Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
eps 142


__ADS_3

Saat Devan masuk ke dalam gedung perusahaan itu, semua mata memandang ke arahnya, Mereka semakin takjup melihat ke tampanannya dengan kumis yang hitam lebat diatas bibir sexynya itu.


Walaupun ada tompel menghiasi wajahnya itu tapi tidak mengurangi ketampanannya yang sangat mengoda para wanita itu.


"Hey Van lo sudah datang aja," ujar Andi yang baru saja datang.


"Ha..ha..ha..apa ini ? kenapa wajah lo jadi begini sih," ujar Andi


"Ini tanda kalau istri gue sangat mencintai gue tau gak lo," ujar Devan bangga


"Jadi ini ide Inge ya, bukankah kemaren dia bilang lo harus pakai topeng ketika bekerja ya," ujar Andi


"Itu kemaren, hari ini dia punya ide lain lagi," ujar Devan lalu melepaskan tompel dan kumisnya ketika mereka sudah berada di dalam lift kantor itu.


"Loh kok di lepas sih ?


"Ini gak berguna lagi, lo gak lihat tadi cewek-cewek juga masih melirik gue, padahal jelas-jelas gue sudah pakai kumis dan tompel itu," ujar Devan


"Memang ya pesona lo gak ada yang bisa ngalahin deh," puji Andi


Ting...


Pintu Lift terbuka, Devan keluar dari sana dan Andi pun keluar juga.


"Loh kok lo ngikutin gue sih Ndi ?


"Iya..ya..kenapa gue malah ngikutin lo ya," ujar Andi binggung kemudian dia kembali masuk ke Lift dan menuju lantai empat belas di mana ruangannya berada.


"Sesampainya di Ruangannya Andi membuka pintu ruangan itu, Saat dia masuk terlihat ada seorang gadis sedang asik dengan laptopnya.


"Hai...lo anak baru juga ?" tanya Andi, Gadis itu hanya menoleh tanpa tersenyum


"Sombong amat sih ," Dumel Andi lalu dia duduk di meja kerjanya.


Sesekali Andi melirik ke arah Gadis itu, tidak ada reaksi dari gadis itu dia hanya fokus ke Laptopnya.


"Suit...suit...," Andi bersiul tapi masih saja tidak ada respon dari gadis tersebut. Akhirnya Andi memutuskan untuk bernyanyi lagi Favorit nya.


"Heh bisa diam gak sih lo ?" bentak gadis itu


"Eh bisa marah juga rupanya, gue pikir lo itu Robot yang gak akan terganggu dengan keadaan sekitar lo," ujar Andi asal


"Lo... aah..." Gadis itu menghentakkan kakinya lalu keluar dari ruangan itu


"Lah...malah pergi tu anak," ujar Andi tanpa merasa bersalah.

__ADS_1


Sementara Tata masih kesal akan keberadaan anak baru itu yang tak lain adalah Andi. Tata gak pernah menyangka kalau akan mendapat partner yang nyebelin kayak Andi.


Saat Tata hendak turun ke kantin kantor, Dia berpas-pasan dengan Dion selaku Direktur utama di perusahaan itu.


"Pak Dion tunggu ..!" panggilnya,Dion menghentikan langkahnya


"Ada apa Ta ?"


"Boleh gak saya pindah ruangan pak ?"


"Loh emangnya kenapa Ta, apa ruangan kamu sudah gak nyaman ?"


"Bukan ruangan saya yang gak nyaman pak, tapi penghuninya,"


"Maksud kamu ?


"Saya gak mau seruangan dengan anak baru itu, dia itu resek banget ," ujar Tata kesal, Dion tersenyum mendengar ucapan Tata. Dion belum pernah melihat Tata kesal seperti itu sama orang, kemaren-kemaren kehidupan Tata terasa Flet dan monoton, semua yang di lakukannya begitu perfect dan tak sempat memikirkan kehidupan Cintanya.


" Tumben kamu perduli sama sekitarmu, bukankah kamu itu orangnya low profile ya, cuek saja sama keadaan sekitar," ujar Dion


Bener juga ya apa yang di katakan sama pak Dion, kenapa gue malah perduli sama tu anak sih, gue gak usah permasalahin ini lagi, gue anggap aja dia gak ada..beres kan,, Batin Tata


"Gimana ? masih mau ganti ruangannya ?"


