Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
DICKO 14


__ADS_3

Xindy berbalik dan mendelik kesal.


"Maksud lo apa ?


"Gak kok, Lo cantik kalau lagi makan," ujar Rico yang membuat wajah Xindy merona, dia kembali berbalik untuk menyembunyikan wajahnya dan melanjutkan makan nya.


Aeeepppp...


"Upsss...." Xindy menutup mulutnya karena tidak sengaja Sendawa


"Ha..ha..ha..," Rico kembali tertawa


"Perasaan dari tadi lo selalu nertawain gue, emang ada yang lucu ya," ujar Xindy Cuek


"Iya..wajah kamu lucu banget Xindy, Gue makin suka," ujar Rico, Wajah Xindy kembali merona


"Udah ah, Gue mau pulang saja, dari pada di sini di godain terus sama Jin," ujar Xindy lalu beranjak dari duduknya dan melangkah pergi, akan tetapi setelah beberapa langkah dia berbalik lagi.


"Rico....Thanks Ya buat hari ini," ucapnya sambil tersenyum manis ke arah Rico. Rico memegang dadanya ketika melihat senyum tulus Xindy.


Setelah kepergian Xindy Rico berbaring di atas saung itu dengan masih memegang dadanya.


"Indahnya jatuh cinta...." ucapnya lalu memejamkan matanya.


Xindy berjalan menuju rumahnya, senyumnya tidak lepas dari bibirnya, sepanjang jalan dia berdendang sehingga orang-orang di Komplek perumahannya heran melihat sikapnya hari ini.


Saat dia sampai di rumahnya dia heran karena pintu rumahnya terbuka lebar.


"Apa ayah sudah pulang ya, Ini kan belum waktunya pulang kerja," ujarnya


Xindy bergegas masuk ke dalam rumah, di sana terlihat Ayahnya terbaring lemah dengan beberapa orang pria yang duduk di sampingnya.


"Ada apa ini, Ayah..ayah kenapa ?" tanya Xindy berlari ke arah Ayahnya.


"Xindy...Ayahmu penyakitnya kambuh, tadi kami mau mengantarnya ke Rumah sakit tapi Ayah kamu tidak mau, dia menyuruh kami mengantarkannya ke rumah saja," ujar bang Dodo tetangganya Xindy

__ADS_1


"Sakit ? Ayah sakit apa ?" tanya Xindy khawatir, baru kali ini Xindy memperhatikan Ayahnya seperti itu, kalau di rumah dia tidak pernah bicara sama Ayahnya.


"Ayah hanya kelelahan nak, ayah senang kamu mau bicara lagi sama Ayah," ujar Damar ayahnya Xindy


"Ayah jangan Bohong sama Xindy, Wajah ayah pucat sekali, ayo kita ke rumah sakit yah," ajak Xindy


"Ayah tidak apa-apa Xindy, Ayah hanya butuh Istirahat saja," ujar Damar membelai rambut panjang Xindy.


"Ayah senang banget akhirnya setelah enam tahun berlalu kamu kembali khawatir sama ayah," Ucap Damar sambil meneteskan air mata.


"Maafkan Xindy Ayah, Xindy sudah salah membenci Ayah, Xindy selalu menyalahkan ayah atas kepergian Ibu, Tapi sekarang Xindy mengerti Semuanya Ayah, maaf kan Xindy," ucap Xindy lalu memeluk ayahnya.


"Kamu tidak salah sayang, Ayah yang salah telah membuat kamu kehilangan kasih sayang Seorang Ibu, Maafkan Ayah yang tidak bisa membuatmu bahagia," ujar Damar membelai rambut putrinya di dalam pelukannya.


Damar merasa sangat bahagia setelah enam tahun berlalu setelah kejadian itu akhirnya Putrinya itu bicara lagi padanya dan juga memahami keadaan yang sebenarnya.


