Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
DICKO 75


__ADS_3

"Baiklah untuk Sesi yang kedua kalian akan membentuk beberapa kelompok untuk mencari kata kunci yang sudah kami sembunyikan dengan clue-clue yang akan kalian dapatkan perkelompok nantinya, Untuk Xindy kamu akan ikut Tim kita untuk memantau saja ," ujar Arman sambil tersenyum manis ke arahnya.


Wajah seseorang menjadi merah padam melihat adegan itu, siapa lagi kalau bukan Zain yang berdiri tepat di belakang Xindy.


"Kak maaf bukannya saya menolak, tapi saya lebih nyaman kalau saya ikut berpartisipasi dalam sesi ini, dan saya juga tidak mau kalau yang lainnya menganggap saya sebagai penjilat karena bisa terbebas dari ujian ini ," ujar Xindy yang membuat senyum terbit di bibir Zain.


Ternyata Xindy sangat menjaga perasaan aku,, batin Zain


"Baiklah kalau begitu, Sekarang kalian Ambil masing-masing satu kertas yang ada di dalam kotak dan di kertas itu ada satu warna dan kalian bisa berdiri sesuai warna yang kalian dapatkan, bisa di mulai dari sekarang dan jangan berebut mengerti..!!


"Mengerti Kak...!


Semua mahasiswa mengantri masing-masing mengambil satu kertas dan membukanya lalu melakukan sesuai arahan dari Arman.


"Lo dapat warna apa Xin ?" tanya Liora


"Merah, kalau Lo ?


"Yeay...warna kita sama Xin, gue senang banget bisa satu Tim dengan Lo ," ujar Liora sambil memeluk Xindy


Wajah Zain cemberut saat melihat warnanya berbeda dengan Xindy.


"Sial..Gimana gue bisa berada di dekat Xindy dan menjaganya, gue malah dapat warna hijau lagi," guman Zain kesal.


Di sebelah Zain ada seorang gadis yang memegang warna merah , Zain mulai mendekatinya.


"Hai..boleh tukeran warna gak ?


"Enak saja, gue sudah senang bisa satu Tim sama Xindy lo malah minta tukar, gak mau gue ," ujar Gadis itu


"Kalau gue bayar satu juta gimana ?" Zain masih belum menyerah.


"Seriusan lo mau bayar satu juta, kalau begitu gue mau ," ucap Gadis itu


Dasar matre, giliran duit saja cepat ,, Batin Zain


Zain memberikan uang kepada gadis itu dan gadis itu menyerahkan warna merah kepada Zain, Zain sangat senang karena dia akhirnya bisa satu Tim dengan Xindy.

__ADS_1


Semua Mahasiswa berbaris Rapi menurut warna yang di dapat oleh mereka, Mahasiswa yang satu Tim dengan Xindy merasa sangat senang karena bisa satu Tim dengan gadis terkuat di Kampus itu.


Arman kembali memegang Microfon.


"Oke kalau semua sudah tertib kalian bisa mulai melakukan petualangan, Garis start di mulai dari sini kalian akan di tunjukan oleh sebuah peta yang nanti masing-masing akan di bagikan oleh panitia, dan Finish nya di Aula Kampus, Apa kalian sudah Faham atau ada yang mau bertanya ?" tanya Arman


Seorang pria mengangkat tangannya.


"Kak Saya mau bertanya,"


"Iya silahkan ," ujar Arman


"Apa yang akan kita cari kak ,"


"Hu...hu..hu.." sorak semuanya karena pertanyaan itu sudah di jelaskan dari awal tadi.


"Bagus pertanyaannya, Mungkin saya belum menjelaskan secara spesifik tadi makanya dia tidak Faham,"


"Kalian semua mencari secarik kertas di masing-masing Tempat yang di tunjukan di peta dan di Kertas itu ada sebuah Huruf yang nanti kalau semuanya di gabungkan akan membentuk sebuah kata, dan tugas kalian adalah mencari Huruf-huruf tersebut dan susun menjadi sebuah kata yang menggambarkan tentang Kampus ini, sampai di sini kalian Faham ?" tanya Arman


"Kalau kalian semua sudah Faham maka kalian sudah bisa bergerak, masing-masing Kelompok akan di ikuti oleh salah satu dari anggota panitia, Buat kalian satu kata SEMANGAT !! ," Arman mengakhiri Intruksinya , lalu anggota panitia yang sudah di tunjuk mendampingi masing-masing kelompok.


