
Xindy menghentikan langkahnya, dia lalu membalikan tubuhnya ke arah Zain.
"Sayang berarti kamu menolak melakukan semua itu, Jadi begitu ya, semua ucapan kamu ternyata semuanya bohong belaka, katanya mau mengarungi samudera dan mendaki gunung Himalaya, baru menghafal AlQuran saja sudah nyerah, mana bukti ucapan kamu itu ," ucap Xindy
Zain terdiam, semua ucapan Xindy ada benarnya, dia belum mencoba tapi sudah menyerah begitu saja.
"Mmm baiklah sayang, aku akan kembali Mondok untuk menghafal AlQuran buat maharku untukmu ," ucap Zain lemah.
"Kamu ikhlas gak sih, kok lemah gitu ucapannya ," ujar Xindy
"Iya...aku akan mondok lagi untuk bisa menghafal AlQuran buat maharku untukmu sayang ," ucap Zain kembali dengan suara Lantang.
"Nah gitu dong dari tadi , kalau begini kan aku jadi senang lihatnya," ujar Xindy, bukan apa-apa Xindy meniru syarat Gadis yang di sukai oleh Jo itu, dia hanya Ingin Zain tidak memaksanya segera menikah sebelum dia menyelesaikan kuliahnya.
Zain mengantarkan Xindy ke Mansionnya lalu kembali ke kantornya.
Di Kantor terlihat Jo masih saja dengan tatapan kosongnya.
"Awas Kesambet Jin ustadz lo nanti kalau bengong terus," ujar Zain
"Zain kok Lo balik lagi sih ?" tanya Jo
"Nasib gue akan sama dengan nasib Lo Jo, ini semua gara-gara Lo gue terancam gagal Nikah ," ujar Zain kesal lalu merebahkan tubuhnya di Sofa satunya.
"Bhua...ha..ha..jadi gue punya teman dong ha..ha..," Jo semakin ngeselin buat Zain
"Au ah gelap ," ucap Zain sambil beranjak dari sana.
"Mau kemana Lo Zain ?
"Gue mau nyari Guru ngaji yang kompeten ," jawab Zain
"Gue Ikut...!!!
"Kalau Lo Ikut yang ngurusin kantor siapa ?
"Iya ya..kan Gue yang pertama pengen belajar mengaji, kok Lo yang duluan sih ?
"Kalau begitu bareng aja, nanti gue suruh Om Joko Buat menghadle Perusahaan," ujar Zain kembali duduk di Sofa.
" Lah kok duduk lagi sih Zain,Terus kita cari guru ngajinya kapan?
"Lo serching Mbah Goggle saja, gue mau istirahat dulu, nanti kalau Lo dapat Alamatnya kita langsung Ke rumahnya saja ," ucap Zain Lalu merebahkan tubuhnya di Sofa.
"Yach gue juga kan yang kerja akhirnya , Dasar Bos luknut Lo Zain ," omel Jo
Zain hanya tersenyum mendengar ucapan Jo, dia lalu memejamkan matanya.
__ADS_1
*
*
Kinara masih memikirkan Jonathan, keberanian Jo mengungkapkan isi hatinya di depan Abinya Kinara membuat dia Senyam-senyum sendiri karenanya.
"Neng kinara kenapa neng senyam-senyum gitu, apa ada hal yang Lucu neng?" tanya Pekerja yang masih mengerjakan pembuatan Mushalla itu.
"Eh..gak kok Pak, sepertinya mulai besok aku gak kerja lagi di sini deh pak, aku mau Lanjutin kuliahku yang Dulu tertunda, semua pekerjaan Di sini aku titip sama kalian semua ya ," ujar Kinara.
"Yach gak asik lagi nih kalau Neng Kinara gak ada, kita jadi gak semangat lagi deh," ucap bapak itu
"Aku janji kok bakalan sering Ke sini, Kan setiap Hari Jumat seperti biasa aku akan mengajar ngaji anak jalanan kok pak, sambil ngontrol pekerjaan kalian juga ," ucap Kinara
*
Di Perusahaan terlihat Jo berjalan menuju ke Ruangan Zain.
