
Devan kesal melihat orang yang berada di luar mobilnya itu.
Devan menurunkam kaca mobilnya setelah penampilan Inge yang acak-acakan itu sudah rapi kembali.
"Ngapain lo bro, kok lama amat parkir di jalan, orang-orang gak bisa lewat tuh," ujar Elang sambil menunjuk kebelakang mobil Devan. Devan yang tadinya mau marah sama Elang tidak jadi.
Devan melihat kebelakang mobilnya, dia pun cengengesan karena gara-gara mereka sudah banyak mobil yang mengantri hendak masuk kedalam kampus. Saking asiknya Devan bersama Inge di mobil sampai tidak sadar kalau mobilnya menghalangi orang masuk ke kampus itu.
"Honey,,aku masuk dulu ya," ujar Inge dengan wajah merona malu
"Iya Baby, nanti pulangnya tunggu aku jemput ya," ujarnya, Inge menganggukkan kepalanya kemudian melangkah masuk ke kampusnya.
"Kalau mau mesra-mesraan ingat tempat Bro, jangan nyusahin kita-kita," ucap Elang lagi
"Bawel lo," ucap Devan kemudian segera melajukan mobilnya. Elang hanya tertawa karena menangkap basah sahabatnya itu. Dia kemudian segera kembali kemobilnya dan masuk ke kampus.
Nia yang melihat Inge sudah datang segera berhambur kepelukan Inge.
"Inge..gue kangen banget sama lo, gimana nih rasanya tinggal seatap sama calon mertua," tanya Nia penasaran.
"Awalnya gue deg-degan takut mereka gak suka sama gue, tapi saat gue sudah di sana gue senang karena mereka sangat Wellcome sama gue," ujarnya berbinar.
"Aku juga ikut senang kalau kamu senang , seandainya saja nanti calon mertuaku nantinya seperti mama papanya kak Devan, pasti aku akan bahagia banget." ucapnya, Inge memeluk sahabatnya itu.
" Menangin dulu hati calon pacarnya baru mikirin menaklukan calon mertua," bisik Inge di telinga Nia, Nia merona malu.
"Tapi kalau lo jadian sama dia kan gak ada mertua, jadi lo gak perlu susah-susah naklukin orang tuanya." ujar Inge kemudian
"Iya juga sih," ucap Nia
" Oh ya inge, tadi aku sempat dengar gosip kalau hari ini kita kedatangan Dosen baru, katanya sih masih muda dan ganteng." ucap Nia
"Nia sayang walaupun ada seribu laki-laki ganteng yang lain di dunia ini, tapi cintaku tetap untuk Honey ku seorang," ucap Inge
"Ih lebay.." ucap Nia segera menggandeng tangan Inge masuk keruang kelasnya. Saat mereka sampai disana, Bisma yang melihat mereka datang langsung menghampiri.
" Inge..lo sudah sembuh ya ?"tanya Bisma
"Alhamdulillah Bisma, sebenarnya gue belom sembuh benar sih, tapi gue kangen sama suasana kampus dan lagian gue sudah lama sekali ketinggalan pelajarannya," ucap Inge
" Kalau soal itu kita siap bantu kok, ya gak Nia ?"
"Iya Nge, kamu tenang aja kita siap kapan saja kok, asal di ajak ngadem bareng di rumahnya kak Devan," ucap Nia semangat
__ADS_1
"Soal itu nanti gue tanyain dulu sama mama Nita ya, gue gak enak main bawa-bawa aja kalian ke rumahnya," ujar Inge
"Cie..cie..udah manggil mama aja nih, kayaknya tinggal di sahin aja sama kak Devan," goda Nia, Inge merona malu
"Lo tinggal di rumah Devan Inge ?" tanya Bisma gak suka, walaupun Bisma sudah pacaran sama Luna tapi perasaannya sama inge masih tetap tersisa, dia berharap suatu saat dia bisa memiliki Inge.
" Iya Bisma, Kak Devan maksa gue untuk tinggal di sana, dia bilang gue harus dalam penjagaan ketat karena ada seseorang yang ingin mencelakakan gue," jelasnya
"Siapa ?" tanya mereka bareng
"Gue juga gak tau siapa orangnya, yang jelas gue masih dalam bahaya," ucapnya bohong, dia tidak ingin sahabat-sahabatnya tau kalau Angel yang sudah mencelakakan dia sampai dua kali.
