Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
eps 39


__ADS_3

Mika baru sampai di rumah sakit, dia segera menuju lantai 5 dimana ruangan Inge di rawat berada.Mika melihat Devan sudah tertidur disamping brankar, tangannya menggenggam tangan Inge.


"Kasian sekali kak Devan, pasti dia belum makan", guman Mika


"Kak, kak Devan bangun!!" panggil mika mencoba membangunkan Devan


Uughhh"


Lenguh Devan sambil mengerjap - ngerjapkan matanya


"Kak Devan makan dulu", ujar Mika sambil menyiapkan makanan yg dia bawa tadi ke dalam piring


Devan beranjak dari kursi menuju ke kamar mandi, beberapa saat kemudian dia keluar, penampilannya sudah terlihat lebih fresh dari yang tadi.


"kak Devan ternyata tampan juga ya,,tapi sayang dia terlalu dingin, Mika,,Mika mikir apa sih lo", batin Mika


Devan lalu mengambil makanan yg di sediakan sama Mika tadi lalu segera duduk kembali disamping brankarnya Inge tanpa mengatakan sepatah kata pun.


Mika yg melihatnya jadi kesal


"Bilang makasih kek", gumannya


"Gue dengar Mika !! ucap Devan dingin dan terus melanjutkan makannya


"Ternyata lo denger, terus lo gak mau bilang makasih gitu sama gue ?" tanya nya


Devan masih saja makan, dan tidak menjawab pertanyaan Mika, Mika tambah kesal dan akhirnya Mika juga makan makanan yang dia bawa dari restorant tadi.


Devan sudah selesai dengan makan nya, dia kemudian membelai wajah Inge yg sudah tidak terlalu pucat lagi


"Inge!! kamu harus bangun, apa kamu sudah tidak kangen masuk kampus? apa kamu tidak kangen sama sahabat - sahabatmu ? terus bagaimana dengan Dedemit mu apa kamu gak mau ketemu sama dia? "tanya Devan


Tiba - tiba jari Inge bergerak, Devan yg melihatnya kaget


"Inge!! kamu udah sadar sayang? "tanya Devan tersenyum bahagia


Mika yg mendengar ucapan Devan langsung bangun dari duduknya dan segera menuju kearah mereka


"apa!! tadi kak Devan bilang kalau Inge sudah sadar? "tanya Mika senang


"Iya, tadi jarinya bergerak, Mika cepat kamu panggil Dokter," suruh Devan

__ADS_1


Mika bergegas pergi untuk memberitahukan Dokter tentang keadaan Inge yg sepertinya sudah sadar


Tangan Inge kembali bergerak, Devan langsung memegang tangan Inge


Inge mulai mengerjap - ngerjapkan mata nya, tapi kemudian merasa silau dan kembali menutup matanya


Mika sudah datang bersama Dokter yg merawat Inge, dan kemudian Dokter itupun memeriksa keadaan Inge


"Alhamdulillah , Pasien sudah sepenuhnya sadar dan keadaan nya sudah berangsur - angsur membaik" ucap Dokter tersebut


"Alhamdulillah" ucap mereka barengan


"Jadi kapan Dok Inge boleh di bawa pulang? tanya Devan


"Sabar pak Devan, Pasien harus dirawat di sini sampai keadaanya benar - benar pulih ", ucap Dokter lagi


Devan sangat bahagia sekali karena Inge sudah sadar, dia langsung menuju ke arah Inge


"Sayang, akhirnya kamu sadar juga, Aku bahagia banget lihat keadaan kamu sedah semakin membaik", ucap Devan sambil memegang tangan Inge


Inge kelihatan risih dan binggung saat Devan memegang tangannya, perlahan Inge melepaskan tangan Devan


"Kamu siapa ?" tanya Inge


"Kalau gue lo kenal kan Nge ?" tanya Mika


"Mika ", ucap Inge lemah


"Ada yang salah ini, kenapa Inge ingat sama lo dan dia gak ingat sama gue ", ucap Devan