"Bangun Zain..gue sudah dapat Guru ngajinya, bangun dong..," Jo menggoyang-goyangkan tubuh Zain
"Apaan sih Jo, gue lagi mimpiin bidadari gue, Lo ganggu aja sih ,"
"Cepat bangun..Lo mau nikah gak sih ?, kalau Lo gak mau ikut, gue saja yang pergi sendiri." ucap Jo
"Iya..iya..gue ikut, tapi tunggu sebentar gue cuci muka dulu," ujar Zain lalu bergegas ke Kamar mandi.
Zain sudah nampak Fresh, dia berjalan bersama Jo menuju ke Mobilnya.
Jo masuk lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, namun tiba-tiba mobil itu berhenti di depan deretan pertokoan.
"Kenapa berhenti di sini? apa tempatnya sudah sampai ?
"Belum sih Zain, tapi gue mau pamit dulu sama yayang gue ," ujar Jo
Zain mengerutkan keningnya. Lalu kembali memejamkan matanya.
"Jangan lama-lama ," ucap Zain, Jo keluar dari mobilnya lalu bergegas menuju Ke Mushalla yang ada di belakang pertokoan itu.
Terlihat para pekerja sedang beristirahat sambil makan cemilan.
"Selamat siang Bapak-bapak ," sapa Jo
"Eh Si Masnya datang Lagi, mau ngasih kita makanan Lagi ya ?"
"Bukan Pak, saya ke sini buat bertemu dengan Kinara ,"Ucapnya
"Kirain si Mas mau ngasih kita makanan, kalau Neng Kinara Lagi Sholat Dhuha mas, tungguin saja sebentar lagi juga selesai ,"
__ADS_1
Benar adanya apa yang di katakan oleh Bapak itu, tak lama Kinara sudah Keluar Dari Mushalla dengan wajah yang nampak kaget ketika mekihat Jo di sana.
"Apa aku Halusinasi ya, kenapa ada Mas Jo di sini, ini pasti hanya bayangan saja," guman Kinara sambil mengucek-ngucek matanya namun Bayangan Jo tidak menghilang juga.
"Kamu kenapa, kok kaget begitu melihatku ?" tanya Jo.
"Tuh kan bukan halusinasi, memang Itu benar Mas Jo ," guman Kinara Lagi. Terlihat Jo berjalan menghampiri Kinara.
"Apa kamu kira aku hanya bayangan ya ?, ini beneran aku kok ," ucap Jo yang membuat Wajah Kinara merona.
"Mas Jo ngapain Ke sini ?" tanya Kinara
"Aku mau ketemu calon Istri ku dong ," Gombal
Jo
"Belum tentu juga kan, Kan Mas Jo belum bisa ngasih Mahar yang Abi Minta ," ujar Kinara
"Justru itu Mas Ke sini untuk Pamit sama Kamu," ujar Jo yang membuat Kening Kinara mengerut.
"Pamit ? Memangnya Mas Jo Mau kemana ?"
"Kenapa takut kangen ya ?"Goda Jo
"Mas jangan bercanda dong, aku serius loh ini ," ujar Kinara malu
"Kamu bisa malu juga rupanya , ngegemesin banget sih ," ucap Jo yang membuat Kinara semakin Malu di buatnya.
"Apaan Sih Mas,"
"Jadi begini Calon Istriku, Aku ke sini mau pamit untuk mencari Mahar buat pernikahan kita," ujar Jo
"Maksud Mas Apa ?
"Aku mau belajar mengaji dan menghafalkan AlQuran di sebuah Pesantren Khusus Hafidz yang ada diLuar Kota," ujar Jo
Kinara sangat terharu mendengarnya, ternyata Jo tidak main-main dengan perasaannya sampai bela-belain keluar Kota untuk bisa menghafalkan AlQuran hanya untuk bisa menikah dengannya.
"Kenapa kamu terharu ya ?" tanya Jo
"Mas Jo ini kayak Ahli Nujum deh bisa tau isi hati orang,"
"Ya jelas aku bisa tau Dong, kan hati kamu sekarang ada di dalam sini ," ujar Jo sambil menunjuk ke arah dadanya, Kinara semakin salah tingkah dibuatnya. Gombalan Jo sangat mengena di hatinya.
"Heem..Sudah Gombalnya, kapan perginya ini ," ujar Zain yang sudah dari tadi berada di depan mereka, karena Mereka asik ngobrol jadi tidak melihat Zain di sana.
Sontak keduanya menoleh ke arah sumber suara.
__ADS_1
"Mas Jo Ini siapa ?
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...