Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
DICKO 11


__ADS_3

Xindy bersama Juragan Kambing nya sudah sampai di sebuah pohon Mangga yang ada di depan sekolah mereka, Rangga mengelar tikar di sana.


"Wiih..lengkap banget peralatan lo Ga, kayak piknik beneran aja," ujar Bintang


"Ya Iya dong, ini memang piknik beneran tau, kan gue mau ngerayain Ultahnya Xindy Ups..." ucap Rangga Langsung menutup mulutnya, Wajah Xindy langsung berubah muram


"Aduh Xindy sorry..bukan maksud gue mau mengingatkan lo tentang hari yang lo benci, Tapi menurut gue lo harus lupain semua yang terjadi di hari ini, masih banyak kok yang sayang sama lo, Contohnya Kita semua ya gak Gaess," ujar Rangga


"Iya betul itu Xin, kali ini gue setuju sama pendapat Juki, Lagian yang udah lalu gak usah di ingat lagi Xin, mari kita sonsong masa depan yang lebih cerah," ujar Gatot


"Kita-kita sih iya masa depannya cerah, nah Lu masa depan lu Gelap, sekarang aja udah Gelap ha..ha.." ujar Juki


"Lo tu ya, selalu saja ngeledek gue Onta, ntar gue gak kasih contekan baru tau rasa lo," ujar Gatot.


"Apa lu bilang, apa gue gak salah dengar ya,sok Pinter lu Tot, lu aja nyonteknya sama Xindy," ujar Juki


"Udah Dong, kalian jangan berantem, Xindy masih sedih nih," ujar Kamal


"Siapa bilang gue sedih, yang di katakan Rangga Ada benarnya juga, yang lalu biarlah berlalu, gue akan mencoba berdamai dengan masa lalu gue," ucap Xindy kembali tersenyum


Mereka pun saling berpelukan tapi hanya para cowok-cowok saja ya


"Ayo dong kita makan, wakti istirahat mau habis nih," Ajak Xindy


"Xindy..lo duduk di sini, hari ini lo adalah Princesnya dan kita tujuh Kurcaci," ujar Andi


"Tujuh ? kita kan cuma ber enam, dasar lo PA Ndi, sudah kelas sebelas aja lo masih belum bisa berhitung," ucap Kamal


"Kan di ceritanya Tujuh Kurcaci Mal, ya udah deh enam kurcaci, puas lo," ujarnya


"Masih tujuh kok Kurcacinya," sahut seseorang yang berjalan ke arah mereka sambil tersenyum, siapa lagi kalau bukan Rico


"Eh lo siapa main gabung-gabung aja, kayak medan magnet lo," ucap Rangga


"Dia itu anak baru di kelas kita Ga, namanya Rico," ujar Bintang datar

__ADS_1


"Wah..wah..ada saingan Lo Tang, secara dulu lo kan yang paling tampan di kelas itu, tapi sekarang lo yang nomor duanya," ujar Andi


"Diam Lo Ndi gue comot moncong lo baru tau rasa lo," ucap Bintang, Rico hanya tersenyum melihat keakraban mereka, dia menoleh ke arah Xindy, Ekspresi Xindy kembali datar seperti pertama kali mereka bertemu.


"Hai Xindy..boleh gak kalau gue gabung sama Geng kalian, soalnya gue gak punya teman nih," ujar Rico


"Tuh cewek-cewek kan banyak," ucap Xindy yang membuat semua teman-temannya ternganga melihatnya, baru kali ini Xindy bicara sama orang lain selain mereka.


"Gaess gak salah dengar kan gue kalau Xindy ngomong sama dia," ujar Kamal


"Tadi waktu di Lab juga dia ngomong kok," ujar Rico, Xindy mendengus kesal melihat wajah Rico yang sok tampan itu.


Xindy mau beranjak bangun tapi di cegah oleh Rangga.


"Mau kemana Lo Xin, lo kan belum makan," ujar Rangga namun Xindy tidak mengubrisnya, dia tetap saja beranjak dari duduknya. Xindy merasa tangannya ada yang memegang dia langsung berputar dan meninju perut orang itu yang ternyata adalah Rico.


