
Ma boleh aku lihat Fotonya sekali lagi," tanya Inge, Nita memberikan Foto itu ke tangan Inge.
Netra inge melihat ada benda yang sangat familiar menggantung di leher bayi itu, Inge melihat kalau benda itu adalah kalung seperti miliknya yang berada di dalam peti peninggalan orang tua angkatnya.
"Ma..bayi ini kok pakai kalung sih," Tanya Inge
"Iya Nge, itu kalung yang kami beli saat sebelum dia lahir dan kami pakaikan di lehernya, dan saat dia berusia dua bulan dia di culik dan kami sudah mencarinya kemana-mana tapi tidak ketemu juga," ucap Nita sambil terisak.
Inge memeluk Mamanya yang ternyata mama kandungnya itu, Dada inge nyesek banget mengetahui kenyataan itu, Dia tidak bisa terima itu, sudah banyak hal yang dia lalui tapi kenyataan mengatakan kalau dia adalah anak kandung dari Mama Nita dan papa Bondan yang otomatis adalah adik dari Devan.
Air mata terus turun di pipinya tanpa bisa di bendungnya.
"Ma..Inge ke kamar dulu ya," ujar Inge dengan suara serak, dia bergegas pergi ke kamarnya tanpa menoleh lagi ke arah Nita yang juga larut dalam kesedihannya.
Sampai di kamar, Inge segera masuk ke kamar mandi dan berdiri di bawah shower, dia menghidupkan Shower itu sehingga membasahi seluruh tubuhnya itu.
"Kenapa kenyataan ini sangat menyakitkan buat gue, kenapa Aaaa...." teriaknya
"Gue harus pergi dari sini sebelum Kak Devan memaksakan buat kami menikah karena itu gak bisa terjadi," ucapnya.
Inge bergegas menganti bajunya dan mengambil tasnya lalu memasukkan barang-barangnya sebahagian kemudian mulai keluar dari kamar itu. Dia Mindik-mindik jalannya karena gak ingin ada orang yang melihatnya pergi.
Akhirnya dia sampai juga di gerbang, tapi dia bingung gimana caranya keluar dari sana karena gerbang itu sangat tinggi.Akhirnya dia memutuskan untuk menemui satpam rumah itu.
"Pak " panggil Inge
"Eh Non Inge ada apa ya ?" tanya pak Satpam
"Ini pak, saya kepengen makan nasi goreng yang di jual di sana tapi saya maunya makan langsung di sana, tolong bukain gerbangnya ya pak," ujar Inge
"Loh non ini kan sudah malam, kenapa gak suruh bibik saja buat belinya, gak baik loh keluar sendirian atau saya belikan saja gimana?" tawarnya
"Bapak ini gimana sih, saya kan tadi bilang kalau saya pengennya makan di sana, gak nafsu lagi kalau di bawa pulang," ujar Inge
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu, bapak temani ya," ujarnya. Inge makin binggung cara meyakinkan pak Satpam itu.
"Pak kalau bapak ikut yang jaga siapa, nanti kalau papa Bondan pulang gimana ? lagian dekat ini kok, saya janji deh habis makan langsung pulang," ucap Inge
Pak satpam itu berpikir sejenak, lalu mengiyakan keinginan Inge itu.
"Iya deh, tapi janji ya langsung pulang," ujarnya, Inge mengangukan kepalanya.
Pak satpam menekan tombol merah untuk membuka gerbang itu, saat gerbang terbuka Inge langsung bergegas keluar dan mengambil tasnya yang di taruh di dekat gerbang itu.
Inge langsung menyetop taksi yang lewat dan pergi dari sana.
Tidak ada yang menyadari kepergian Inge dia tidak memberitahu siapapun termasuk Mika.
Di kepalanya sekarang dia akan pulang kampung, karena dia tau kalau gak ada orang yang akan menyangka kalau dia pulang ke sana.
