Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
eps 141


__ADS_3

Hari ini hari pertama Devan kerja di Perdana Corperation, Inge sudah menyiapkan pakaian kerja buat Suaminya itu.


Setelah selesai mandi, Devan segera menuju ke kamar ganti buat memakai pakaiannya, Sampai di sana dia tersenyum melihat sudah ada pakaian yang tergeletak di sana.


"Ini pasti Inge yang pilihkan, begini ya rasanya kalau sudah punya Istri, baju di siapin, makanan di suapin, bahagianya hidup ini," ucap Devan seperti anak ABG lagi jatuh cinta.


"Kalau tau seperti ini, sudah dari dulu saja gue nikahin Inge," ujarnya kemudian memakai pakaiannya.


"Sayang...apa kamu sudah siap ?" tanya Inge yang baru masuk dan memegang sesuatu di tangannya.


"Sudah, tapi apa yang ada di tanganmu itu sayang ?" tanya Devan mulai gak enak perasaannya.


"Oh ini, seperti yang aku bilang kemaren, kamu harus pakai salah satu dari ini," ujar Inge


"Apa itu sayang ? " tanya Devan


"Ini topeng dan yang ini kumis palsu dan tompel,kamu pilih yang mana sayang," tanya Inge


"Emang harus ya sayang, apa gak ada cara lain ," ujar Devan


"Ada.."


"Apa itu sayang," ujar Devan berbinar


"Kamu gak usah kerja di sana ,"


"Ya gak bisa gitu dong sayang, aku kan harus mengungkap misteri di perusahaan ku itu," ujar Devan


"Ya sudah, kamu pilih salah satu di antara benda ini," ujar Inge


Kalau gue pilih topeng pasti terasa aneh, masak kerja pakek topeng sih, lebih baik gue pilih kumis sama Tompel saja, hitung-hitung nyenengin hati istri,, Batin Devan


"Aku pilih yang ini," ujar Devan


"Oke..sini aku pakein," ujar Inge lalu dia memakaikan kumis palsu itu ke wajah Devan.


"Loh kok makin tampan sih sayang, gimana sih," ujar Inge cemberut


"Emang wajah aku seperti ini sayang, mau di apakan juga tetap tampan," ujar Devan sombong


"Iiiih nyebelin deh, bisa-bisa tu cewek gatel makin mepet-mepet sama kamu ," ujar Inge kesal


"Kamu percaya kan sama aku sayang, aku gak akan pernah melirik wanita lain kok," ujar Devan


"Aku percaya sama kamu, tapi aku gak percaya sama tu cewek gatel, karena kejahatan itu terjadi bukan karena ada niat tapi karena ada kesempatan," ujar Inge

__ADS_1


"Kamu ini dalam banget sih kata-katanya sayang, oke kalau begitu aku akan pakai topeng ini saja ke kantornya," ujar Devan


"Gak usah deh ," ujar Inge


"Loh kok gitu, bukannya kamu gak mau ya wajah tampan aku ini terlihat sama cewek lain, Aku jadi binggung," ujar Devan


"Kamu gak usah pakai semuanya, karena aku ada ide lain," ujar Inge Yang membuat Devan semakin gak enak perasaannya


"Apa itu ?" tanya Devan


"Kamu suruh Kak Dion mutasi Si cewek centil itu ke perusahaan Cabang saja biar gak bisa dekat-dekat sama kamu," ujar Inge


"Kalau itu memang akan aku lakukan, bukan di mutasi tapi aku akan menyuruh Dion untuk memecatnya," ujar Devan


"Loh kok kamu kejam gitu sih sayang ?" tanya Inge gak percaya


"Bukankah kamu seharusnya seneng ya kalau dia gak kerja lagi di sana," ujar Devan


"Bukan seperti itu yang aku mau, kasihan kan dia kalau sampai kamu pecat, dia kan butuh uang untuk kebutuhannya, apalagi kalau sampai dia punya keluarga, kasian kan keluarganya kalau sampai dia kamu pecat," ujqr Inge


"Terus aku harus ngapain juga sayang, kinerjanya sangat jelek dan aku gak mungkin mempertahankan dia di perusahaanku itu," ujar Devan


