
"iiih kak Devan..jangan mulai lagi deh...
"Iya..gak lagi sayang, aku cuma mau ngomong sesuatu yang serius sama kamu ," Inge menatap lekat ke arah Devan ketika mendengar ucapan suaminya itu.
"Aku berencana untuk mengungkap jati diriku yang sebenarnya sayang, Gimana menurut kamu ?"
"Kak Devan apakah itu gak akan membahayakan kita nantinya, aku takut dengan kak Devan mengumumkan jati diri yang sebenarnya orang-orang yang berniat jahat akan semakin mudah untuk menjatuhkan kamu,"
"Sebelum aku membuat keputusan ini aku sudah memikirkannya dengan matang sayang, semuanya sudah aku persiapkan untuk menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi nanti, yang aku takutkan adalah kesiapan kamu menerima semuanya,"
"Maksud kamu ?
"Mungkin setelah ini suami kamu ini akan di kejar-kejar sama banyak wanita ,"ujar Devan yang membuat mata Inge melotot.
"Coba saja kalau berani mendekati suamiku, akan aku patahkan leher mereka satu-satu ," ujar Inge yang membuat Devan tertawa
"Jangan sadis gitu ah, aku gak mau kalau istriku ini terlalu bar-bar ," ujar Devan
"Oooo jadi kak Devan suka kalau para wanita-wanita itu mengejar-ngejar kamu ?
"Bukan begitu sayang,
"Terus kenapa kak Devan membela mereka ?
"Aku gak membela mereka sayang.
"Hu..hu..kak Devan Jahat, masak kak Devan malah membela mereka sih, bukan membela istrinya." ujar Inge mulai menangis
"Loh kenapa jadi seperti ini sih ? aku gak bermaksud seperti itu sayang," ujar Devan semakin binggung dengan istrinya itu.
"Kalau kak Devan membela mereka ,gak usah dekat-dekat lagi sama aku,lebih baik aku mandi saja," Ujar Inge lalu menuju ke kamar mandi.
"Gue heran deh sama Inge, dari kemaren sepertinya gue selalu salah di matanya,begini salah begitu salah akhirnya jadi serba salah...pusing gue jadinya ," ucap Devan mengacak-ngacak Rambutnya
Tak lama kemudian Inge pun keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit tubuhnya sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil di tangannya.
Inge tidak menoleh sedikitpun ke arah Devan, dia terus melangkah menuju ke kamar ganti, Devan hanya melongo menatap istrinya itu.
Setelah beberapa menit di kamar ganti, Inge keluar dan masih tidak melihat ke arah Devan, dia terus berjalan menuju ke pintu kamar itu.
"Kamu mau kemana sayang," tanya Devan
__ADS_1
"Mau tidur di kamar mama ,"Sahutnya masih tidak melihat ke arah suaminya itu,dia kemudian keluar tanpa berucap sepatah kata pun lagi, Devan makin binggung dengan sikap istrinya itu.
"Gue salah apa sih, kenapa dia malah mau tidur di kamar mama," ujar Devan Frustasi
"Memang ya wanita itu sulit di mengerti," ucapnya kemudian Devan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Sementara Inge bukanya pergi menuju kamar mamanya akan tetapi dia malah ke kamar Mika.
Tok..tok...
Inge mengetuk kamar Mika, tapi tidak ada respon dari dalam kamar itu, Inge pun mencoba membuka pintu itu ternyata tidak di kunci.
"Dasar Ceroboh, kamarnya gak pernah di kunci, kalau ada orang yang berniat jahat gimana ?" ujar Inge kemudian masuk ke sana lalu mengunci kamar itu dari dalam.
Inge melihat sahabatnya itu tidur sangat pulas, dia akhirnya punya Ide untuk ngerjain si Mika.
Inge mulai merias wajah Mika dengan sesekali tertawa cekikikan, tapi Mika bukannya bangun malah semakin lelap tidurnya,Inge memberikan sentuhan terakhir riasanya.