Lagi asik mengobrol tiba-tiba Dosen pun masuk, Bisma segera kembali ke tempatnya.
Inge terkejut ketika melihat Dosen itu.
"Alvian !"
Alvi tersenyum sekilas kepada Inge dan kemudian dia menuju ke mejanya.
"Selamat pagi semua !"
"Pagi Pak.." jawab semuanya
"Perkenalkan saya Alvian, kalian bisa panggil saya pak Alvi."
Pada saat sudah selesai mengajar, Alvi memberikan tugas untuk semuanya dan harus di kumpulkan Besok.
"Oke untuk hari ini saya rasa cukup sekian, dan untuk tugas yang saya berikan tadi saya ingin satu orang saja yang mengumpulkannya dan menyerahkan kepada saya besok," ujarnya
"Saya akan memilih seseorang dari kalian untuk melakukan tugas itu," tambahnya kemudian, semua jadi deg-degan terutama mahasiswi yang sangat ingin terpilih untuk melakukan tugas itu karena itu kesempatan bagi mereka untuk bisa lebih dekat sama Dosen tampan itu. Inge terlihat cuek saja dari tadi, dia malah asik merapikan bukunya dan memasukkannya ke dalam tas.
"Kamu !" semua memandang kearah yang di tunjuk oleh Alvi, Inge yang lagi asik dengan kegiatannya merasa di perhatikan oleh semua yang ada di sana Akhirnya menoleh, ternyata dia yang di tunjuk oleh Alvi.
"Saya pak ?" tanya nya Binggung
"Iya kamu, besok kamu yang harus mengumpulkan semua tugas mahasiswa dan menyerahkannya ke saya," ujarnya
"Tapi pak.." ucapan Inge terputus karena Alvi sudah pergi dari ruangan itu.
Sebuah senyum terlihat di wajah Alvi.
Lucu sekali dia kalau lagi kaget begitu. Sadar Alvi lo disini hanya untuk melaksanakan Misi , kenapa malah lo muji dia sih, jangan sampai misi lo gagal karena suka sama dia,, Batin Alvi
__ADS_1
Alvi kemudian bergegas menuju ruangannya, Inge masih mematung di kelasnya.
"Hufff..baru aja gue masuk kampus sudah di suruh-suruh aja sama tu Dosen tengil," ucapnya membuat Nia tertawa.
"Udah di nikmatin aja ," ucap Nia
"Tapi gue heran deh, Dia kok bisa berwibawa gitu ya, kemarin saat ketemu sama gue dan mama Nita dia terlihat tengil sekali," ujar Inge heran
"Kamu sudah pernah ketemu sama Pak Alvi ?
"Iya , kemarin dia menolong Mama Nita saat tasnya di jambret orang, sebenarnya gue sudah tau kalau dia bakalan ngajar di sini karena Mama Nita yang merekomendasikannya, tapi gue gak nyangka bisa secepat ini," ucap Inge melemah
Nia yang melihat sahabatnya mulai lemah itu menjadi khawatir.
"Inge kamu kenapa lemah kayak gini, Apa kamu sakit lagi ?" tanya Nia khawatir
"Gue..gue.." Bisma langsung menghampiri mereka ketika melihat kepanikan Nia
"Nia ! Inge kenapa ?" tanya Bisma
"Aku gak tau tiba-tiba dia kelihatan lemah begini,"
"Lo kenapa Nge ?" tanya Bisma mulai khawatir
"Gue laper he..he.." ucap Inge cengengesan
"Dasar lo.. gue pikir lo kenapa-napa, bikin kita sport jantung aja," ucap Bisma kesal karena sudah di kerjai sama Inge
"Kalau gitu ayuk kita ke kantin aku yang traktir," Ajak Nia
"Kalau itu sih gue setuju banget, hitung-hitung uang gue hari ini terselamatkan dari penjaga kantin." ujarnya
"Lo masih saja sama ya Nge, masih pelit," ujar Bisma
"Eh ini bukan pelit namanya, tapi hemat he..he.."
"Iya deh serah lo aja,"
"Kalau gitu ayuk cus.." ujar Inge sambil menggandeng Nia dan Bisma menuju ke kantin.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
miss N😘😘😘
__ADS_1
Like..Coment Dan Vote ya..
Makasih🙏🙏🙏 Love U All❤❤❤