"Gue harus tanya sama Dokter ", uvap Devan sambil menuju keruangan Dokter


"Inge, beneran lo gak ingat sama kak devan? tanya Mika saat Devan sudah pergi


Inge tersenyum


"jangan - jangan lo ngerjain dia ya?tanya Mika lagi


Inge mengangguk "Lo harus bantuin gue ya",ucap Inge terbata - bata


"Ya ampuun Inge, Lo sakit aja masih bisa ngerjain orang, apalagi lo sehat", ucap mika sambil mengeleng - geleng kan kepala nya

__ADS_1


"Abisnya gue kesel sama dia, seenaknya saja maksa gue jadi pacarnya", Ucap Inge


"Lo tau gak sih, semenjak lo di sini, dia tuh selalu di sisi lo dan gak pernah ninggalin lo walau sebentar saja kecuali ke kamar mandi", Cerita Mika


"Dan Juga nih ya gue liat dia sering menangis dan selalu memberi semangat kepada lo agar lo cepat sadar", tambah Mika


Inge tercengang mendengar penuturan Mika, dia tidak menyangka Kalau Devan bakalan segitunya sama dia, tapi dia pikir dia harus tetap menguji keseriusan Devan sebelum dia mengambil keputusan.


Devan datang bersama Dokter tadi dan segera menghampiri Inge, Dokter segera memeriksa kembali Inge


"Dok, kenapa Inge tidak ingat sama saya Dok? sedangkan dia Ingat sama mika? " ujar Devan frustasi


Dokter merasa aneh dengan pertanyaan Devan, dia sudah memeriksa keadaan Inge berkali - kali tapi hasilnya tetap sama, keadaan Inge baik - baik saja


"Kondisi pasien baik - baik saja,tapi ada kemungkinan kalau dia mengalami amnesia karena benturan di kepalanya, untuk lebih jelasnya kita akan melakukan citiscan agar bisa tau pasti penyebabnya", jelas Dokter itu


"Lakukan yang terbaik Dok", ujar Devan


Besok paginya mereka membawa Inge ke ruangan Radiologi, sampai disana Inge hanya mau di temani oleh Mika saja, Inge tidak mau kalau Devan ikut masuk ke sana, terpaksa devan menurutinya


Mereka sudah berada di dalam ruangan Radiologi, saat Dokter sedang menyiapkan alat - alat yg di butuhkan, Mika pun memanggilnya


"Maaf Dok mengganggu sebentar, ada yg Ingin Inge jelaskan sama Dokter ",ujar mika


Dokter segera menghampiri brankar Inge


"Ada apa Inge? " tanya Dokter


"Begini Dok, sebenarnya saya tidak apa - apa, saya cuma Ingin mengerjai kak Devan karena kesal sama dia, Saya cuma mau menguji keseriusan dia aja dok, jadi dokter tidak perlu melakukan pemeriksaan lagi terhadap saya ", ucap Inge menjelaskan


"Iya Dokter, tadi awalnya saya juga kesel sama Inge, tapi karena Inge punya maksud baik melakukan semua itu, saya pun mendukung nya ", jelas Mika


"Jadi kamu baik - baik saja sekarang, syukurlah ternyata pemeriksaan saya tidak salah, pantesan tadi saya merasa aneh saat Pak Devan bilang kalau anda tidak mengingatnya ", ucap Dokter itu


"Jadi sekarang saya harus gimana? saya tidak bisa membohongi keadaan pasien yg sesungguhnya", ucap Dokter pada Inge


"Dokter tidak harus membohongi kak Devan, dokter bilang aja yg sebenarnya tapi dokter juga harus bilang kalau saya kehilangan ingatan tentang dia karena memang ingin melupakannya, saya rasa Dokter lebih faham cara menjelaskannya ", ucap Inhe


Dokter pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya, lalu Dokter keluar dari ruangan itu


Melihat dokter sudah keluar Devan segera menghampirinya

__ADS_1


"Gimana Dok hasil pemeriksaannya", tanya Devan


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2