Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
eps 154


__ADS_3

Di perjalanan menuju pulang Inge ketiduran, dia terlalu lelah hari ini, Devan tersenyum saat mendengar dengkuran halus dari Istrinya itu, namun netranya melihat bercak darah di celana yang di pakai oleh Istrinya.


"Kenapa dengan paha istriku ini," Devan menghentikan mobilnya lalu memeriksa robekan celana istrinya itu dan betapa terkejutnya dia melihat luka sobek di paha mulus istrinya itu.


"Bajingan..siapa yang sudah membuat Istri gue seperti ini, dia akan menanggung lebih dari ini," ujar Devan lalu membawa Istrinya ke rumah sakit terdekat.


Saat sampai di rumah sakit Devan langsung mengendong Inge lalu membawanya Ke ruangan pemeriksaan.


Setelah Dokter melakukan pemeriksaan, ternyata Inge dari tadi bukannya tidur akan tetapi dia pingsan karena terlalu lelah dan mungkin juga karena terlalu banyak kehilangan Darahnya.


"Gimana Dok keadaan istri saya ?:


"Istri anda ternyata Pingsan, dia kehilangan banyak Darah, dan kami sudah mentranfusi darah ketubuhnya karena stok darah yang sama dengannya pun ada di rumah sakit ini, dan soal lukanya sudah kami jahit, namun karena lukanya terlalu dalam nanti akan meninggalkan sedikit bekasnya ," ujar Dokter itu


"Dok..apa dokter bisa mengira-ngira luka itu di sebabkan oleh apa Dok ?


"Sepertinya luka itu bekas injakan, karena terdapat kebiruan di sekitar luka tersebut, seperti tertusuk dengan sesuatu yang berukuran kecil dan di paksakan, makanya luka itu kecil tapi sangat dalam." jelas Dokter tersebut.


"Makasih ya Dok ," ujar Devan kemudian masuk ke dalam ruang perawatan Inge


"Sepertinya gue tau siapa yang melakukan ini sama Inge," guman Devan kemudian mengambil ponselnya lalu menelpon Mika.


"Hallo Mik, lo ke Rumah sakit sekarang, Alamatnya sudah gua share ke ponsel lo,"


"Lo tolong jaga Inge di sini, ada sesuatu yang harus gue selesaikan, Gue tunggu segera," Ujarnya kemudian memutuskan sambungan telponnya.


Tak lama kemudian Mika sudah datang bersama Dion, mereka segera menuju ke ruangan yang sudah di beritahu oleh Devan


"Kak Devan gimana keadaan Inge kak ?" tanya Mika yang khawatir dengan keadaan Inge setelah di culik.


"Dia baik-baik saja kok, kalian gak usah khawatir, hanya terdapat sedikit luka di kakinya," jelas Devan


"Gimana Dion, apa mereka sudah mengerjakan apa yang gue suruh ?


"Sudah Van, tapi mereka juga meminta bantuan Sarah manager Cafe lo itu," Devan hanya tersenyum mendengar ucapan Dion itu, Dia sudah menduganya kalau Tata Dan Andi bakalan meminta tolong pada Sarah, karena Sarah memang ahlinya dalam bidang itu.


"Van Gue penasaran, sebenarnya Sarah itu siapa sih, kenapa dia sangat mahir dalam hal itu, yang gue tau dia hanya seorang manager Cafe lo saja,"ujar Dion


"Lo bakalan kaget, kalau lo tau semua orang yang ada di sekeliling gue semuanya adalah orang-orang hebat, istri gue saja sangat hebat bukan," ujar Devan Bangga


"Kalau istri lo sih gue mengakuinya, tapi yang lainnya, gue gak pernah menyangkanya,"

__ADS_1


"Itulah Lo, lo mana pernah melihat dunia luar, yang lo tau hanya kerja, Kerja dan kerja saja," ledek Devan.


"Itu sih juga buat perusahaan kan," ujar Dion.


"Iya..iya..lo dan Mika tolong jaga Inge buat gue, ada suatu hal yang harus gue selesaikan,"


"Emangnya ada apa sih Van ?


