Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
DICKO 45


__ADS_3

"Lo tu..eeghh..."Ujar Leni sambil menghentakkan kakinya lalu pergi dari sana.


"Apa mama Inge yang datang ya, ah gue bikin aja minumannya nanti gue lihat siapa yang datang." ujar Xindy lalu segera membuatkan tiga gelas minuman.


Sementara di dalam Ruangannya Zain sedang memegang kepalanya, dari tadi dia mengetik tapi tak ada satupun yang benar.


Ceklek...


"Zain..!


"Mama..kok Mama di sini sih ?" tanya Zain


"Apa gak boleh nih kalau mama ke sini ?" tanya Inge


"Bukan Gitu ma, tapi kan Zain Bisa Jemput kalau Mama mau ke sini," ujar Zain


"Gak usah repot-repot Zain, kan ada Joko yang selalu setia mengawal Mama kemana-mana ," ujar Inge


"Ma jangan selalu ngerepotin Om joko, Om Joko kan harus bekerja juga Ma ," ujar Zain


"Makanya kamu menikah dong, biar Mama ada temannya dan gak ngerepotin Joko lagi," ujar Inge.


"Mama..kenapa itu mulu sih yang Mama Omongin," ucap Zain


"Zain..Mama sudah tua, kapan lagi kalau bukan sekarang, kamu mau Mama menyusul Papa baru kamu mau menikah," ujar Inge


"Ma..jangan ngomong gitu dong, Zain mau kok menikah tapi Zain belum punya calon yang mengetarkan Hati Zain," ujar Zain


"Kapan Zain ada gadis yang bisa mengetarkan hati kamu, kalau kamu gak mendapatkannya dalam seminggu mama akan mencarikan jodoh buat kamu," ujar Inge


"Ma..Come On..jangan begitu dong, menikah itu adalah hal yang sakral, Zain gak mau menikah kalau tidak di dasari dengan cinta ma," ujar Zain


"Terserah apa kata kamu, yang penting kalau dalam seminggu kamu gak menemukan gadis yang menggetarkan hati kamu, kamu akan Mama nikahkan dengan gadis pilihan mama ," ujar Inge


"Serah mama deh, suka hati mama," ujar Zain Mengalah.


"Nah gitu dong, semangatnya mana ?" ujar Inge, Zain memaksakan senyumnya.


Tok..tok..


"Masuk..


Ceklek..


Seorang Gadis masuk ke sana dengan senyumannya sambil membawa sebuah Nampan berisikan tiga gelas jus ke dalam ruangan itu.


Permisi Pak, Bu, Ini minumannya silahkan di minum ," ujar Xindy

__ADS_1


"Eh kamu cantik sekali, siapa nama kamu," ujar Inge memulai aktingnya.


"Saya Indah Bu," ujar Xindy


Eh kok dia sopan sih sama mama, jangan sampai Mama kepincut sama dia, bisa-bisa dia yang di jodohin sama gue, pokoknya mama harus tau sifat asli tu cewek tengil,, Batin Zain


"Jadi kamu OG baru di sini, kamu sopan sekali nak," ujar Inge


"Makasih Bu, kalau begitu saya permisi dulu ya Bu," ucap Xindy


"Eh Jangan dulu dong, kamu di sini aja ngobrol-ngobrol sama kita," ujar Inge


"Udah Ma biarin aja gadis bar-bar ini pergi, Aku empet lihat wajahnya," ujar Zain mulai memancing pertengkaran.


"Zain..gak boleh gitu ah sama wanita, apa lagi gadis secantik Indah," ujar Inge


"Gak apa-apa Bu, saya sudah biasa kok di giniin sama Pak Bos," ujar Xindy lembut


"Apa..Zain kamu selalu begini sama dia, keterlaluan kamu Zain," ujar Inge


Apa-apaan ini kok malah gue yang kena marah sih, emang dasar cewek bunglon, bisa berubah kapan saja dia mau,,Batin Zain


"Lain kali kamu jangan begini lagi ya mama gak suka," ujar Inge


"Iya Ma.." ucap Zain sambil cemberut.


"Oh iya Indah, kamu asal dari mana ?


Deg..


