
Xindy sangat enek melihat Leni yang halunya tingkat tinggi itu, kalau bukan lagi nyamar dia ingin sekali berteriak kalau dia itu adalah Kekasihnya Zain.
Dengan wajah kesal Xindy membuatkan tiga gelas minuman buat tamunya Zain.
Tok..tok...
"Masuk..
"Xindy membuka pintu ruangan itu lalu berjalan menuju ke arah sofa, Xindy melihat ada seorang pria duduk membelakangi nya namun dia cuek saja berjalan lalu menyajikan minuman itu di atas meja.
"Silahkan di minum minumannya pak," ucap Xindy sambil menoleh kearah tamu nya Zain.
"Lo..." Tamunya Zain yang tak lain adalah pemuda yang di temui oleh Xindy saat di Lobby tadi.
"Siapa ya..? " Xindy pura-pura gak kenal.
"Jangan pura-pura lupa lo sama gue, lo kan yang beol di dalam mobil gue kemarin ?" ujar Pemuda itu
"Bapak salah orang kali, saya tidak kenal sama bapak," ucap Xindy hendak pergi tapi pemuda itu memegang lengannya sehingga Langkah Xindy terhenti.
" Ini ada apa sih sebenarnya Jo apa lo kenal sama Indah ?" tanya Zain yang merasa tidak suka kalau Jonathan memegang lengan Xindy.
"Iya Zain , lo tau gak ini nih gadis yang gue ceritaain sama lo kemarin waktu gue baru sampai di Jakarta yang bikin gue bete abis," ujar Jo
"Gue gak heran sih kalau dia orangnya," ujar Zain
"Maksud lo ?
"Sudah lepasin dulu dia kasian udah mau nangis tu anak ," suruh Zain
"Enak aja Pak Bos ngomong begitu sama aku, aku ini kuat loh," ujar Xindy
"Ha..ha..ha..Gadis kayak lo mana bisa ngelepasin diri dari gue," ujar Jo
"Lo jangan nantang gue ya, Jangan salahin gue nanti kalau tangan lo patah," ujar Xindy
"Ayo coba kalau bisa ," tantang Jo.
"Aawwww....
Tanpa di sadari oleh mereka kini Xindy yang memelintir tangan Jo sehingga Jo berteriak kesakitan.
Seketika kepala Zain terasa sakit sekilas Ingetan Zain muncul di sana Xindy memelintir tangan Leo lalu menendangnya dulu.
"Aaaagghhh," Zain memegang kepalanya, Xindy langsung melepaskan tangannya Jo dan dia langsung menuju kearah Zain.
"Duduk Dulu...jangan di paksakan ," ujar Xindy lalu memeberikan minuman kepada Zain, Jonathan binggung melihat perhatian Xindy pada Zain itu seperti bukan seorang OG pada Bos nya.
Zain memegang lengan Xindy.
"Siapa lo sebenarnya ?" tanya Zain
__ADS_1
"Ha..ha..ha..pertanyaan apa itu pak Bos, ini aku Indah Pak Bos, masak pak Bos juga lupa sama aku sih," ujar Xindy menghindari pertanyaan Zain, dia tidak mau kalau kepala Zain semakin sakit kalau dia berkata jujur karena Mama Inge pernah bilang kalau dia harus membuat Zain mengingat semuanya pelan-pelan kalau di paksakan bisa membahayakan nyawanya.
"Heh kamu tolong jaga Pak Bos sebentar ya, Nanti aku kembali lagi," ujar Xindy pada Jo Lalu pergi dari sana.
"Kurang ajar tu OG, main nyuruh-nyuruh gue segala lagi, gak tau apa gue siapa ?" ujar Jo
"Sama gue saja dia berani apa lagi sama Lo ," ujar Zain
"Apa..kenapa gak lo pecat saja dia dari sini sih Zain, gadis seperti dia bisa ngotor-ngotorin perusahaan lo tau gak ," ujar Jo
"Gue gak bisa karena kartu As gue ada sama dia," ujar Zain
"Maksud lo ?
"Udah jangan kepo deh, kapan nih lo mau Kerja di sini ?"
