
"Gak macam-macam kok sayang, Aku cuma mau satu macam saja", ucap Devan dengan serigainya
Devan mulai mendekat , Inge yang melihat gelagat Devan lalu mundur sehingga membuatnya terjatuh dan terbaring di atas sofa itu, Devan masih saja mendekat sampai jarak wajahnya dengan wajah Inge sangat dekat.
Jantung mereka berpacu, keringat dingin mengalir di sekujur tubuh Inge melihat tatapan buas Devan. ketika bibir Devan hampir menempel di bibir Inge,
"Inge !!!, Gue pulang !! " ucap Mika langsung masuk ke apartement tanpa mengetuk pintu, sontak mereka kaget akan kedatangannya.
Devan pun kembali duduk tegak, sedangkan inge yang langsung merapikan penampilannya yang sedikit acak-acakan akibat ulah Devan.
"Dasar pengganggu", ucap Devan dingin dan segera menuju kamarnya
"Kenapa sih gue selalu datang di saat yang gak tepat gini, jiwa jomblo gue meronta-ronta melihat kalian", ucap Mika sambil duduk di sofa .
"Lo sih datang tak di jemput pulang tak di antar", ucap Inge dengan wajah yang masih merah
"Lo pikir gue jelangkung ??" ucap Mika kesal
" Lo kan udah buat kesepakatan sama gue, selama Gue gak ada kak Devan gak boleh kemari", ujar Mika
"Iya,, gue tau kok, gue udah ngelarang dia kemari. Dasar kak Devannya aja yang bandel, untung tadi lo datang, kalau gak...!!" ucapan Inge menggantung
"lo udah di apa-apain sama kak Devan ??" tanya Mika kaget
"Dasar lo,, otak lo tu yang mesum", ucap Inge sambil menjitak kepala Mika
"Gimana gue gak mesum, setiap gue lihat kalian selalu saja dalam posisi yang sama. Mending lo cepat-cepat nikah sana sama kak Devan, dari pada lo tekdung duluan", ujar Mika
"Dasar ya mulut lo,, iihh amit-amit cabang bayi deh", ucap Inge sambil mengetuk-ngetuk kepalanya.
"Gue cuma khawatir aja sama lo, kalau lo berduaan kan yang ketiganya..."
"Setan !!", ucap Inge dan Devan bersamaan,Mika tidak menyadari kalau Devan sudah berdiri di belakangnya.
Mika kaget mengetahui Devan sudah ada di belakangnya, dia melihat kearah Devan lalu ke arah Inge,,
"Gue dong setannya ??"ucap Mika sambil menunjuk kearah dirinya sendiri.
"Dasar kalian teman gak ada akhlak ya, masak cewek secantik dan semanis gue di bilang setan, lebih baik gue mandi aja dari pada jadi setan di antara kalian", ucap Mika sambil menuju ke kamar.
Inge dan Devan pun tertawa melihat wajah kesal Mika, mereka kemudian saling menatap satu sama lain.
"Jangan di lanjutkan lagi adegan tadi ya, di kasih sah dulu anak orang", ucap Mika yang muncul lagi dengan handuk di bahunya. Mereka kaget, Devan melempar Mika dengan bantal sofa sehingga Mika berlari menuju kamarnya.
"Memang kayak jelangkung ya dia", ujar Devan kesal
Inge yang melihat wajah kesal Devan langsung mengecup pipi Devan, sehingga Devan kembali tersenyum,
"Kamu udah nakal ya", ucap Devan seraya mendekat ke arah Inge dan hendak mencium bibir Inge.
"Awas ada setan loh", ujar Mika langsung masuk lagi ke kamarnya
__ADS_1
"Mikaaa !!!!!" teriak Devan
Mika cekikikan di dalam kamarnya karena sudah berhasil mengerjai pacar sahabatnya itu.
"Udah Honey !! gak usah di peduliin tuh si Mika, dia orangnya memang jail", ucap Inge meredam amarah Devan
Mendengar kata-kata Inge Devan kembali tersenyum.
