
"Dari awal aku sudah tahu sayang, makanya aku membawa kamu ke sini agar mereka tidak melihat kita, aku tadi hanya memancing kamu saja kok," ucap Radit sambil tersenyum ke arah Liora
"iiih kamu nakal ya ternyata Dit," ujar Liora sambil mencubit pinggang Radit sehingga Radit meringis kesakitan di buatnya.
"Eh sakit ya..maaf.." ucap Liora sambil mengusap-ngusap pinggang Radit.
"Liora jangan mengusap-usap di situ nanti ada yang bangun ," Liora segera memindahkan tangannya dari pinggang Radit.
"iiih kamu mah gitu ," ucap Liora hendak pergi karena malu tapi tangan Radit menariknya sehingga posisinya sekarang Radit yang memeluk Liora dari belakang.
"Aku tahu kamu bohong soal umur kamu yang sebenarnya, aku juga begitu aku juga bohong dengan umurku ," bisik Radit, Liora berbalik ke arah Radit.
"Loh kok kamu tahu sih Dit kalau aku tadi bohong," tanya Liora
"Kamu Lupa ya sebelum aku bertemu dengan Bos Cantik aku ini adalah seorang Copet loh ," ujar Radit
Liora tersentak lalu segera memeriksa tas nya dan ternyata benar kalau dompetnya hilang.
"Radit..balikin enggak Dompet aku ," ujar Liora , Radit kembali mendekatkan bibirnya ke arah telinga Liora sehingga Liora merasa merinding karena nafas Radit mengenai telinganya.
"Ngomong-ngomong kamu kalau berpakaian seperti di Foto sangat seksi loh ," bisik Radit sambil tertawa Lalu berlari dari amukan Liora, wajah Liora memerah.
"Radiiittt....!!!
Liora mengejar Radit dan Radit pun menghindar dari kejarannya sehingga adegan kejar-kejaran kembali terjadi tapi kali ini yang jadi tokohnya adalah Radit dan Liora.
*
*
Xindy menghempaskan tubuhnya di King sidenya, kegiatan hari ini sangatlah melelahkan baginya, entah mengapa tubuhnya terasa sakit semua.
"Pegel banget sih badan gue, apa gue ke salon aja ya untuk merilekskan tubuh gue, tapi badan gue kaku semua, lebih baik gue tidur aja kali ya, siapa tau nanti setelah bangun tubuh gue menjadi lebih enakan," ujar nya lalu mulai memejamkan matanya dan sayup-sayup Xindy mendengar panggilan Zain akan tetapi Xindy tidak bisa membuka matanya.
__ADS_1
Xindy bermimpi dan di dalam Mimpinya Itu Damar ayahnya tersenyum manis padanya.Xindy langsung berlari ke arah Ayahnya itu lalu memeluknya.
"Ayah..aku sudah Bertemu dengan Ibu, aku sangat bahagia Ayah." Ujar Xindy
"Ternyata benar apa yang di katakan oleh Ayah kalau ibu meninggalkan kita dulu karena suatu alasan yang sangat masuk akal Yah, Awalnya aku sangat membencinya Ayah tapi setelah mengetahui alasannya aku memaafkannya, apa tindakanku ini benar Ayah ?" tanya Xindy
"Semua itu benar nak, kamu seharusnya memang harus memaafkan Ibu mu itu, Ayah juga sangat bahagia dan mendoàkan agar kamu dan Ibumu juga selalu bahagia," ucap Damar.
"Seandainya Ayah masih ada, maka lengkap lah kebahagiaan ku Ayah, ayo Yah kita kembali," ajal Xindy.
"Ayah tidak Bisa Nak, Dunia kita sudah berbeda jadi kamu harus segera kembali dan jangan menoleh, ayo cepat kembali sayang, jangan sampai orang-orang yang menyayangimu kamu tinggalkan ,"
"Maksud ayah Apa ?"
"Kamu harus segera kembali nak, terus berjalan ke arah cahaya itu dan jangan menoleh." Suruh Damar
Xindy mengikuti apa yang di katakan Ayahnya, perlahan dia melihat ada setitik cahaya yang semakin lama semakin besar sehingga membuat Mata Xindy menjadi silau.
