
Tiba-tiba lampu di sana menyala dan Bintang kaget melihatnya, Gudang yang nampak menyeramkan dari luar itu ternyata sebuah tempat di mana beberapa orang sedang memodifikasi mobil-mobil yang sudah tua menjadi super keren.
"Ini tempat apaan ?" tanya Bintang
"Selamat datang di Dunia modifikasi Yukita nandias," ucap Yuki, Bintang menjatuhkan rahangnya mendengar ucapan Yuki itu.
"Heh..kok benggong, ayo turun ," ujar Yuki lalu turun dari mobil itu.
"Wiih..lo bawa mobil mewah nih kali ini, lo rampok di mana nih mobil," ujar Nando
"Tuh pemiliknya ," ucap Yuki sambil menunjuk ke arah Bintang.
"Bushet..tampan bener tu orang, udah ada yang punya belom ?" ujar kiki yang sedikit genit
"Heh centil jangan macam-macam lo ya, dia itu punya gue," ucap Yuki yang juga di dengar oleh Bintang, sebuah senyum terbit di bibirnya karena Yuki mengakui kalau dia adalah miliknya.
"Kan lo sudah di jodohin sama nyokap lo Yuk, dia buat gue ya," ujar Kiki
"Dia itu orangnya Kiki, lo jangan berani mendekatinya , kalau tidak lo akan melihat aslinya Yuki gimana," ujar Yuki lalu masuk ke sebuah ruangan yang mirip kamar di pojok gudang itu.
Bintang masih mematung di sana, Dia merasa takjub melihat isi gudang itu.
Beberapa orang pria tampan menghampirinya.
"Hai..beruntung sekali lo bisa membuat Yuki suka sama lo, jarang loh ada pria yang bisa membuatnya mengakuinya sebagai miliknya, oh ya kenalin gue Dimas ," ujar Dimas lalu mengulurkan tangannya
"Gue Bintang," ujar Bintang
"Dan kenalin juga dia Nando, yang itu Tama dan yang brewokan itu Aslan," ucap Dimas
"Dan satu lagi, lo harus hati-hati sama dia, dia itu Kiki yang haus kasih sayang," ucap Dimas sambil menunjuk ke arah Kiki, benar saja ketika Bintang melihat ke arahnya, Kiki memanyunkan bibirnya seolah-olah mencium Bintang dari jauh, Bintang bergidik melihatnya.
"Kiki..lo mu bibir lo itu gue bikin kayak bamper mobil rusak," ujar Yuki yang baru saja keluar dari ruangan itu.
Bintang terpesona melihat Yuki yang memakai pakaian serba orange yang mengepres tubuhnya yang seksi itu.
Dengan rambut tergerainya Yuki berjalan ke arah Bintang lalu membisikkan sesuatu di telinganya
"Awas matanya jatuh loh ," bisik Yuki yang membuat Bintang kembali sadar dan kembali ke alam nyata.
__ADS_1
"Oke..gue butuh peralatan untuk memperbaiki ini,"Ujar Yuki setelah berada di belakang mobil Bintang, Sontak Semua pria di sana mengambilkan semua peralatan yang di butuhkan yuki, Bintang melihat mereka semua seperti sudah sangat profesional dalam bidang itu, karena saat Yuki bilang seperti itu mereka sudah tau apa saja yang di butuhkan oleh Yuki.
"Yuki mulai mengikat tinggi Rambutnya yang menampakkan leher Jenjangnya sehingga membuat Bintang menelan salivanya saat melihatnya, Yuki terlihat tambah seksi dengan penampilan seperti itu, tak terasa Jeki yang dari tadi tidur pulas seketika bangun dan meronta-ronta di bawah sana.
Bintang segera membalik tubuhnya membelakangi Yuki, dia tidak kuat kalau lama-lama menatap Yuki seperti itu.
Sial..pake bangun lagi,, Batin Bintang
"Kenapa ? bangun ya ?" sebuah suara teoat di telinganya mengagetkannya dan hampir saja dia terjatuh kalau sampai tangannya tidak di pegang oleh Yuki.
Bintang segera melepaskan tangannya dari Yuki, Wajahnya memanas ketika matanya bertemu dengan manik mata Yuki.