"Mas..ke terminal ya," ucapnya
"Maafkan aku kak Devan, aku gak bisa jadi kekasihmu lagi, karena kita gak mungkin bisa bersatu," ucapnya Lirih
"Selamat tinggal Jakarta, selamat tinggal Cinta..," gumannya.
🌹🌹🌹
Mika dan Dion sudah selesai bertemu dengan Clientnya, kini mereka berdua berada di dalam mobil yang melaju menuju ke Mansionnya Bondan.Suasana hening menyelimuti keduanya karena Mika masih mengingat kejadian kemaren malam sebelum dia tertidur.
Mika merasakan itu seperti mimpi, padahal itu memang nyata adanya. Dia masih terbayang ketika bibir lembut Dion mengecup bibirnya dengan penuh perasaan. Sejak saat itu Mika tidak sanggup menatap wajah Dion karena ketika dia melihat bibir seksi Dion rasanya di menginginkan kembali apa yang mereka lakukan waktu itu.
Entah mimpi ataupun bukan yang pastinya Mika tidak bisa melupakannya karena itu pertama kalinya dia merasakan ciuman dari orang yang sangat dia harapkan. Walaupun Mika terlihat sedikit genit akan tetapi kenyataannya dia tidak pernah pacaran, selama ini dia hanya mengagumi saja orang-orang yang memang dia sukai, tapi tidak kepada Dion yang jelas-jelas memang dia mendekatinya secara terang-terangan.
Awalnya Mika hanya mengagumi sosok Dion seperti yang lainnya, tapi kesininya perasaannya semakin dalam sehingga dia dengan beraninya mengungkapkan perasaannya kepada Dion walaupun Dion juga terang-terangan menolaknya. Hal itu yang membuat dia semakin penasaran sama Sosok Dion yang Dingin terhadapnya sehingga memicu keberaniannya untuk mengejar Cintanya Dion.
Walaupun usia mereka terpaut jauh Mika Yakin Dion akan menjadi Cinta pertama dan terakhirnya.
__ADS_1
Dion saat ini sedang gelisah melihat Mika hanya diam saja dari tadi, biasanya banyak yang Mika ocehin kalau lagi berdua saja dengannya, Dion rindu dengan suara cemprengnya dan tingkah usilnya Mika yang sering membuatnya kesal setengah mati itu.
Dion merasa heran dengan sikap Mika hari ini, Ingin sekali dia menanyakan sesuatu kepada Mika namun dia gengsi untuk memulai percakapan duluan kerena memang selama ini hanya Mika saja yang ngomong kalau mereka lagi berdua seperti itu.
Tiba-tiba suara ponsel Dion berbunyi, Dia segera memakai Ear phone lalu mengangkat telponya yang ternyata dari Devan.
"Hallo Van, ada apa malam-malam lo telpon gue," tanya Dion
"Gue tadi nelpon Mika tapi ponselnya gak aktif dan gue telpon ke rumah katanya Mika sama lo, makanya gue telpon lo," ujar Devan
"Iya nih Mika sama gue sekarang, kita lagi menuju ke Mansion bokap lo," ujar Dion
"Lo speaker ponsel lo, ada yang mau gue omongin sama dia," suruh Devan
"Mika..Devan mau ngomong sama lo nih," ujar Dion
"Iya Kak Devan, Ada apa nih, katanya kak Devan mau ngomong sama gue," tanya Mika
"Mika besok lo harus pastiin Inge datang ke Acara wisudanya gue ya, karena ada pesta kejutan yang akan gue buat untuk dia, Dan lo harus dandanin dia seperti seorang putri ," suruh Devan
"Emang ada pesta apa sih kak, kok mendadak gitu ?" tanya Mika
"Lo jangan Kepo, lo lakukan saja apa yang gue suruh," ucap Devan
"Tapi kak..tut..tut..." sambungan telpon terputus
"Iiih nyebelin deh, gue kan belum selesai ngomong main putus-putusin aja telponnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ayo yang sudah mampir di novel ke dua miss N tunjuk tangan ☝🏾☝🏾
Kalau gak ada miss N gak Up lagi nih,, 😂😂
__ADS_1