Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
DICKO 5


__ADS_3

Gila tuh si Juki, pantesan gelap, kalau terang kan pasti tadi Xindy lihat tuh si otoynya dia," ucap Bintang.


"Kalau Xindy lihat kan yang untung si Jukinya, Xindy nya malah rugi secara punya dia kecil sih," ucap Bintang


"Kok lo tau sih Tang ?" tanya Gatot


"Gue pernah ngintip dia lagi mandi," ujar Bintang


"Apa.. ! jangan-jangan lo juga pernah ngintipin kita mandi ya?"


Iya..he..he.." ucap Bintang, sontak mereka semua mengeroyok Bintang tapi bukan memukulnya akan tetapi malah mengelitiki Bintang sehingga Bintang tertawa terbahak-bahak karena kegelian.


"Kalian ini kayak anak kecil deh, sudah berhenti dong, kasian Bintangnya, entar dia pingsan lagi," ucap Xindy tertawa melihat tingkah sahabat-sahabatnya itu, mereka masih saja mengelitiknya.


"Yach...yach..gue PDC nih, berhenti dong ha..ha.." ucap Bintang masih tertawa.


"Apaan Tuh tang?" tanya Kamal


"Pipis di celana," ucapnya pelan


"Aaaaa..." mereka sontak melepaskan Bintang


"Iiih..jorok kali lo Tang, malah gue tadi sempat kena si otoy dia lagi," ucap Andi menyapu tangannya di baju Gatot


"Heh Nyet..kok lo ngelap di baju gue sih, emang lo pikir baju gue serbet rumah makan padang apa ?" bentak Gatot


"Sorry..habisnya baju lo mirip serbet sih,"


"Enak kali moncong lo itu ngomong, Baju gue baju mahal tau, gie belinya Di Emol," ujar Gatot


"Eh Ngomong-ngomong Xindy udah gak bersuara lagi loh, dia kemana ya ?" tanya Kamal, mereka semua melihat ke arah Xindy dan berteriak Barengan.


"Xindy...kenapa lo habisin kuenya...


"Gue pikir kalian gak mau, ya gue habisin saja kuenya," jawab Xindy datar.


"Yach Xindy..tega lo ya, padahal gue gak sarapan tadi pagi supaya dapat jatah gede kuenya," ujar Kamal


"Iya nih Xindy malah di makan semuanya," ucqp Andi


"Salah kalian sendiri, kenapa tadi malah asik bercanda ,kan kue ini kalian siapin buat gue," ucap Xindy seenaknya


"Ya udah deh gak apa-apa, kita kan masih punya camilan," ucap Bintang


"Camilannya juga sudah habis, tuh bungkusannya," ujar Xindy menunjuk ke arah bungkus cemilan yang berserakan di lantai.


Mereka semua lemah, Xindy hanya tertawa melihatnya.


"Gak usah kayak orang susah kali, kalian kan punya banyak uang, tinggal beli lagi, beres kan," ujar Xindy


"Eh Ngomong-ngomong Siswa yang lain mana ya ?" tanya Xindy, Rangga, Bintang,Andi dan Kamal melihat ke arah Gatot.

__ADS_1


"Ya Ampun gue lupa, mereka semua Gue kunciin di Toilet," ucap Gatot


"Anjirr lo Tot, bisa kena hukum kita kalau pak Seto tau," Ujar Andi, Gatot malah garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


"Kenapa wajah Lo tot, apa terjadi sesuatu ?" tanya Xindy


"Sebenarnya Mereka gue kurung sama pak Seto juga," guman Andi pelan yang masih bisa di dengar oleh mereka


"Apa...! "kaget mereka semua


"Mampus kita..Bakalan di siksa habis-habisan kita sama pak Seto" ucap Bintang, Xindy beranjak dari duduknya.


"Mau kemana lo Ndy ?" tanya Kamal


"Gue gak ikutan ya, ini semua kan ulah kalian," ucap Xindy lalu pergi


"Xindy...jangan tinggalin kita..!" ucap mereka, Xindy hanya melambaikan tangannya dan masih berjalan menuju Kelasnya.


*


*


Di lokasi Proyek, Zain masih saja tidak Fokus dengan masalah yang ada di sana, dia masih kebayang-bayang sama wajah gadis yang di temui nya di jalan tadi.


