh bik, lagian aku gak ada kerjaan, kalau gak ke air terjun ya bersih-bersih rumah ini, lagian aku kangen suasana rumah itu bik, sambilan aku melepas kangen, he..he..," ujarnya.
"Besok kita harus pagi-pagi sekali ke sana, karena banyak yang harus di kerjakan," ujar Bi Ijah.
"Baik Bik, habis subuh besok kita ke sana, aku jadi gak sabar nunggu besok," ujar Inge membayangkam bisa menginjakan kakinya lagi di rumah itu.
"Kalau begitu bibik balik lagi ke sana ya non, bibik harus masak buat mereka," ujar bi Ijah, Inge menganggukan kepalanya.Bi Ijah pun kembali ke rumah Besar itu sementara Inge masih santai di sana sambil memijit-mijit kepalanya yang sedikit sakit.
"Kenapa kepalaku sakit begini ya, apa karena kurang tidur kali ya," ujarnya, Inge tidak curiga sedikitpun pada pemilik rumah besar itu karena memang dia gak suka kepo urusan orang, Dia pun beranjak menuju kamarnya untuk mengambil handuk setelah itu dia menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang di penuhi dengan peluh.
Setelah mandi dia siap-siap hendak ke kota mau membeli pakaian, siapa tau nanti dia di undang kepesta di rumah itu, jadi dia mempersiapkan dirinya dulu agar besok gak ribet lagi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Like...Coment..dan Vote..makasih🙏🙏🙏