Jantung Zain berdebar Kencang ketika dia mendengar nama kota itu, seperti ada keterikatan dengan Hatinya.


"Panggil Tante aja,"


"Eh iya Tante,"


"Jauh juga ya, kamu di sini tinggal sama siapa nak ?


"Aku di sini tinggal sendirian di sebuah Kontrakan Tante,sejak ayahku meninggal aku merantau ke Jakarta dan beruntungnya aku mendapat pekerjaan di sini," ujar Xindy


"Kalau Ibu kamu ?" Wajah Xindy berubah sedih.


"Hei..kamu kenapa, kok malah sedih sih ?" tanya Inge


"Ibu aku gak tau di mana Tante, saat usiaku enam tahun Ibu pergi ninggalin aku dan ayah.


Zain tersentuh mendengar cerita Xindy, dia semakin penasaran dengan sosok Xindy itu.

__ADS_1


"Sini peluk Tante, mulai sekarang kamu boleh menganggap Tante mama kamu ya," Ujar Inge lalu memeluk Xindy yang sudah berurai air mata.


Sepertinya dia tidak berbohong, terlihat sekali air matanya beneran bukan air mata buaya, Ternyata kalau dia seperti itu sangat cantik ya, ah mikir apa sih gue,, Batin Zain


"Eh Maaf Tante, aku sudah mengotori baju Tante," ujar Xindy


"Mama ..panggil saya Mama," ujar Inge


"Ma ayolah..jangan paksa dia buat manggil Mama, orang dianya gak mau kok," ujar Zain


"Diam kamu Zain, suka-suka Mama Dong mau maksa dia atau enggak, Bentar lagi Mama juga akan paksa dia jadi Istri kamu, kamu mau kan Indah ?" Tanya Inge


"Maaf Tante aku gak mau sama Bos galak kayak dia," ujar Xindy


"Jadi lo nolak gue ?" ucap Zain gak percaya


"Iya..pak Bos yang Galak...Wleekk..,Tante aku pergi dulu ya..Bye tante..," ucap Xindy lalu berlari keluar dari sana.


"Ha..ha..ha..Baru kali ini ada yang nolak kamu Zain, Seorang OG lagi, ini hal yang Langka Loh," ujar Inge.


"Awas lo Indah..Berani-beraninya lo nolak gue, awas lo ya gue akan buat lo jadi Istri gue," ujar Zain


"Jadi kamu mau mama Jodohin sama Dia Zain ?"


"Iya Ma..Zain Mau.." ujar Zain, dia menerima perjodohan itu bukan karena rasa suka melainkan ingin membalas apa yang telah dilakukan Indah padanya.


Di Balik Pintu Ruangan itu ada hati yang seperti tercabik-cabik kuku yang tajam, bagai tersayat-sayat silet hancur berkeping-keping.


Inge sempat melihat kalau ada yang mendengar pecakapan mereka siapa lagi kalau bukan Leni.


"Zain..kamu sepertinya harus berjuang agar Indah mau menerima perjodohan ini, Kalau begitu Mama Pergi dulu ya Zain ," ujar Inge lalu beranjak dari sofa dan keluar dari ruangan itu.


Ketika dia berada di Luar dia menoleh ke arah Leni.


"Leni..!


"Iya Bu ada apa ?"


"Kamu sudah dengar kan tadi, jadi kamu jangan coba-coba mendekati anak saya lagi karena dia sudah saya jodohkan dengan Indah," ujar Inge


Duarrr..


Tadi Leni berpikir kalau dia Masih ada kesempatan untuk mengagalkan perjodohan itu namun Perkataan Inge membuat harapan itu musnah seketika.


Inge pergi dari sana menuju ke Ruangan Joko.


"Enak banget hidup si gembel itu, baru dua hari kerja di sini sudah di jodohin sama Pak Zain, gue sudah lima tahun di sini gak dapat apa-apa, gue gak bisa biarin ini terjadi, gue akan bikin Indah gak mau di Jodohin sama Pak Zain dan Gue yang akan menggantikannya," ucap Leni sambil menyerigai.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


DENDAM SANG PEWARIS menanti kalian loh..ayo mampir..


__ADS_2