"Bagaimana Pak Zain, apa kita bisa melanjutkan proyek ini atau tidak," Tanya pak Randi si kepala cabang yang dari tadi sudah berbusa mulutnya menjelaskan pada Zain tentang persoalan proyek itu. Zain masih saja melamun sambil senyam-senyum sendiri.


"Pak..Pak Zain.." panggil pak Randi


"Apa kita bisa melanjutkan proyek ini pak, atau kita batalkan saja karena tanahnya masih dalam keadaan sengketa," tanya Pak Randi


"Lakukanlah gimana menurut kamu itu baik ?" ucap Zain masih belum Fokus ke sana.


Pak Randi menjatuhkan rahangnya, dia sudah menjelaskan semuanya panjang lebar namun tanggapan Zain begitu saja, malah dia menanyakan pendapat pak Randi


Lah buat apa pak Zain datang ke sini kalau keputusannya sama saya juga akhirnya,, Batin Pak Randi.


"Ayo Leo kita pergi dari sini," ajak Zain pada Body guardnya itu.


"Baik pak Bos," ucap Leo sambil membukakan pintu mobil buat Zain


Leo melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, sedangkan Zain masih dengan lamunannya.


"Pak Bos sekarang kita mau kemana ?


" Ke tempat tadi kita bertemu dengan gadis SMA Itu," ujar Zain


"Buat apa kita ke sana Pak Bos, kan proyeknya belum ada kejelasannya gimana," ucap Leo yang dari tadi memperhatikan tingkah aneh bos nya itu.


"Kamu jangan banyak nanya, lakukan saja apa yang saya suruh," ucap Zain dingin


Leo bergidik melihat ekspresi dari bosnya itu.

__ADS_1


Mau apa si Bos kembali ke tempat itu, apa dia menjatuhkan sesuatu di sana, kok aku jadi kepo gini ya,, Batin Leo


Leo melajukan Mobil dengan kecepatan tinggi, tak lama mereka sudah sampai di tempat itu.


"Pak Bos, kita sudah sampai," ucap Leo


"Saya tau," jawab Zain masih dingin tetapi dia belum turun juga dari mobilnya.


Terlihat Zain celingak-celinguk seperti mencari sesuatu, senyum terpancar di bibir Zain ketika dia melihat Xindy pulang diantar oleh Kang Ojek yang tadi menjemputnya, sebuah ide timbul di kepala Zain.


Setelah mengantar Xindy, kang Rohman mulai melajukan motornya meninggalkan tempat itu.


"Leo ikuti Tukang ojek itu," suruh Zain


"Kenapa kita mengikuti dia Bos ?


"Leo..orang kepo biasanya pendek umurnya," ucap Zain dingin, Leo lagi-lagi bergidik dengan ucapan Bos nya itu, Dia pun mulai mengikuti kemana Kang Rohman pergi.


Sampai di sebuah rumah kontrakan Kang Rohman menghentikan motornya lalu mengambil sebuah Kresek yang berisi makanan kemudian masuk ke dalam rumah itu.


"Leo kamu tunggu di mobil saja," ucap Zain lalu turun dari mobilnya.


"Baik Bos," Leo sudah tidak berani lagi bertanya pada Zain.


Zain mulai melangkah ke arah Rumah yang di masuki oleh Kang Rohman tadi.


Tok..tok..


Zain mengetuk pintu rumah itu, terdengar langkah kaki berjalan ke arah pintu itu.


Ceklek...


Seorang wanita kaget melihat Zain.


"Aaaaaa....Mas...mas....," Wanita itu berteriak histeris sambil memanggil-manggil suaminya dan berlari menghampiri kang Rohman yang sedang makan siang. Zain mengerutkan keningnya binggung melihat tingkah wanita itu.


"Kenapa dia lari ya, apa aku segitu menakutkan sehingga dia histeris gitu," ucap Zain heran


"Ada apa sih teriak-teriak ?" ucap Kang Rohman


"Itu..itu.." ucap Murni terbata-bata, Murni adalah Istrinya Kang Rohman.


"Itu apa.. ?"Kang Rohman heran melihat Istrinya histeris begitu


"Ada...Sehun , Sehun Jisoo.. di luar rumah kita mas...ayo kesana dulu nanti lanjutin makannya," ajak Murni


"Sehun siapa sih dek ?


"Itu loh Artis korea yang adek ngefans banget sama dia itu loh,"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2