
"Tuh kan sayang, jangan-jangan apa yang aku bilang tadi benar, dia tadi sebut hidup dan matinya kan , kita ke kantor sekarang yuk ," ajak Xindy.
Gak usah sayang, palingan seperti yang aku katakan tadi, kita santai saja di sini, kalau dia butuh kita dia pasti akam ke sini," ujar Zain
"Kamu ini gimana sih sayang, sahabat kamu itu lagi dalam bahaya kok kamu masih bisa tenang begitu sih, kalau kamu gak mau ke kantor biar aku saja yang ke sana ," ucap Xindy lalu beranjak dari sana, mau tidak mau Zain mengikutinya.
"Sayang...tunggu biar aku saja yang bawa mobilnya ," ujar Zain ketika melihat Xindy mau menyetir mobil sendiri.
Xindy hanya menggertak saja tadi, mana bisa dia bawa mobil Sport begitu, melihatnya saja baru kali ini, kalau di suruh bawa mobil bak sih dia bisa he..he..
Xindy kemudian Pindah ke sebelahnya, Zain masuk ke mobil lalu melajukan mobil itu menuju ke Kantornya. Di perempatan Jalan Jo melihat Mobil Zain yang melaju dengan kecepatan tinggi berlawanan arah dengannya.
"Sepertinya Itu mobil Zain deh, mau kemana dia, Lebih baik gue ikutin saja kemana perginya Zain." ucapnya memutar mobilnya mengikuti Mobil Zain.
Jo heran melihat arah Mobil Zain menuju ke arah kantor mereka.
"Sial..kalau gue tahu Zain pergi ke kantor gue gak akan pergi ke Mansionnya tadi, kalau begini kan gue yang capek ," guman Jo
Zain sudah memarkirkan mobilnya lalu berhegas menuju ke Lantai 21 ke ruangannya Jo.Sedangkan Jo juga mengikuti mereka dari belakang.
"Sayang kira-kira Jo kenapa-napa gak ya ?" tanya Xindy, Jo senang mendengar pertanyaan Xindy seperti itu, dia senang karena Xindy mengkhawatirkannya.
"Sudah ayo Kita ke sana dan kita pastiin sendiri si Curut itu enggak apa-apa," ujar Zain lalu masuk ke dalam Lift , tapi ketika Lift hampir menutup sebuah tangan kekar menghalanginya sehingga Lift itu terbuka kembali.
"Jo!!!!
"Dari mana Lo, lo gak kenapa-napa kan ?" tanya Zain, Jo hanya tersenyum ke arah Zain dan Xindy.
"Fisik gue gak kenapa-napa tapi hati gue rusak parah Zain ," ucap Jo yang membuat kening Zain Dan Xindy berkerut.
"Lo sakit lever ?" tanya Zain
__ADS_1
"Nanti gue jelasin Zain, sekarang kita Ke ruangan Lo aja Dulu," ujar Jo.
mereka pun menuju ke ruangan Zain, Jo menghempaskan tubuhnya di Sofa sambil menaruh Lengannya di kepalanya .
"Jo kalau Lo sakit lo berobat ke Dokter, ngapain Lo telpon Gue ?" ujar Zain
"Sepertinya penyakit gue bakalan parah Zain kalau lo tidak mau menolong gue ," ujar Jo
"Memangnya lo sakit apa sih sebenarnya Jo, kenapa bisa separah itu, apa harus di lakukan Operasi, kalau memang itu benar Lo lakuin saja Operasinya nanti biar gue yang bayar," ujat Zain
"Bukan penyakit Zain, tapi gue butuh bantuan kalian untuk mencari guru mengaji yang terbaik buat gue ," ujar Jo yang membuat Zain dan Xindy melongo.
"Lo kena Santet mas Jo ?, siapa yang berani nyantet Mas Jo, bilang sama gue biar gue pites tu orang ," ujar Xindy sambil menepuk telapak tangannya dengan tinjunya.
