Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
eps 50


__ADS_3

Mika sudah berada di meja kerjanya, dia segera mengambil Hp nya dan menelpon Inge.


"Assalamuàlaikum Mika,ada apa lo telpon gue ?", tanya Inge


"Waàlaikum salam Nge", jawab Mika serak


"Lo nangis ya ?" tanya Inge


"Gak kok Nge, gue gak nangis", bohong Mika


"Lo gak bisa bohongin gue Mik, gue tau lo, siapa yang bikin lo nangis kayak gini ??" tanya Inge emosi


" Gue gak tahan lagi Nge,, ternyata Om ganteng tidak suka gue berada dekat sama dia ", ucap Mika sambil terisak.


"Jadi lo nangis hanya karena kak Dion gak suka kalau lo ada di sana ha...ha...", ucap Inge sambil tertawa


"Loh lo kok ketawa sih Nge ??" tanya Mika bingung mendengar Inge tertawa


"Ya iyalah gue ketawa, kan dari awal lo sudah tau kalau kak Dion gak suka dekat-dekat sama lo. Dan misi lo kerja disana kan membuat dia jatuh cinta sama lo, kenapa lo sekarang nyerah gitu aja", ujar Mika


" Oh iya ,,ya, kanapa gue jadi lupa, gue gak bisa kek gini, gue harus kuat ngehadapin sikapnya Om ganteng, gue yakin suatu saat dia akan Bucin sama gue", ucap Mika semangat


"Nah gitu dong, ini baru Mika yang gue kenal, semangat mengejar cinta sahabatku sayang, fighting", ucap Inge menyemangati


Panggilan telpon pun terputus, Mika segera menuju pantry dan membuatkan Dion secangkir kopi kemudian mengantarkan keruangan Dion, beruntung Dion sedang di toilet. Mika lalu menulis sesuatu di secarik kertas dan di selipkan di bawah cangkir kopi itu kemudian dia buru-buru keluar dari sana.


Dion yang baru keluar dari toilet langsung duduk kembali di meja kerjanya, saat dia hendak memeriksa file yang ada di meja, netranya melihat secangkir kopi disana.


" Siapa yang bikinin gue kopi ya", gumannya


Dion langsung mengambil dan meminum kopi tersebut. Seketika bola matanya membulat, dia sangat terkesan dengan rasa kopi itu. ketika dia hendak meminumnya lagi dia melihat ada secarik  kertas berada di atas mejanya , Dion mengambil dan membacanya,,sontak kopi yang di minumnya menyembur keluar saat melihat tulisan disana.


"Maaf kan aku calon suamiku, jangan marah lagi. Aku membuat kan kopi ini khusus buat kamu,semoga kamu suka ,,Sarang heo ❤❤❤


Begitulah isi tulisan Mika, Dion segera meletakkan cangkir kopi tersebut dan meremas kertas itu,


"Mikaaaa!!!!


Mika cekikikan mendengar teriakan Dion,


"Om ganteng ,,ini belum seberapa. Lihat saja apa yang bisa aku lakukan untuk menaklukan hatimu yang keras itu", gumannya


🌹🌹🌹


Devan sedang tiduran di Gazebo taman belakang mansionnya. Sudah dua hari ini dia tinggal bersama Papa Mamanya karena Apartementnya sedang di huni oleh Inge dan Mika. Dia sangat Ingin menemui Inge, akan tetapi Inge melarangnya ke sana karena dia mau istirahat total katanya.


Devan cuma bisa menuruti kemauan kekasihnya itu walaupun ada rasa khawatir terhadapnya, namun Devan tidak berdaya dan juga tidak ingin kekasihnya marah padanya hanya karena menolak permintaannya.

__ADS_1


Hufff...


Devan menghembus nafas kasar, Bu Nita yang melihat putranya murung kemudian menghampirinya dengan membawa secangkir kopi dan cemilan di tangannya.


" Murung aja Putra mama, kenapa ? ,apa ada masalah", tanya Bu Nita ketika sudah berada di depanya Devan.


" Eh Mama ngagetin aja", ucap Devan


"Gimana gak kaget, orang kamu dari tadi asik ngelamun aja sampai-sampai mama datang gak di gubris ", ujar Bu Nita kesal


"Maaf Ma!! Devan lagi galau", ucapnya manja


"Idih kayak anak ABG aja kamu galau-galau segala", goda Bu Nita


"Yach Mama,,Anaknya lagi galau malah di godain", ucap Devan cemberut, Devan memang kalau lagi sama Mamanya terlihat sangat manja, berbanding terbalik ketika dia di tempat lain terlihat dingin dan cuek.