Terlihat semuanya putih, dan sayup -sayup terdengar suara orang melantunkan ayat Suci AlQuran di sana.
Kinara yang melihat itu langsung kaget dan berteriak.
"Astaqfirullahalàzim....Xindy Hidup lagi..." ujarnya
Semua kaget dan berlari Pontang-panting ketika melihat Mata Xindy membola ke arah mereka.
Kinara mundur, Xindy mulai melihat ke seluruh Ruangan itu dan terlihat Zain duduk di atas Kursi Roda dengan perban penuh di kepalanya.
"Mas Zain ," satu kata terbit dari bibirnya
Zain terhenyak, Dia yakin kalau Xindy sebenarnya tidak meninggal, Dia hanya tertidur saja, dan dia juga tidak melihat Luka di tubuhnya sedikitpun saat kecelakaan itu terjadi.
🍃Flash Back On
__ADS_1
Setelah mereka berembuk di Bukit itu mereka pun pulang, Oleh karena Xindy dan Zain tidak searah dengan mereka maka Bintang, Radit dan Liora akhirnya Ikut mobil Jo bersama Kinara.
Xindy dan Zain saling bercanda di atas Mobil sehingga Zain tidak melihat ada kecelakaan beruntun di depannya sehingga mereka pun mengalami kecelakaan juga.
Zain terluka di kepala dan kakinya sedangkan Xindy tidak terlihat Luka sedikitpun juga di tubuhnya, Zain keluar dari Mobil perlahan, tanpa memperdulikan darah yang mengalir dari kepalanya dia masih berusaha mengeluarkan Xindy dari mobil itu, dia takut kalau tiba-tiba mobil Itu meledak dan Xindy tidak bisa di selamatkan.
Zain masih berusaha dan berusaha mengeluarkan Xindy dari mobilnya dan setelah melakukan usaha yang maksimal akhirnya Zain bisa mengeluarkan Xindy dari sana.
Dia mulai melangkah perlahan menjauhi Mobil tersebut sambil menggendong Xindy akan tetapi belum jauh dia meninggalkannya, mobil itu tiba-tiba saja Meledak dan Zain terlempar jauh bersama Xindy masih ada di gendongannya.Perlahan Zain mulai kehilangan kesadarannya.
Tak lama Ambulance Pun datang dan membawa mereka ke Rumah sakit.
Zain sudah sadar, terlihat Inge menangis di sampingnya.
"Mama Xindy mana ?" tanya Zain
Inge semakin kencang tangisnya, dia tidak sanggup memberitahukan kepada Putranya tentang keadaan Xindy yang sesungguhnya.
"Mama kenapa Mama Menangis Ma ?" tanya Zain Lagi. Inge berhambur memeluk Zain dengan masih menangis.
"Ma katakan apa yang terjadi ma, Xindy di mana?" tanya Zain sedikit meninggi
"Yang sabar ya sayang, Allah lebih sayang sama Xindy nak," ujar Inge
"Ma jangan bercanda Ma, Mama mau ngeprank aku kan, Tidak Ma..Tidak, Xindy enggak Mungkin ninggalin Zain, Mama bohong kan, Bilang Ma, Mama bohong kan ?" Zain semakin tinggi suaranya.
"Kamu harus mengikhlaskan nya sayang, dia sudah berada di tempat yang indah sekarang, " ujar Inge lagi.
"Tidak Ma, aku lihat sendiri kalau Xindy baik-baik saja, dia hanya tertidur kan Ma, Mama pasti salah dia masih tidur ma, mama pasti bohong ," Zain semakin kencang Tangisnya, Inge begitu terluka ketika melihat putranya seperti itu, kepedihan di hatinya melebihi ketika Devan meninggalkannya dulu
Inge terus memeluk putranya, dia menyalurkan kekuatan untuk Zain melalui pelukan hangat seorang Ibu.
Zain masih saja belum percaya dengan apa yang di katakan Oleh Ibunya karena dia melihat sendiri dengan mata kepalanya kalau Xindy tidak terluka sedikitpun di tubuhnya.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...