"Sepertinya Gak jadi deh Zain, gue empet lihat wajah Gadis itu," ujar Jonathan
"Sebenarnya dia baik kok Jo, tapi Casingnya aja yang begitu," ujar Zain
"Lo gak sakit kan Zain, sejak kapan lo perhatian sama Cewek, gue sudah lama kenal sama Lo baru sekarang gue lihat lo begini," ujar Jo
"Jangan asal ngomong lo jo, gue hanya ngomong kenyataannya saja, bukan berarti gue perhatian sama dia ya,"
Ceklek...
"Hay serius amat, lagi ngomongin aku ya ?" ujar Xindy yang baru masuk ke sana.
"Kalau bukan ngapain nyolot, lebay amat sih," ujar Xindy lalu menghampiri Zain.
"Ayo pak Bos ikut aku ," ujar Xindy sambil mengandeng tangan Zain dan anehnya Zain tidak dapat menolak perlakuan Xindy yang membuat Jonathan menganga.
Xindy membawa Zain menuju ke Pantry dengan di ikuti oleh Jonathan yang penasaran mau di bawa kemana sahabatnya itu.
"Pak Bos duduk di sini dulu ya, Tunggu sebentar," ujar Xindy
"Tara..ini dia hasil Karya Aku hari ini," ujar Xindy lalu meletakkan dua piring makanan di atas meja.
"Bhua..ha..ha..Makanan apa ini, bentuknya amburadul gini, Jangan di makan Zain nanti kamu sakit perut lagi," ujar Jo
Tapi sebelum ucapan Jonathan selesai Zain sudah memakan makanan itu dengan lahapnya.
"Wleekk..pergi lo sana ganggu kita makan saja," ejek Xindy pada Jo sambil memeletkan lidahnya.
"Zain serius lo makan gituan ?" tanya Jonathan tak percaya
"Enak lagi, oh ya gue lupa ngasih tau lo kelebihannya Indah, masakannya enak banget loh," ujar Zain
"Jadi pak Bos sudah ngakuin kalau masakan aku enak ?" tanya Xindy sambil menaik-naikkan alisnya ke arah Zain
"Ups...gue keceplosan lagi, bisa gede kepala nih anak ," guman Zain
__ADS_1
"Lumayan," ujar nya lagi
"Gak apa-apa deh lumayan, yang penting pak Bos suka," ujar Xindy
"Terus buat gue mana ?" tanya Jonathan
"Gak ada, aku hanya masak buat pak Bos dan buat sendiri saja, kamu kalau mau sana masak sendiri," suruh Xindy
"Pelit banget sih ?" kesal Jo
"Tadi kamu bilang masakan aku amburadul, eh sekarang malah minta lagi, gak ada jatah buat kamu," ujar Xindy yang kemudian makan makanannya sambil membuat ekspresi keenakan agar Jonathan kepengen.
"Bagi dikit dong ," ujar jo sudah mengeluarkan Air liurnya karena melihat Zain dan Xindy makan dengan lahapnya.
"Boleh..tapi bayar..," ucap Xindy kemudian
"Berapa ?
"Satu juta ," ucap Xindy ngasal.
"Busheet...Lo mau malak gue ?"
"Kalau gak mau ya udah," ujar Xindy melanjutkan makannya.
"Bagi satu sendok saja ," ujar Jo lagi karena tidak tahan melihat ekspresi Zain saat memakannya.
"Seratus Ribu...," ujar Xindy
"Ya sudah gue bayar," ujar Jo kemudian.
"Uangnya dulu," ujar Xindy sambil menengadahkan tangannya.
"Gak percayaan banget sih lo,"
"Bodo..!
"Jonathan mengambil Dompetnya lalu memberikan lembaran merah itu kepada Xindy.
"Lumayan..bisa buat beli bahannya lagi," ucap Xindy sambil mengipas-ngipaskan uang itu ke wajahnya.
"Makanannya mana ?
"Tuh ," tunjuk Xindy
"Jadi gue makan sisa lo nih , jorok banget sih .
"Kalau gak mau gue makan lagi nih,"
"Iya..iya..," Jonathan lalu memakan makanan itu dan matanya membola, benar yang di katakan sama Zain kalau masakan Xindy sangat lezat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
DENDAM SANG PEWARIS menanti kamu ya...😊😊😊