Rico Pingsan seketika, Xindy berbalik hendak pergi


"Xin dia pingsan," ucap Juki membuat Xindy menghentikan langkahnya


"Gue tau mana orang pingsan sama pura-pura pingsan begok, ayo cepat bawa dia ke UKS," suruh Juki, mereka kemudian membopong Rico menuju UKS dan Xindy pun mengikutinya dari belakang.


Bel masuk sudah berbunyi, semua Siswa sudah masuk Ke dalam Kelasnya masing-masing. Xindy dan Juragan Kambing nya masih berada di UKS karena Rico belum juga sadarkan diri.


"Kalian masuk kelas sana, biar gue yang jagain dia," ucap Xindy


"Biar gue aja Xin, lo sama yang lainnya masuk saja," ujar Bintang yang tak rela meninggalkan Xindy berduaan saja dengan Rico.


"Gak usah Tang biar gue saja, lagian gue yang udah bikin dia seperti ini," ujar Xindy


"Beneran nih Xin, lu gak mau kita temenin," tanya Juki


"Iya Juk, cuma jagain dia aja kok, kalian jangan khawatir sama gue, kalau dia macam-macam lagi gue akan buat dia lebih dari ini," ujar Xindy


"Iya kita Faham kok kalau lo jago beladiri, ya sudah kita masuk kelas dulu ya Xin," ujar Rangga

__ADS_1


"Hati-hati Xin, dia itu tampan loh, jangan sampai lo jatuh Cinta sama dia," ujar Andi


"Gak mungkin lah, Xindy jatuh Cinta sama Si Rico, secara Xindy itu Cintanya hanya sama gue," ujar Bintang


"Itu sih mau Lo, Kalau Xindy sih Ogah..." ujar Gatot


"Sudah..kalian pergi saja sana, nanti Guru-guru pada masuk kelas kalian masih di sini," suruh Xindy.


Mereka pun meninggalkan Xindy dan Rico di sana berduaan. tepatnya Xindy menjaga Rico yang lagi pingsan.


"Maafin Gue ya Rico, gue gak bermaksud bikin lo Pingsan, gue hanya tidak mau bergaul dengan orang yang baru gue kenal." ujar Xindy


"Hari ini gue sedih banget karena salah satu orang yang gue sayang pergi lagi ninggalin gue, gue bukannya tidak mau berteman sama lo, tapi gue takut setelah gue terlanjur sayang sama lo, lo akan ninggalin gue sama seperti mereka," ucap Xindy sambil membenamkan wajahnya di tempat tidur di mana Rico terbaring.


Sebuah tangan Membelai Rambut Xindy, Xindy kaget dia langsung membenarkan duduknya dan menghapus air matanya.


"Gue gak akan pernah Ninggalin Lo kok Xin, gue akan selalu berada di dekat lo, gue gak seperti mereka yang akan ninggalin Lo begitu saja bila perlu gue akan selalu berada di dekat lo 24 jam," ujar Rico


"Lo sudah sadar," tanya Xindy pura-pura tidak mendengar ucapan Rico


"Iya..bahkan sudah dari tadi,"


"Jadi..lo dengar semuanya ?" wajah Xindy mulai merona, dia malu banget kalau sampai Rico mendengar curhatannya itu.


"Lo Itu cantik kalau merona seperti itu," Xindy Sontak menangkup pipinya lalu berlari keluar dari ruangan itu, Rico tertawa, baru sekarang dia melihat wajah Full Ekspresi dari Xindy, ternyata Xindy kalau seperti itu lebih cantik dan tambah Imut, Kalau tidak mengingat dia lagi menyamar sudah dia **** tu bibir seksi Xindy.


emang dasar om-om he..he..


Xindy sekarang sudah berada di dalam toilet, dia masih menangkup wajahnya, perlahan dia melepaskan tangannya lalu melihat bayangannya di cermin Toilet tersebut.


"Aduh malu banget gue, kok bisa gue Curhat sama dia sih, malah dia sudah sadar lagi, gue gak tau harus gimana ini," ucapnya kembali menangkup pipinya


"Kenapa pipi gue memanas gini ya," ucapnya lalu mulai menbasuh wajahnya agar panasnya berkurang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2