"Gimana ya cara ngejelasinnya, begini ya Zain, Xindy...Gue mau menikahi seorang anak kyai, tapi gue harus sediain mahar yang mereka minta," ujar Jo
"Apa...!!
"Jadi dari tadi yang Lo maksud hanya Itu, Jo..Jo..kenapa lo bikin kita panik sih, Lo kan bisa Langsung saja memberikannya sendiri," Ujar Zain.
"Nah Justru itu gue gak bisa Zain," ucap Jo lemah
"Memangnya apa sih yang di minta sama mereka, Rumah, Mobil atau uang milyaran, Gampang... Lo bilang Besok kita akan kesana buat memberikan maharnya ," ucap Zain
" Justru yang mereka minta bukan itu Bro, kalau semua itu yang mereka Minta gue bisa memenuhinya sendiri ," ucap Jo
"Te mereka minta apa dong, kenapa.sepertinya berat banget sih Mas Jo ?" tanya Xindy
"Mereka meminta seperangkat alat Sholat dan Sebuah AlQuran ," ucap Jo
"Bhua..ha...ha..Jadi hanya itu yang mereka minta, terus kenapa lo gak beli sasa terus ngasih ke mereka Jo, Lo bercanda aja deh, gue gak sanggup menahan tawa gue ," ucap Zain.
__ADS_1
"Tapi yang mereka minta bukan dalam bentuk barangnya," ucap Jo, Zain terdiam mengengar ucapan Jo
"Maksud Lo apa Bro, gue gak ngerti ," ucap Zain
"Maksud gue mereka Ingin Gue bisa menjadi Imam buat Putrinya Dan Yang gue gak sanggup itu adalah Mereka mau gue bisa menghafal satu Al-Quran full Bro..lo bisa bayangin kagak sih gimana susahnya hati gue mengongat hal itu, pakek gue memakna ," ucap Jo sambil menelungkup tanganny ke wajahnya.
"Apa..,Jadi lo di suruh menghafal satu Al-Quran sama orang tuanya, lebih baik lo lupakan saja niat lo itu Bro, gue tahu lo, jangankan satu AlQuran membaca Iqro' saja lo enggak bisa ," ucap Zain
"Nah justru itu gue minta tolobg sama kalian berdua buat nyariin Guru ngaji terbaik buat gue agar gue bisa menghafal AlQuran dalam satu Bulan." ucap Jo
"Apa...!!!!
"Lo sudah gila ya Jo, mending lo lupain deh tu cewek, lo cari aja yang maharnya gampangan jangan membebankan diri lo dengan mahar yang gak masuk akal itu ," ujar Zain
"Sayang, kamu ngomong apa sih, Ooo jadi kamu akan ninggalin aku kalau mahar yang aku minta Susah kamu dapatkan gitu ?" tanya Xindy
"Loh kenapa kamu samain hubungan Jo sama Kita sih sayang, Kita beda loh dari dia ," ujar Zain
"Beda apa, seharusnya aku meminta mahar yang sama dengan gadis yang Jo suka, aku juga mau punya Suami yang bisa jadi Imam buat aku dan aku juga akan bangga kalau kamu bisa menghafal AlQuran," ucap Xindy.
"Sayang jangan ngada-ngada deh, kamu bercanda kan ?" ucap Zain
"Siapa bilang aku ngada-ngada, kalau kamu belum bisa menunaikan apa yang aku minta berarti selama itu kita tidak akan menikah ," ujar Xindy Lalu pergi dari sana.
"Ini semua gara-gara lo Jo, gue jadi Ikutan susah kan kalau begini caranya, gue akan
buat perhitungan sama Lo ," ujar Zain lalu bergegas mengejar Xindy.
"Lah kok gue sih, tapi gak apa-apa deh Zain nyalahin geu, jadinya gue punya teman sekarang, selamat berjuang pejuang Cinta ," ucap Jo sambil bangun dan mengejar mereka.
"Sayang Kamu jangan bercanda begitu dong sama aku, kalau maharnya seperti itu gak tau kapan kita bisa menikahnya ," ujar Zain masih mengejar Xindy.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...