Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
eps 109


__ADS_3

Apa lo bilang, berani sekali dia begitu," ucap Dion gak terima


"Dion..lo sadar gak sih, belum apa-apa saja lo sudah bucin parah sama Mika, apalagi dia sudah jadi pacar lo nantinya," Dion baru menyadari apa yang di katakan oleh Devan itu benar adanya, dia hanya cengengesan saja.


"Udah sana lo pulang, atau lo mau nginap di sini ?


"Sepertinya ide bagus tuh biar gue bisa jagain Mika," ucap Dion sambil senyum-senyum sendiri.


"Serah lo deh, dulu aja ngatain gue Bucin lah sekarang lo apa bedanya sama gue, udah ah gue mau tidur dulu. Lo pilih aja kamar yang lo suka," ucap Deven hendak pergi


"Van..di dekat kamar Mika masih ada kamar kosong gak ?" tanya Dion


"Ada tuh,, lo tidur di situ saja biar lo seneng," ucap Devan


"Yes ...gue bisa tidur dekat dia,"


"Asal jangan satu ranjang aja," ujar Devan berlalu dari sana.


"Boleh juga tuh," ucap Dion


"Dasar Bucin akut," teriak Devan


"Lo sama juga kan, sesama Bucin tidak boleh mencela," ujar Dion dengan berteriak juga karena Devan sudah masuk ke kamarnya di dekat kamar Inge.


Keesokan paginya Mika merasakan tidurnya sangat berkualitas, entah kenapa dia juga tidak tau, Dia bangun dengan semangat lalu keluar menuju Dapur dengan wajah bantalnya. Begitulah setiap harinya dia selalu ke dapur ketika bangun tidur buat mencari makanan karena dia memang selalu lapar saat bangun.


Dengan cueknya dia melenggang dengan rambut acak-acakan tanpa memperhatikan sekitarnya, Dia tidak menyadari ada beberapa pasang mata melihat ke arahnya.


"Mika tumben lo bangun jam segini, gak Kerja lo hari ini," ujar Inge


"Baru juga jam lima," ucapnya tidak menoleh.


"Jam lima palalo, ini udah jam tujuh Mika sayang," ujar Inge


"Masak sih, tadi gue lihat masih Jam Li..."ucapan Mika terputus saat menoleh ke arah Inge, mereka semua tertawa melihat penampilan Mika yang acak-acakan dengan wajah bantalnya, Dion hanya tersenyum melihatnya.


"Inge...! kenapa lo gak bilang sih ada banyak orang di sini," teriaknya


"Lo kan gak nanya," ucap Inge


"Iiih..nyebelin deh.." ucapnya lalu berlari masuk ke kamarnya.

__ADS_1


"Ha..ha..ha..Lihat tu pujaan hati lo, kucel banget. malah rambutnya gitu lagi," ucap Devan pada Dion.


"Dia cantik kok," ucap Dion, Devan menjatuhkan Rahangnya mendengar ucapan Dion, jelas-jelas tadi Mika terlihat seperti singa kehilangan anaknya, masih saja di bilang cantik sama Dion.


"Emang dasar Bucin ya, bagaimanapun penampilannya pasti semua kelihatan cantik di matanya," ucap Devan, Inge menatap tajam ke arah Devan.


"Jadi kalau aku begitu gak terlihat cantik di mata kamu ?" tanya Inge. Devan menelan salivanya mendengar pertanyaan Inge.


"Nah loh Mampus lo Van, gue gak ikut-ikutan ya," ucap Dion berlalu dari sana.


"Kalau kamu beda sayang, mau seperti apapun penampilan kamu, akan selalu terlihat cantik di mata aku ," ujar Devan


"Gimbal kamu,,


"Gombal sayang," ucap Devan membenarkan ucapan Inge


"Jadi kamu Gombal ?" tanya Inge


"Bukan sayang, aku cuma membenarkan ucapan kamu aja kok," ujarnya


Kenapa sih sama Inge, perasaan dari tadi gue salah mulu deh, kayak lagi PMS aja,, Batin Devan


Devan sudah gak tau lagi mau ngomong apa, dia sudah berusaha membujuk Inge agar jangan ngambek lagi tapi Inge masih saja cemberut. Entah apa yang terjadi padanya sehingga dia sangat sensitif hari ini.