"Kamu suruh kak Dion untuk memberi peringatan dulu padanya dan mutasikan saja dia seperti yang aku katakan tadi, siapa tau kinerjanya akan membaik setelah dapat teguran," ujar Inge


"Hati kamu baik sekali sayang, aku makin cinta deh sama kamu," ujar Devan mengecup Bibir Inge


"Beneran sayang, di saat kamu sedang cemburu tapi kamu masih menggunakan logikamu untuk menolong orang," ujar Devan


"Kamu bisa aja Sayang, ayo buruan siap-siap nanti kamu telat loh," ujar Inge


Inge membantu Devan memakaikan dasinya, Devan semakin terlihat sempurna di matanya. Setelah semuanya Perfect mereka keluar untuk sarapan , Di meja sudah tertata makanan yang tadi sudah di masak oleh Inge.


Inge menaruh makanan di piringnya, seperti biasa Inge menyuapi Devan makan, itu sudah dia lakukan selama menjadi istrinya Devan. Begitu pula sebaliknya.


"Sayang..kamu gak kuliah lagi hari ini," tanya Devan


"Kuliah kok, tapi agak siangan," Jawab inge


"Ooo..nanti aku suruh Supir buat ngantar kamu ya," ujar Devan


"Gak usah sayang, dan satu lagi kamu jangan menyuruh Jaka mengikutiku diam-diam lagi, kasian dia, istrinya sedang hamil malahan kamu suruh mengikutiku, biarkan dia menemani Istrinya saja di rumah," ujar Inge


"Loh kok kamu tau kalau aku menyuruh Jaka mengikutimu," ujar Devan


"Kamu lupa sayang, siapa aku dulunya ?" ujar Inge

__ADS_1


"Oh iya..ya.." ucap Devan cengengesan


"Jadi jangan pernah kamu menyuruh orang buat mengikutiku Karena aku bisa menjaga diriku sendiri," ujar Inge


"Tapi sayang aku khawatir akan keselamatan kamu, karena saat ini Angel sudah kabur dari penjara," ujar Devan


"Apa....!" ucap Inge kaget


"Kenapa kamu baru bilang sekarang sayang," ujar inge


"Aku lupa..lagian dia gak penting," ujar Devan


"Apakah pasukan ninjamu itu belum bisa menemukannya ?" tanya Inge khawatir


"Mereka sudah menemukannya tapi tidak bisa menangkapnya ,"


"Kenapa..?


"Karena dia sudah berganti wajah,"


"Maksud kamu dia Oplas ?" Devan mengannguk


"Ini akan sangat berbahaya buat kita sayang, kita tidak tau seperti apa wajahnya sekarang," ujar Inge


"Nanti kita akan tau, dan kamu harus membantu buat bersandiwara kalau dia mulai mendekatiku lagi dengan wajah barunya itu, aku yakin kalau dia menggunakan wajah orang yang dulu pernah dekat sama aku," ujar Devan


"Iya...aku juga penasaran, bagaimana wajahnya yang sekarang, apa dia lebih cantik dari aku," ujar Inge


"Ya sudah..kamu berangkat sana, nanti kamu telat di hari pertama kerja kamu," suruh Inge, Inge menyalim tangan suaminya dan devan mengecup kening istrinya dan juga mengecup singkat bibir Inge.


"Sudah...nanti kebablasan lagi, ayo cepat berangkat," suruh Inge, Devan pun akhirnya pergi ke kantornya sedangkan Inge masuk kembali ke Apartement mereka.


"Huuff..kira-kira seperti apa wajah Angel sekarang ya, gue penasaran banget jadinya, Ah itu nanti aja di pikirinnya sekarang gue mandi dulu aja biar seger," ucapnya lalu menuju ke kamar mandi buat membersihkan tubuhnya itu.


Sementara Devan sudah sampai di Kantornya, sebelum dia masuk ke sana dia memakai lagi kumis sama tompel di wajahnya itu, dia berencana memamerkan kepada teman-temannya kalau Istrinya itu cemburu padanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hai Readers setiaku...mampir yuk di novel baru aku judulnya :


MALAM KELAM PRINCESS SOMPLAK


Dan mohon dukungan sebanyak-banyaknya ya..


Like..Coment Dan Vote karena novel ini sedang di lombakan..

__ADS_1


makasih ya sebelumnya..😊😊😊


__ADS_2