🍃Flash Back On


" Murni..Jangan pergi, kasihan anak kita Murni. Dia masih sangat kecil jangan kau tinggalkan kami," ujar Damar


"Murni...Aku akan berubah demi keutuhan rumah tangga kita, Aku akan bekerja dan aku pasti bisa memberikan apa yang kamu mau, please jangan tinggalin kami Murni," mohon Damar


"Sudah terlambat Damar, Hatiku sudah mati rasa untuk mu, aku akan pergi dan kamu harus merawat Xindy dengan baik, tunggu saja surat gugatan cerai dari pengadilan datang," ujar Murni lalu melangkah menuju pintu rumahnya, dia melirik sekilas ke arah Bocah cantik berusia 10 tahun itu lalu kembali melanjutkan Langkahnya.


"Ibu...Ibu..Jangan pergi Bu..Xindy mau Ikut sama Ibu," ujar Xindy sambil menangis dan menarik tangan Ibunya.


Murni melepas tangan Xindy dan bersimpuh di depan putrinya itu.


"Maafkan ibu sayang, Ibu tidak bisa bawa kamu sekarang, Ibu Janji nanti kalau ibu sudah sukses ibu akan menjemput kamu, sekarang Xindy sama Ayah dulu ya Sayang," ujar Murni lalu mengecup kening Xindy.


"Gak mau..Xindy mau pergi sama Ibu," ujarnya masih menangis


"Xindy dengar ibu, Xindy anak baik kan sayang, Kalau Xindy anak baik Xindy harus menjaga Ayah ya, Ibu harus pergi sekarang sayang," ujar Murni melepas paksa tangan Xindy dari tangan nya lalu segera pergi dari sana .


Terlihat Murni menaiki Mobil Mewah yang terparkir cantik di depan rumahnya. Mobil itu mulai melaju, Xindy mau mengejarnya akan tetapi Damar segera menangkapnya.

__ADS_1


"Ini semua gara-gara ayah, coba ayah mau bekerja pasti Ibu tidak akan pergi, Xindy benci sama Ayah..," ucap Xindy lalu berlari menuju ke kamarnya.


"Xindy...Tunggu nak," Panggil Damar mengejar Xindy tapi Xindy sudah menutup pintu kamarnya, sejak saat itu Xindy mulai tidak bicara lagi sama Damar, dan sifatnya yang periang berubah seketika menjadi Jutek dan Cuek.


🍃Flash Back Of


*


*


Di sebuah kamar Hotel Rico terlihat merebahkan tubuhnya di Ranjang Empuknya.


"Kira-kira Xindy lagi ngapain ya, Ah..kenapa tadi gue gak tanya nomor ponselnya ya, ini gimana ngehubunginnya coba," ujar Rico namun suara ponsel mengagetkannya, terlihat nama Mama di sana, Rico langsung mengangkatnya.


"Zaiiinnn..." suara cempreng Inge terdengar, Rico menjauhkan ponsel dari telinganya.


"Mama..ini bisa gak kalau ngomong jangan teriak-teriak gitu, budeg telinga Zain dengarnya," ujar Zain meniup tinjunya lalu meletakkan ke telinganya.


"Gimana mama gak teriak-teriak kalau kamu sudah seminggu ini gak pulang-pulang dari Surabaya Leo saja sudah pulang dan dia bilang kalau urusan kamu di sana sudah kelar dia ada di depan sekarang katanya kamu yang suruh dia jadi Satpam apa itu betul Zain," cerocos Inge tanpa rem.


"Mama kebiasaan deh kalau ngomong gak ada titik komanya,"


"Ayo cepat jawab mama Zain, jangan bertele-tele, mama makin kesal sama kamu Zain," ujar Inge


"Mama tenang dulu ya, Zain di sini lagi menjalankan sebuah Misi ma, nanti setelah Misi itu selesai Zain baru pulang ke sana," ujar Zain


"Kamu jangan aneh-aneh ya Zain, mama gak mau kamu gabung-gabung sama organisasi gak jelas di sana, Mama gak mau kamu kenapa-napa Zain," ujar Inge yang pengalaman soal itu.


"Siapa yang Bilang kalau aku gabung sama yang begituan, aku itu bukan papa dan Mama tau," ujar Zain


"Terus tadi apa..kamu bilang lagi menjalankan Misi, itu maksudnya apa Zain ?


"Mama tenang saja misi ini gak berbahaya kok Ma, malah misi ini akan membuat Mama senang," ujar Zain


"Misi apa sih sebenarnya Zain, kamu jangan bikin Mama penasaran Dong ?"

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2