"Sebentar lagi kita harus ke kampus, jangan kek gini dong, aku jadi sedih kan, dan besok lusa adalah hari bahagia aku sayang," ujar Devan, Inge masih saja tidak merespon, dia masih saja diam.


"Ayo kamu siap-siap kita ke kampus," ajak Devan


"Hari ini aku gak ke kampus, kamu saja yang pergi," ujar Inge


"Kenapa Sayang, apa kamu gak enak badan ?, biar aku panggil dokter kemari," ujar Devan


"Percuma juga kamu panggilin dokter, toh gak bisa periksa juga kan," ucap Inge mengingatkan kejadian beberapa hari yang lalu saat Dokter Ferdi datang ke sana.


"He..he.., nanti aku panggilin Dokter perempuan saja biar bisa periksa kamu," ucapnya cengengesan.


"Gak usah deh, aku hanya sakit perut saja. mungkin karena lagi dapet aja," ujar Inge.


Tuh kan dia lagi PMS, jadi lega deh rasanya,, Batin Devan.


"Ya udah sayang kalau gitu kamu istirahat aja sana, biar aku suruh Mika gak kerja hari ini buat jagain kamu," ujar Devan

__ADS_1


"Gak bisa gitu dong," ucap Dion yang mendengar ucapan Devan, Dia lalu menghampiri mereka lagi.


"Kenapa emangnya ?" tanya Devan


"Mika kan Asisten gue, masak lu main nyuruh-nyuruh dia buat gak kerja sih," ucap Dion, Devan menatap tajam ke arah Dion.


"Iya..iya deh, Mika gak usah kerja hari ini," ucap Dion kecewa. Inge memperhatikan mereka berdua, dia semakin curiga sama Devan ,kenapa hanya sekali tatap saja Dion seperti kebo di cocok hidungnya oleh Devan.


"Sayang kamu belum jelasin sama aku siapa kamu sebenarnya," ucap Inge


Deggg...


Jantung Devan memacu mendengar ucapan Inge itu, dia lupa kalau kekasihnya itu belum tau siapa dia sebenarnya.


"Sayang Lusa kan Aku Wisuda nih, hari itu aku Ingin kita saling jujur, aku akan mengungkapkan semuanya tentang siapa aku sebenarnya, dan kamu juga, agar tidak ada rahasia apapun lagi diantara kita." ujar Devan, Inge menghela nafasnya pelan.


"Baiklah sayang, aku juga gak mau menyembunyikan apa-apa lagi sama kamu, aku juga akan memberitahukan siapa aku yang sebenarnya," ucap Inge.


"Kalau begitu aku ke kampus dulu ada yang harus aku urus sama anak-anak," ucap Devan


"Hati-hati ya sayang," ucap inge


"Kamu juga ya, jangan lupa minum obat agar perutmu mendingan," ucap Devan lalu mengecup kening Inge.


"Dion...ayo kita berangkat," ajak Devan


"Tunggu Dong, aku kan belum pamit sama Mika,"ucapnya


"Gak usah pamitan, lagian dia gak bakalan keluar kamar kok, dia pasti malu banget tuh di lihatin sama lo dalam keadaan seperti tadi," ujar Devan.


"Iya juga ya, kalau gue tunggu dia keluar bisa telat ke kantornya, Inge Bilang sama Mika kalau gue berangkat dulu ya," ucap Dion


" Beres kak Dion, kapan nih mau di resmiin hubungannya ? , awas kena tikung loh,"ucap Inge


"Secepatnya.. doàin ya agar lancar," ujarnya lalu pergi mengikuti Devan.


Saat berada di mobil...


"Van, lo beneran mau tunangan di kampus lo saat lo wisuda nanti ?"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Lanjut gak nih..kalau mau lanjut...


Coment yang banyak dong...😊


__ADS_2