" Aku suka kamu panggil kayak tadi, kayaknya kamu mulai terbiasa dengan panggilan itu. Mulai sekarang kamu harus panggil aku Honey dimanapun kita berada", ucapnya
"Tapi aku malu", ucap Inge
Devan kembali cemberut, " Iya,, iya..Aku akan panggil kamu Honey di manapun kita berada", ucap Inge mengalah
"Makasih Baby, I love you", ucap Devan sambil mengecup lembut bibir Inge. Inge merona , baru kali ini dia mendengar langsung ucapan itu keluar dari mulut Devan.
"Oh ya Baby, Mama pengen kamu kerumah, kira-kira kapan ya kamu mau ikut aku ke rumah ??" tanya Devan
"Aku terserah kamu saja Honey, kapan pun aku siap", jawab Inge
"Kamu yakin ??, kamu kan belum sepenuhnya sembuh baby", tanya Devan
"Aku yakin kok, malahan besok aku udah mulai kuliah lagi", ujarnya semangat
"Kalau begitu gimana kalau weekend ini, Papa sama Mama pasti sangat senang kalau kamu ke rumah", ujar Devan
kruukk...kruukk..
" Kamu lapar ya ??"
Inge mengangguk, Mika yang sudah rapi keluar dari kamarnya .
"Kita makan di luar aja yuk", Ajak Devan
" Boleh,,Mika kamu ikut ya!!" ajak Inge
"Gak ah..Nanti gue jadi obat nyamuk lagi", ucapnya malas
Inge membisikan sesuatu di telinga Devan, Devan segera mengambil Hp nya lalu menelpon seaeorang.
" Hallo Dion !! gue mau ketemu lo di restoran Biasa ya , sekarang !!",
Mendengar nama Dion di sebut, Mika jadi semangat.
"Gue ikut deh", ujarnya
"Giliran ada Kak Dion aja lo semangat ", ledek Inge
"Ya iya lah , dia kan pengeran gue, calon suami gue, calon ayah dari anak-anak gue", ucap Mika lebay
"Hadeuh..Mulai deh Halu nya", ucap Inge bergegas ke kamarnya
__ADS_1
"Mau kemana lo? " tanya Mika
"Gue mau ganti baju", ucap Inge sambil berlalu
" Gue ikut !!!" ucap Mika mengikuti langkah Inge
Devan hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah dua sahabat itu.
πΉπΉπΉ
Di sebuah Restorant Mewah, Dion duduk seorang diri disana. setelah Devan menelponnya dia langsung bergegas ke sana. dia tidak Ingin Boss nya itu menunggu.
"Ada apa ya Devan tiba-tiba menyuruh gue ke sini", gumannya
Dia melihat jam di tangannya lalu melihat ke arah pintu masuk tetapi belum ada tanda-tanda kedatangan Devan.
Dion meminum orange juice yang tadi sudah di pesannya, kemudian dia memainkan Hp nya.
Beberapa menit kemudian Devan datang bersama dengan Inge yang menggandeng tangannya mesra, dan di belakangnya ada seorang wanita cantik dengan dress selutut berwarna cream dengan manik-manik indah di dadanya.
Seketika Dion terpana akan kecantikan wanita itu yang ternyata adalah Mika yang sudah di make over oleh Inge.
Dion masih mematung , pandangannya masih tertuju pada Mika.
" ternyata dia cantik juga kalau udah dandan", batin Dion
" Eh Bro !!Bengong aja lo dari tadi", ucapan Devan menyadarkan Dion .
" Eh Maaf, ayo silahkan Duduk", ucapnya grogi
"Makasih Om ganteng", ucap Mika langsung duduk di samping Dion
"Baru aja di puji, udah muncul genitnya", batin Dion
"Bro!! ada apa nih nyuruh gue ke sini ??" tanya Dion
"Gue cuma mau lo temenin Mika, karena dia gak mau jadi obat nyamuk ", ucap Devan datar
Dion menjatuhkan rahangnya mendengar ucapan Devan, dia pikir ada hal yang penting yang ingin dibicarakan sehingga Devan buru-buru menyuruhnya kesana, ternyata hanya untuk menemaninya makan.
Bersambung...
miss Nπππ
Para Readers mana coment & vote nya
miss N jadi kurang semangat nih, jangan hanya di like aja dong ...
Becandaβββ tapi kalau di vote miss N seneng pakek banget loh πππ
love Uβ€β€β€
__ADS_1