Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
eps 12


__ADS_3

Inge berjalan menghampiri orang itu dengan sedikit rasa takut dia memberanikan untuk buka suara


"Permisi ! boleh gak kalau saya duduk di sini, soalnya cuma di sini aja yang kosong semuanya pada penuh," ajarnya sopan


Pemuda itu pun melihat kearahnya sambil tersenyum.


"Oh ya silahkan," ucap pemuda itu yang ternyata Devan


Inge langsung duduk tanpa memperdulikan pemuda itu,,yang dia fikirkan sekarang hanya mengisi perutnya yg sudah keroncongan dari tadi


Saat Inge melihat makanannya Inge terkejut,


"Kok cuma daging doang sich, mana nasinya ?" ucapnya sambil membolak balikkan daging steak yang ada di piringnya.


Dari tadi Inge tidak sempat melihat isi piringnya karena sibuk mencari cari tempat duduk


"Mas-masnya pasti salah nih, masak gue di suruh makan daging dan sayur doang sih, mana bisa kenyang,,sayurnya masih mentah lagi. mas-mas itu pasti gak punya minyak untuk menumis kayaknya," ucap Inge lagi


"Ha...ha..ha..."Devan gak sanggup lagi menahan tawanya


Inge terperanjat,,dia lupa kalau tadi duduk di depan seorang pemuda.


"Kenapa lo ketawa-ketawa begitu, apanya yang lucu ?" tanyanya kesal melihat Devan menertawakannya, padahal dia udah lapar banget


"Yang lucu itu lo," jawab Devan masih tertawa


"Eh lo ngeledek gue ya, mas-mas nya tuh yang gak bener, masak gue di kasih makan daging dan sayur doang. Mana bisa kenyang gue kalau gak makan nasi," makin keras Devan tertawa membuat semua mata memandang ke arah mereka


Devan berhenti tertawa melihat orang-orang menatap mereka


"Emang lo tadi pesan apa ?" tanya Devan kemudian


"Tadi gue pesen makanan vaforit di sini, eh gue malah di kasih beginian ," jawabnya masih kesal


"Ga..ha..ha.."Devan tertawa lagi


"Lah ni anak kesurupan ya,, dari tadi ketawa mulu" guman Inge bergidik

__ADS_1


"Lo tau gak ?, Steak ini makanan Vaforit di sini,,tuh liat," ucap Devan sambil menunjuk beberapa meja yg disana terlihat steak.


Wajah inge merah menahan malu,,emang dasar inge ndeso, taunya cuma makan nasi dan lauk. Mana tau dia yang beginian.


"Terus cara makan ini gimana," tanyanya polos


"Begini caranya "ucap Devan sambil mempraktekkan cara makan steak, kebetulan Devan juga memesan steak tadi


"Kita pegang pisau ditangan kanan dan garpu di tangan kiri,,lalu tekan dagingnya mengunakan garpu dan potong pakai pisaunya,,lalu makan deh"..ajar devan


"Ooo..gitu...gampang tu.."ucap Inge sambil mempraktekkan apa yg di ajari sama Devan tadi


"Yeay....bisa kak, makasih ya," ucap Inge kegirangan


Devan tersenyum melihat tinggkah gadisnya


"Oh ya kak, gue Inge nama kakak siapa ?" tanya Inge kemudian


"Gue devan." ucapnya sambil menyalami inge


Degg...jantung keduanya berdebar kencang ketika tangan mereka bersentuhan, Inge segera melepaskan tangannya dari tangan Devan..suasana canggung pun berlangsung


Tiba-tiba Inge mengingat sesuatu,, dia memperhatikan wajah Devan dengan seksama


Kayaknya gue pernah liat lo deh,,tapi dimana ya ?"aah mungkin gue salah orang kali ya." ucapnya sambil melanjutkan makannya


"W**hat....dia melupakan gue",, batin Devan tak percaya


"Lo lupa sama gue ," ucap Devan kemudian


"Emang lo siapa ?" tanya Inge lagi


"Coba lo perhatiin wajah gue," ucap Devan sambil memandang mata Inge, jantung Devan seakan melompat dari tempatnya ketika manik matanya bertemu dengan mata Inge, Inge pun merasakan hal yang sama tapi segera di tepisnya


"Lo masih belum ingat sama gue ? kalau gue bilang kita pernah ketemu di hari pertama lo masuk kampus, gimana lo udah ingat," tanyanya lagi


Tiba-tiba Inge berdiri

__ADS_1


"Lo...lo kan yang...eng...en..."Devan lansung membekap mulut Inge dengan tangannya


"Lepasin," ucap Inge terus memberontak


"Janji dulu jangan teriak," ujar Devan


"Emm...Inge menggangukkan kepalanya,pelan pelan Devan melepaskan bekapannya.


"Lo kan cowok mesum itu, yang udah nyium tangan gue," cerca Inge


"Iya,,gue minta maaf kalau gue gak ngelakuin itu hukuman lo pasti nambah parah, karana gue tau elang gimana orangnya," jelas Devan


"Seharusnya lo harus berterima kasih ke gue, bukanya gampar gue," ucapnya mengingat kan Inge apa yg dia lakukan waktu itu


"Iya...iya..maaf deh...abisnya gue kaget lo main nyosor aja...kan belom pernah ada yang ngelakuin itu kegue..."ucap Inge malu


"Ha...ha...jadi tangan lo belom pernah di cium cowok," ucap Devan sambil tertawa


Inge mengangguk, wajahnya merah merona menahan malu


"Tangan nya aja masih virgin...apalagi yang lainnya,," guman Devan


"Lo bilang apa...??ucap Inge ketika mendengar Devan mengucapkan sesuatu


",Ngak kok..gue gak ngomong apa- apa,,


"Jadi gue beruntung dong dapat kesempatan pertama nyium tangan lo," ucap Devan dg senyum manisnya,wajah Inge langsung merona


"Eh, wajah lo kok merah gitu ?" Lo malu ya.."goda Devan


"Jangan ngada-ngada deh, udah ah gue pulang dulu,,udah sore nih, ucap Inge sambil berdiri hendak pergi


"Gue antar ya," tawar Devan


"Kita gak seakrab itu kali,"" ucap Inge sambil berlalu


Devan tersenyum melihat tingkah pujaan hatinya itu

__ADS_1


Belom tau aja dia gue pernah nganterin dia malam itu ," batinya


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2