"Lo gak perlu tau, yang pasti gue harus memberi pelajaran kepada orang yang sudah menyakiti Istri gue," ucap Devan kemudian pergi dari sana.


"Devan..Devan..kalau sudah menyangkut dengan Inge, lo tidak bakal melepaskan orang itu," guman Dion


Setelah kepergian Devan Inge tersadar, dia melihat sekelilingnya yang terlihat hanya ruangan serba putih.


"Nge..lo sudah sadar ?" tanya Mika


"Mik, kak Devan mana ?" tanya Inge


"Kak Devan.."


"Ke kantor sebentar, ada yang harus dia selesaikan," Belum lagi Mika mengatakannya Dion sudah menyela ucapannya.


"Nge..Inge...Yach pingsan lagi nih anak, sepertinya dia sadar tadi hanya untuk menanyakan kak Devan deh,"


"Iya..memang pasangan yang unik mereka ya," ujar Dion


"Kita juga unik kan Om ganteng,"


"Mungkin ,"


"Loh kok mungkin sih, kita ini memang pasangan unik tau, satunya muda dan satunya lagi tua ha..ha..," ucap Mika lalu tertawa terbahak-bahak.


Dion memberengut kesal mendengar ucapan Mika tersebut.


"Aku gak tua kok sayang, aku hanya duluan lahir saja," ujar Dion


"Iya..iya..Duluan sepuluh tahun dari aku," ujar Mika


"Tapi kamu tetap cinta kan ?"


"Tergantung..

__ADS_1


"Tergantung...maksud kamu apa ?


"Tergantung keperkasaan kamu," ujar Mika ngasal


"Kamu mau coba.." ujar Dion sambil menatap genit ke arah Mika, Mika yang merasakan ancaman dari Dion langsung melarikan dirinya dan masuk ke dalam Toilet. Dion hanya tertawa melihatnya.


Sementara Devan lagi menghubungi Cathrin alias Angel, Angel sangat senang mendapat telpon dari Devan itu.Dia pun segera mengangkatnya.


"Hai Dev, tumben nelpon duluan, biasanya aku yang nelpon kamu duluan,"


"Keket, sebenarnya aku kangen banget sama kamu, kemarin aku gak berani ngedekatin kamu karena ada Pembantu aku, kamu tau kan, dari dulu aku sangat menyukai kamu Ket," ujar Devan


"Iya Dev, Aku percaya kok sama kamu, oh ya ada apa kamu telpon aku malam-malam begini ?"


"Kan aku sudah bilang tadi, kalau aku kangen banget sama kamu, gimana kalau kita ketemuan,"


"Oke aku akan ke Apartement kamu sekarang,"


"Jangan..


"Kenapa ?


"Aku gak mau pembantuku itu mengganggu kita, kita ketemuannya di luar saja ," ujar Devan


"Terus kita ketemu di mana dong Dev ?


"Gimana kalau kita ketemu di hotel saja, kamu tau kan aku dari dulu menyukai kamu, dan sekarang aku ingin memiliki kamu seutuhnya, apa kamu mau Ket ?"


"Kamu serius Dev ?


"Aku gak pernah seserius ini sayang," ujar Devan semakin genit.


"Baiklah Dev, aku akan segera ke sana ya, sampai ketemu nanti sayang," ujar Cathrin alias Angel yang sangat senang dengan apa yang akan dialaminya bersama Devan nanti


"Gak sia-sia gue Oplas memakai wajah orang yang di cintai Devan, malam ini gue akan mendapatkan dia, dan Lo Inge bakalan menangis bombay ketika tau suami lo malah tidur sama gue, gue harus merekamnya nanti," ucap Angel lalu segera bersiap-siap pergi ke tempat janjiannya bersama Devan.


Angel gak membuang banyak waktu, dia segera tancap gas menuju ke Hotel yang telah di kirim alamatnya oleh Devan, saat sampai di sana Dia langsung menuju ke kamar yang telah di boking oleh Devan itu, dan sesampainya di sana betapa kagetnya dia melihat apa yang ada di dalam kamar itu...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


🤔🤔🤔

__ADS_1


__ADS_2