"Yuki..toiletnya di mana ya ?" tanya Bintang
"Tu di sana ," tunjuk Yuki mulai dari si jeki terus menuju Ke toilet sebenarnya, wajah Bintang makin memerah Kerena ulah Yuki, buru-buru Bintang berlari menuju Toilet.
"Ha..ha..ha...lucu banget sih dia, sepertinya kali ini aku berurusan dengan pria polos dari kampung," ucap Yuki kembali tertawa terbahak-bahak.
*
*
Zain sudah baikan, Kini Zain duduk bersebelahan dengan Xindy di sebuah Sofa yang ada di ruang rawatnya Tedi
"Dia ini Bos kita semua, CEO dari Perusahaan Perdana Corperation," ujar Xindy
"Pantesan saja penampilannya rapi begitu, ternyata bos ya ," ucap Anjar
"Oh ya Bos, kita mohon izin ya buat menjaga teman kita yang sedang sakit," ujar Radit
"Boleh asalkan Indah ikut pulang bareng saya ," ujar Zain.
" Yach...gak seru dong kalau gak ada Bos Cantik di sini, kita bisa bosen nih ," ujar Emon
"Tenang saja Mon, Nanti pak Bos beli makanan yang banyak buat kalian, iya kan pak Bos ?" ujar Xindy , Zain memelototkan matanya mendengar ucapan Xindy.
"Sudah iyain aja, hitung-hitung upah gue nanti saat ngerawat lo," bisik Xindy
"Iya gak pak Bos," Xindy kembali mengulang pertanyaannya.
__ADS_1
"Iya..kalian bilang maunya apa, nanti saya suruh orang buat mengatarnya," ujar Zain.
"Yeay..kalau begini kan kita gak bakalan bosen iya gak Gaess ?" ujar Emon girang.
"Iya makasih ya Indah," ucap mereka barengan
"Loh kok hanya sama gue makasihnya sama pak Bos mana ?
"Iya makasih ya pak Bos ," ucap mereka seperti paduan suara yang membuat Zain tersenyum melihat tingkah mereka.
Hari ini Zain merasa sangat bahagia, entah kenapa ketika dia bersama mereka semua membuatnya merasakan kehangatan sebuah pertemanan yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya .
"Pak Bos kenapa sih senyum-senyum sendiri ?" tanya Xindy
"Gak tau kenapa aku pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya, aku seperti Familiar dengan semua yang terjadi hari ini," ucap Zain sambil menyetir mobil itu.
Sepertinya Zain mulai mengingat sedikit tentang masa lalunya bersamaku dan Juragan kambing, Aku harus pelan-pelan saja membuatnya mengingat semuanya,, batin Xindy.
"Oh iya pak Bos, kita mau kemana sih, ini kan bukan arah ke kantor ," tanya Xindy
"Memang kita bukan balik ke kantor," jawab Zain
"Terus kemana ?"
"Kita kerumah aku saja, aku capek pengen istirahat, dan kamu harus nungguin aku di rumah, bila perlu kamu sekalian tinggal di rumah aku saja ," ucapnya
Xindy merasakan pelan-pelan Sifat Rico yang dulu telah kembali, sekarang dia sudah berbicara aku kamu dengannya.
"Tapi pak Bos, mana pantas seorang gadis seperti aku tinggal serumah dengan Bos seperti pak Bos," ujar Xindy
"Pantas atau tidaknya bukan kamu yang menilainya, Mamaku pasti senang kalau kamu mau tinggal di sana, dia bakalan ada temannya saat di rumah," ujar Zain
"Kalau begitu kita ke kontrakan aku dulu pak Bos buat ambil barang-barang aku ," ujar Xindy
"Gak usah nanti biar aku suruh orang saja mengambil barang-barang kamu di sana," ujar Zain dengan senyum yang tak lepas dari bibirnya.
" Oh baiklah kalau begitu," ucap Xindy yang merasa sangat bahagia, walaupun Zain alias Rico belum sepenuhnya mengingat tentang dirinya namun sikap Zain yang sekarang berubah manis padanya sudah membuatnya sangat bahagia.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Mohon dukungannya ya di Novel baru aku yang berjudul : DENDAM SANG PEWARIS
Ceritanya ada lucu-lucunya juga loh gak kalah dari cerita ini 😁😁