"Selesai..."Ujarnya senang
"Dasar Mika..Mika.. kebo banget sih ni anak, gue kelitikin ah ," ujar Inge kemudian mulai mengelitik kaki Mika, Mika tertawa cekikikan tapi dia tidak bangun juga.
"Ini anak, malah cekikikan, bukannya bangun nemenin gue nonton Drakor, gue gak bisa tidur nih," ujar Inge kesal kemudian dia mengelitik kaki Mika lagi
"Gue rekam Ah...besok gue kirim buat kak Dion," ucap Inge mulai merekam Mika yang sudah di dandani sedang tertawa dan meracau gak jelas,Inge semakin bersemangat merekamnya.
Malam sudah larut akhirnya Inge pun tertidur juga.
Pagi-pagi sekali Mika terbangun karena haus, Saat dia bangun dia kaget melihat Inge tertidur di sampingnya.
"Loh kok Inge tidur di sini sih, apa Kak Devan gak pulang ya sehingga dia tidur di sini karena gak da kak Devan," ucap Mika sambil tersenyum melihat Inge tidur begitu pulas di sampingnya, Mika membetulkan selimut Inge lalu bangun untuk minum.
"Yach..airnya habis lagi, Gue ambil aja kali ya, siapa tau nanti Inge juga haus saat bangun," ujar Mika kemudian dia keluar dari kamarnya menuju ke Dapur.
Sesampainya di dapur Mika sedang asik menuangkan Air ke dalam tekonya
"Aaaaa Setan...."
"Mana ... mana setannya..." ucap Mika binggung saat melihat Mbok Inah berlari ketakutan.
Mika masih mencari-cari di mana setan yang di bilang sama mbok Inah tadi.
__ADS_1
Aneh banget sih Mbok Inah, gak ada kok setannya, pasti dia mau ngeprank gue deh," ucap Mika kembali mengisi air ke dalam tekonya
Karena teriakan Mbok Inah tadi Mama Nita dan papa Bondan terbangun dari tidurnya dan langsung keluar dari kamarnya menuju ke arah kegaduhan itu
"Ada apa sih Mbok, kenapa mbok berlari ketakutan seperti itu,"
"Itu..itu..bu..ada Se..setan di dapur ," ucap Mbok Inah terbata-bata karena ketakutan
"Mbok Inah jangan ngada-ngada deh, mana ada sih setan di rumah ini, jangan gaco deh mbok,"ujar Nita
"Beneran Bu, saya lihat sendiri wajahnya seram dan ada darah-darahnya di wajahnya," ujar Mbok Inah lagi
"Saya gak percaya, ayo kita lihat ," ajak Nita
"Maaf bu saya gak mau, saya takut bu," ujar mbok inah masih gemetar.
"Ada apa sih ma ribut-ribut," tanya Bondan
"Ini pa, mbok Inah bilang kalau ada Setan di dapur, mama ngajakin buat lihat lagi eh mbok Inahnya gak mau," ujar Nita
"Beneran Mbok apa yang mbok Bilang ?
"Iya pak, wajahnya serem banget pak, ada darah-darahnya ,"
"Mama gak percaya deh pa, ayo kita lihat," ajak Nita, Mereka pun akhirnya berjalan menujun ke dapur.
Mereka melihat ada sosok berbaju putih membelakangi mereka, terlihat sosok itu sedang minum air.
"Hei..siapa kamu ," tanya Nita, Sosok itu menoleh ke arah mereka
"Aaaaa..papa..setan..," ucap Nita lalu memeluk Bondan.
"Pergi kamu...jangan ganggu kita, pergi.." ucap Bondan
"Om dan tante kenapa sih, aneh banget," ucap Sosok itu yang ternyata adalah Mika, Bondan dan Nita mengernyitkan keningnya ketika mendengar suara sosok itu
"Mika...!
"Kenapa tante..
"Mika...ini kamu ?
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...