"Emang kamu galau kenapa sich Van", tanya Bu Nita sambil mengelus-elus kepala Devan yang kini tidur di pangkuannya.


"Inge gak ngasih Devan ke Apartement Ma, padahal Devan kangen banget sama dia", ucapnya


" Bagus itu", ujar Bu Nita


"Loh kok bagus sih Ma ??", tanya Devan


"Ya bagus lah, kalau kamu kesana pasti ada setan yang ngikut, ntar kalian malah kebablasan", ujar Bu Nita


Bu Nita menjitak kepala Devan,


"Aduuh...sakit Ma", rintihnya


"Makanya otak kamu harus di cuci, jangan mesum. Nikah dulu baru ngasih Mama cucu", ujar Bi Nita


"Iya Ma",


"Oh ya Van, kapan nih kamu bawa dia ke mansion ??, Mama udah gak sabar pengen kenal sama gadis yang sudah membuat putra Mama yang dingin jadi Bucin setengah mati kayak gini", tanya Bu Nita


"Nanti deh Ma ,kalau keadaan dia udah sembuh benar. tunggu aja kabar dari Devan", jawabnya


"Ya Udah ,Mama mau masak dulu buat papamu, katanya malam ini dia makan malam Dirumah, kamu gimana mau mama masakin juga ?",


"Gak usah deh Ma, nanti Devan makan di Apartement saja sama Inge", jawabnya


"Ya sudah Mama kedalam dulu ya Van", ujar Bu Nita


Tinggallah Devan Seorang diri di gazebo, perasaannya makin tak menentu, tanpa fikir panjang dia beranjak dan menuju kamarnya untuk mengganti bajunya lalu berangkat menuju apartementnya.


Devan kini sudah berada di depan pintu Apartementnya, Dia sangat ingin masuk tapi dia tidak berani. Sudah setengah jam dia berada di depan pintu namun tak ada tanda-tanda Inge keluar dari sana.

__ADS_1


"Apa dia lagi tidur ya", guman Devan


Devan memberanikan dirinya untuk masuk, dia memasukkan sandi pintu apartementnya kemudian membukanya perlahan-lahan.Devan melihat ke sekeliling ruangan itu tetapi inge tidak ada.


"Apa mungkin Inge di kamar ya", gumannya


Dia segera menuju ke kamar, saat dia membuka pintu..


"Aaaaaa...


Devan segera membalikkan badannya dan segera pergi dari kamar itu.


"Apa tadi??, Dia...", Devan tersenyum mengingat apa yang dia lihat tadi.


Inge keluar dari kamar dalam keadaan rapi, saat Devan masuk kamar tadi dia baru saja selesai mandi, Dia cuma mengunakan handuk yang hanya menutupi bagian dada sampai pahanya saja.


Inge segera menuju ke ruang tamu dan duduk di sebelah Devan.


"Kak Devan kok kesini gak bilang-bilang sih, pakek main masuk-masuk aja tanpa mengetuk pintu", ucapbya kesal


"Aku lupa karena khawatir sama kamu sayang, habisnya aku panggil-panggil kamu gak jawab", ucap Devan


"Maaf,, aku gak dengar, kan lagi mandi", ucap Inge


"Lagian kak Devan ngapain kesini, aku kan udah ngelarang kak Devan ke mari", tanya Inge


"Aku gak sanggup menahan rindu padamu sayang, sedetik saja aku tak melihatmu,detak jantungku serasa berhenti", gombal Devan


" Jangan mulai deh, aku tau apa yang ada dalam otaknya kak Devan, jangan macam-macam ya ", ujar Inge


"Gak macam-macam kok sayang, aku cuma mau satu macam saja", ucap Devan dengan serigainya


Bersambung...


miss N😘😘😘


Hai..Hai..para Readers, miss N cuma ngingatin


jangan lupa mampir juga di Novel baru miss N ya...


ini nih judulnya 👇👇👇


🌹Jangan Salahkan Aku..Memilih Dia


dan juga jangan lupa tinggalkan jejakmu...


makasih🙏🙏🙏love U❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2