Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
DICKO 67


__ADS_3

"Sayang...apa kamu sudah siap ?" tanya Zain sambil mengetuk-ngetuk pintu kamar Xindy


"Sebentar Mas, aku lagi pakai sepatu nih," ujar Xindy


Ceklek...


Pintu kamar terbuka, Zain langsung melihat ke arah Xindy.


"Bhua..ha..ha..kamu mau kemana berpakaian seperti ini sayang," ujar Zain tak sanggup menahan tawanya ketika melihat penampilan Xindy yang memakai Baju putih dan Rok hitam dan berdandan menor kayak ondel-ondel.


"Emang kenapa, gak bagus ya ?"


"Bukan gak bagus sayang, pakaian ini gak cocok buat Kuliah, yang ada nanti di Kampus kamu malah di ketawain lagi sama Mahasiswa di sana ," ujar Zain


" Aku pikir harus pakai seragam gitu, di kampungku kalau kuliah pakaiannya begini,"


"Itu di kampungmu sayang, kalau.di sini mah bebas," jelas Zain


"Terus aku harus pakai apa dong ?"


"Kamu jadi diri sendiri saja Sayang,Lebih cantik ," goda Zain, Wajah Xindy merona.


"Kamu bisa aja Sayang, Sebentar aku ganti dulu,"


"Tunggu sayang ..!


"Ada apa lagi Mas, aku udah telat nih,"


"Dandanan kamu di hapus ya, gak usah dandan pun kamu udah cantik kok ," ujar Zain


"Iya sayang, aku sudah boleh masuk ?


"Ya sekarang sudah boleh ," Di saat Xindy mau masuk ke kamar Zain kembali memanggilnya.


"Tunggu sayang..!!


"Apa lagi sih ??


"Jangan lupa pakai kalung yang aku taruh di atas nakas kamu ya,"


"Kalung ??


"Iya..semalan saat kamu tidur aku naruh di sana ,"


"Iya nanti aku pakai, sudah ya aku masuk dulu," Zain mengangguk lalu Turun duluan ke bawah.


Xindy langsung menganti bajunya, dan tak lupa menghapus riasan yang seperti badut itu.Xindy sampai cekikikan melihat penampilannya di cermin.

__ADS_1


"Pantesan saja Mas Zain tadi ketawa, orang aku kayak ondel-ondel gini hi..hi..,"


Di saat Xindy mau keluar dari kamarnya dia teringat akan ucapan Zain tadi, Xindy segera menuju ke arah Nakas dan benar saja di sana ada sebuah kotak perhiasan berwarna merah berbentuk bundar.


Xindy langsung membuka kotak itu dan betapa kegetnya dia saat melihat isinya adalah sebuah kalung, tapi bukan kalungnya yang membuat dia kaget akan tetapi tulisannya itu yang membuat wajahnya memerah.


"Apa-apaan sih Mas Zain, kenapa tulisannya begini sih, aku kan bisa di ledekin kalau di lihat sama yang lain,"


Xindy segera turun ke bawah lalu segera menghampiri Zain yang sedang sarapan bersama Mamanya.


"Mas...kamu apa-apaan sih ngasih kalung buat aku seperti ini ?"


"Kamu kenapa sayang, kenapa kamu marah-marah sama Zain ?" tanya Inge


"Ini Ma, Mas Zain ngasih kalung buat aku ,"


"Lah Bagus dong, kamu akan kelihatan cantik memakai kalung, pasti bagus kalungnya ," ucap Inge.


"Iya Ma ..malah bagus banget loh Ma," ujar Zain sambil tersenyum.


"Bagus gimana sih Mas, yang ada aku malah malu memakainya." ucap Xindy


"Malu ? Malu kenapa sih sayang ?" tanya Inge.


"Nih Mama lihat sendiri ," ucap Xindy lalu menyerahkan kotak itu kepada Inge.


Inge penasaran kenapa Xindy harus merasa malu memakai kalung dari Zain. Perlahan Inge membuka kotak itu dan melihat kalung di dalamnya.


"Zain...kamu nakal ya, kenapa mesti ada tulisan begini sih di kalungnya, Pantesan saja Xindy marah sama kamu," ujar Inge masih ketawa.


"Kenapa sih Ma, kan bagus kalau semua orang tau kalau Xindy adalah milik Zain, Jadi gak akan ada orang yang menganggunya." ujar Zain


"Tapi gak harus di tulis juga kali Mas, pakek nulis cowok jaga jarak 1 meter lagi, memangnya aku Virus apa ," ujar Xindy cemberut.