Bintang mendampingi kelompok Kuning, Yuki mendampingi kelompok Hijau sedangkan Arman yang mendampingi kelompok Merah dan juga anggota panitia lainnya mendapat tugas mendampingi kelompok yang lainnya.


Pencarian pun di mulai, Zain menjaga jarak aman dari Xindy agar tidak ketahuan sedangkan Arman malah semakin mendekat ke arah Xindy sehingga membuat Xindy merasa risih karenanya.


"Kak bisa gak sih jalannya gak usah mepet-mepet gitu," ucap Xindy


"Eh maaf ya Xindy, habisnya aku nyaman berada di dekat kamu ," Gombal Arman


"Apaan sih gak jelas deh ," ucap Xindy yang membuat Arman semakin tertarik pada Xindy karena menurutnya gadis yang tidak mudah di taklukkan menjadi semakin menantang untuk mendekatinya.


Xindy mulai berjalan menjauhi Arman akan tetapi Arman terus saja berada di dekatnya sehingga membuat darah Zain mendidih di buatnya.


Zain berjalan dengan cepat dan akhirnya berjalan diantara Xindy dan Arman sehingga membuat Arman kesal.


"Kamu bisa tidak berjalan di belakang saja, saya mau menjelaskan peta ini kepada Xindy," ucap Arman

__ADS_1


"Gak usah kok kak, aku bisa baca sendiri mending kakak memantau saja dari jauh ," ucap Xindy yang membuat senyum sumbringah terbit di wajah Zain.


Arman mulai menjaga jarak, dia tidak mau kalau Xindy nanti akan mrnjauhinya kalau dia terus pepetin Xindy seperti itu.


Xindy mau berterima kasih pada pria yang sudah membuat Arman menjauh akan tetapi pria itu berlalu begitu saja sebelum Xindy sempat mengucapkannya.


"Aneh banget tu orang, tapi postur tubuhnya sepertinya gue kenal deh, tapi gue pernah lihat di mana ya ?" ucap Xindy sambil berfikir.


"Gue dapat...!!, Xindy..kita dapat satu ," ucap Liora sambil berlari ke arah Xindy.


"Wah..lo cekatan juga ya Lio, coba buka huruf apa,"


"Huruf T ," ucap Liora


"Sekarang kita menuju ke tempat yang kedua yaitu taman belakang Kampus ," ujar Xindy


Mereka kemudian bergegas menuju ke sana, mereka berpencar mencari-cari di balik pepohonan dan semak-semak, ada juga yang mencari di balik sampah-sampah yang ada di sana.


Netra Xindy melihat ada sesuatu di balik daun-daun pohon yang sangat lebat di depannya, tanpa aba-aba Xindy langsung memanjat pohon itu, namun Xindy kurang hati-hati, cabang yang di pijaknya ternyata sudah kering dan lapuk sehingga Cabang pohon itu patah dan mengakibatkan Xindy terjatuh, Arman sempat melihatnya namun Zain sudah duluan berlari dan menangkap Xindy lalu membawanya ke dalam pelukannya.


Xindy merasa nyaman berada di pelukan pria itu, tanpa dia mengetahui kalau Pria itu adalah Zain kekasihnya, Arman yang melihat adegan itu langsung memisahkan mereka, Zain kembali pergi sebelum Xindy menyadarinya.


"Xindy kamu tidak apa-apa ?" tanya Arman


"Aku gak apa-apa kok kak, untung saja ada di..a ," ucapan Xindy melambat karena melihat Pria itu sudah tidak ada di sampingnya.


"Siapa Pria itu, kenapa setiap kali aku membutuhkan pertolongan dia selalu ada, sepertinya ada yang mencurigakan," guman Xindy lalu pergi mencari pemuda yang memakai Hody warna abu-abu di antara teman-teman yang lainnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mohon maaf ya Readers yang sudah memfavoritkan Novel Dendam sang pewaris karena Novelnya sudah miss N hapus .


ketentuan Lomba Novel tidak boleh publis dulu sebelum ada pemberitahuan dari sistem, jadi Novel tersebut akan miss N buat kembali sesudah ada Feed back ya.


Dan bagi yang sudah memfavoritkan nanti bisa kembali menekan Favoritnya di saat Novel kembali terbit...dan kalian bisa mendukung dari awal lagi...mohon maaf sekali lagi 🙏🙏🙏


kalau Novrlnya sudah kembali rilis nanti miss N akan mengumumkannya oke...salam Halu dari miss N 😘😘

__ADS_1


__ADS_2