"Gak usah deh pak, kalau begitu saya permisi pak, saya mau balik ke ruangan dulu," ujarnya hendak pergi


"Gak jadi pak, saya mau balik ke ruangan saya saja," ujarnya terus melanjutkan langkahnya.


"Tata..Tata ..ini pasti ulah Andi si semprul itu, tapi bagus juga ya kalau mereka dekat, kan Andi gak bakalan ganggu Mika lagi," guman Dion kemudian melanjutkan langkahnya menuju ruangannya.


Sementara Devan sudah berada di ruangannya, Saat dia mau duduk di meja kerjanya ada seorang pria seumuran dengannya yang menghampirinya.


"Hai.. lo anak baru ya..?" tanya Gala senior di bagian Marketing itu


"Iya..saya baru hari ini bekerja di sini," jawab Devan Sopan.


"Nanti kita ada meeting ya, katanya ada yang mau di bahas oleh manajer Marketing," ujar Gala


"Kira..kira apa ya yang akan di bahas, saya masih baru jadi belum faham betul masalah di perusahaan ini."


"Palingan masalah penjualan yang makin merosot, padahal yang saya tau barang-barang di gudang selalu cepat habis tapi masak sih penjualannya menurun, seharusnya kalau penjualannya menurun produk-produknya pasti menumpuk kan," ujar Gala


"Masak sih sampai begitu, memangnya kemana semua produk-produk itu," tanya Devan


"Gue juga gak tau, setiap kami bertanya selalu jawabannya gini, kalian tidak perlu tau, kalian kerjakan saja apa yang saya suruh, gitu katanya," ujar Gala menirukan gaya bicaranya Manajer marketing itu.

__ADS_1


"Semuanya sudah boleh menuju ke ruangan Meeting," ucap seorang wanita dari arah Pintu ruangan itu.


"Ayo kita ke sana ," Ajak Gala, Devan pun mengikuti Gala dari belakang menuju ke ruang Meeting, sampai di sana sudah ada beberapa orang yang sudah duduk di tempatnya masing-masing, dan Gala mengajak Devan duduk di dekatnya, Devan menurutinya saja.


Semua memandang ke arah Devan yang masih belum di kenal oleh mereka.


"Eh anak baru itu tampan juga ya, siapa sih namanya," ujar sari Karyawan yang masih singel itu kepada temannya.Devan mendengar ucapanya itu lalu tersenyum


"Aduuuh senyumnya itu mengalihkan dunia ku," ucap Temannya


"Jangan macam-macam lo, dia itu milik gue, gue yang pertama kali melihatnya ,"ujar Sari lagi


"Gak bisa gitu dong, kita bersaing secara sehat, terserah dia mau milih siapa nantinya?" ucap temannya


"Heemmm" dehem seseorang yang baru datang. Semua terdiam saat pria itu masuk ke sana. Devan menoleh ke arahnya dan betapa terkejutnya dia ternyata pria itu adalah pria yang bersama Sepupunya Inge yang pernah bertemu dengannya di Restorant saat itu.


"Pagi semuanya,"


"Pagi pak ," sahut mereka


"Kalian pasti tau kenapa saya mengumpulkan kalian di sini hari ini kan," ujar Sapta, suasana hening


"Kalian harus membuat laporan seperti yang saya arahkan, kalian mengerti ,"


"Mengerti pak ,"


"Ada yang kurang jelas ?" Devan mengangkat tanganya.


Sapta menoleh ke arahnya sambil mengernyitkan keningnya.


"Kamu siapa ?" tanya Sapta


"Maaf pak, saya baru di sini, apa saya boleh menyarankan sesuatu pak ," ujar nya


"Silahkan ,"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hai..hai..hai..


Mampir yuk di novel terbaru miss N, karena ada even membuat novel season 7, miss N mencoba peruntungan dengan membuat novel baru buat di ikut sertakan dalam lomba itu,


tapi karena ini novel baru miss N sangat butuh dukungan sebanyak-banyaknya dari Readers semua agar nge like novel ini ya..


miss Nsangat berterima kasih kalau kalian mau memberikan Like kalian di novel miss N yang berjudul

__ADS_1


"MALAM KELAM PRINCES SOMPLAK"


Makasih sebelumnya..🙏🙏🙏


__ADS_2