Inge semakin kencang ketawanya mendengar ucapan Xindy itu.


"Benar kamu sayang, lebih baik kamu jangan pakai deh tu kalung, kamu tunggu di sini ya, Mama mau ambil kalung yang cocok buat kamu," ucap Inge lalu pergi ke kamarnya.


Inge keluar dari kamar dengan membawa sebuah kotak perhiasan di tangannya.


"Nah yang ini baru cocok sama kamu sayang," ucap Inge sambil membuka kotak tersebut, sebuah kalung emas putih dengan liontin berbentuk hati yang sangat indah sudah berada di tangannya.


"Sini mama pakaikan ," ujar Inge sambil memakaikan Kalung tersebut kepada Xindy


"Bagus sekali Ma kalungnya, pasti mahal," ujar Xindy


"Gak mahal kok sayang, wong mama gak beli, kalung itu pemberian Papanya Zain saat kami masih pacaran dulu," ujar Inge

__ADS_1


"Berarti kalung ini sangat berharga dong buat Mama, aku gak pantas memakainya Ma ," ujar Xindy mau melepaskan kalung itu.


"Jangan sayang, Mama senang kok kalau kamu memakainya, Mama jadi Ingat saat Mama masih muda dulu, please jangan di lepas ya sayang,"


"Baiklah Ma, Xindy akan memakainya,Lihat nih Mas, gini tuh kalau mau ngasih kalung, jangan yang ada tulisannya seperti itu," ucap Xindy


"Iya nih, sebucin-bucinnya papa kamu gak lebay gitu juga Zain, kamu kenapa sampai kepikiran nulis gitu sih di kalungnya ?


"Inisiatif saja Ma, kan Zain gak selalu bisa dekat sama Xindy. Syapa tau banyak yang naksir sama Xindy di kampus, buktinya Jo saja yang baru sekali melihat Xindy langsung jatuh hati, Buat jaga-jaga aja he..he..,"


"Dasar Bucin," ucap Inge, Zain hanya cengengesan saja.


"Kalau begitu kalian berangkat Gih, Nanti Xindy malah telat lagi," suruh Inge


"Loh ini gimana ?" tanya Zain sambil memperlihatkan kalungnya.


"Kamu saja yang pakai, siapa tau si Leni dan karyawati lainnya jaga jarak dengan kamu karena kamu sudah punya Xindy ," ucap Inge yang membuat Xindy tertawa.


"Ini buat Mama saja ," ucap Zain lalu menaruh kotak itu di meja dan beranjak mengikuti Xindy.


Mereka pun pergi, Zain melajukan mobilnya menuju ke sebuah Kampus yang Notabene nya milik Opa Bondan itu di mana Papa dan Mama nya dulu kuliah juga di sana.


Zain memarkirkan mobilnya Di parkiran Kampus, Xindy turun dari mobil Dan Zain juga ikut turun yang membuat Xindy heran melihatnya.


"Loh Mas, kok ikut turun sih ?" Tanya Xindy


"Aku kan mau antar kamu ke dalam sayang," ucap Zain santai.


"Memangnya aku anak TK apa harus di anterin, sudah kamu pergi ke kantor sana ," ucap Xindy sambil mendorong Zain kembali masuk kembali ke mobilnya.


"Sayang...aku gak mau kalau nanti ada yang gangguin kamu, aku mau menjaga kamu sayang ," ujar Zain


"Mas..kamu percaya kan sama aku, kalau kamu posesif begini aku malah gak nyaman tau," ujar Xindy Cemberut.


"Sayang jangan ngambek dong, aku gak akan begini lagi ya..senyum dong ,"


"Janji ya ?


"Iya Janji, tapi kamu jangan dekat-dekat sama cowok ya ," ujar Zain


"Iya..iya..,"


"Janji..?" ujar Zain.


"Iya sayang, sudah pergi sana, keburu telat nih akunya ,"


"Iya..Sun dulu dong," ucap Zain yang membuat mata Xindy melotot.

__ADS_1


Tapi sebelum Xindy protes , Zain sudah mengecup pipi Xindy lalu segera masuk ke Mobil dan melajukannya. Xindy masih mematung sambil memegang bekas bibir Zaindi pipinya dan tersenyum.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2