Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
eps 59


__ADS_3

" Lama Amat sih jawabnya Inge, kita udah deg-degan nih nunggunya", ujar seseorang di balik pohon


Devan dan Inge kaget mendengar ada suara di belakang pohon tak jauh dari sana.


"Keluar kalian, ngapain ngintip-ngintip di sana," ucap Devan yang sudah tau suara siapa itu.


Andi ,Elang dan Nia keluar dari balik persembunyiannya sambil cengengesan.


"Kalian ngikutin kita ?" tanya Inge


"He..he.. kita cuma penasaran aja kok Devan mau bawa lo kemana," ujar Andi masih cengengesan


Devan menatap dingin ke arah mereka,, jadi gagal rencananya ingin mesra-mesraan sama Inge karena tiga cecunguk itu.


"Ayo dong Inge di jawab lamarannya, sekarang baru namanya romantis, gak kayak kemaren ngelamarnya di rumah sakit," ujar Elang


"Emang Devan pernah ngelamar Inge ??" tanya Andi yang memang waktu itu tidak berada di sana karena dia lagi membuntuti Mika.


"Iya dong, kami berdua jadi saksinya," ucap Nia


"Wah,, gue ketinggalan berita nih," ujar Andi


"Kalian bertiga berisik amat sih, lebih baik kalian pergi sana,, ganggu orang saja," ucap Devan Dingin bahkan lebih dingin dari tatapan membunuhnya.


"udah Honey jangan begitu sama mereka, Kan gak ada salahnya mereka jadi saksi betapa besar cinta kita," ujar Inge sambil membelai pipi Devan.


Devan seketika luluh mendengar ucapan kekasihnya itu dan tersenyum manis ke arah Inge.


"Dasar Bucin,, tadi aja seperti harimau ngamuk setelah di belai pawangnya berubah jadi kucing yang manis," ujar Elang, Devan menatap tajam kearahnya.


"Peace,,," ucap Elang sambil mengangkat dua jarinya


"Kak Devan Ulangi dong ngelamarnya biar tambah Romantis," ujar Nia


Devan menghembus nafasnya kasar lalu segera bersimpuh di hadapan Inge sambil mengankat cincinnya.


"Inge Setia Dewi,, Will You Marry Me ??


"Yes,, I Will " Jawab Inge


Devan lalu memakaikan cincin bertahtakan berlian itu ke jari manis Inge dan segera bangun lalu mencium bibir Inge dengan lembut, Elang langsung menutup mata Nia.

__ADS_1


"Apaan sih kak Elang," ucap Nia hendak melepaskan tangan Elang di matanya akan tetapi Elang kembali menutup mata Nia.


"Bidadari cantik, kamu jangan lihat adegan itu nanti kamu pengen, babang Elang belum siap melepaskan ciuman pertama babang," ujar Elang genit.


"Lebay lo Lang, mana mau Nia nyium bibir Lo yang bau itu," ucap Andi


Elang melepaskan tangannya di mata Nia dan segera merangkul Andi,


"Kalau begitu lo aja yang nyium gue,, nih," ucapnya yang sudah merangkul Andi sambil memonyongkan mulutnya. Andi meronta-ronta melepaskan dirinya dari rangkulan Elang yang hendak menciumnya.


Ha...ha..ha.." Nia tertawa melihat tingkah kedua sahabat tersebut.


Andi sudah berhasil melepaskan rangkulan Elang dan segera berlari menjauh darinya.


"Andi,, mau kamana lo, sini cium mulut gue yang lo bilang bau ini," ujar Elang sambil terus mengejar-ngejar Andi. Nia kemudian mengikuti mereka.


Kini hanya tinggal Devan dan Inge saja di sana, Devan langsung menggendong Inge dan membawanya ke arah Ayunan besar yang berada di antara dua pohon yang dihiasi dengan ratusan bunga mawar putih dan mawar merah lalu menidurkan Inge di ayunan tersebut Dan Devan pun lalu berbaring di samping Inge diatas ayunan itu.


Mereka menikmati keindahan taman itu sambil berbaring di ayunan itu, Devan menggenggam tangan Inge dan menciumnya lembut.


"Honey,, jadi kamu tadi pergi untuk mempersiapkan ini ?" tanya Inge


" Iya Baby,, kamu suka gak ?" tanya Devan


"Nanti aku akan lebih sering bikin sureprise lagi buat kamu ya Baby," janji Devan


"Honey,, jangan terlalu mencintaiku seperti itu,, kalau nanti aku pergi gimana ?, ujar Inge


Devan segera bangun dan menghadap kearah Inge ketika mendengar ucapannya, Devan lalu memegang kedua pipi Inge dengan lembut sambil menatap matanya.


"Jangan coba-coba pergi dariku Baby, ke ujung dunia pun aku akan mencari keberadaanmu, jadi jangan pernah berfikir ataupun berniat melakukan itu," ucap Devan marah


"Aku gak bermaksud begitu Honey, aku cuma takut saja kalau nanti kita tidak berjodoh.." ucapan Inge terputus karena jari Devan sudah menempel di bibir Inge.


"Jangan katakan itu Baby, Aku gak sanggup kalau harus kehilanganmu,, aku tak bisa bayangkan bagaimana hidupku kalau tanpa kamu," ujarnya sambil menitikkan Air mata.


Inge baru kali ini melihat Devan menangis, bahkan terlihat sangat lemah di hadapannya. Dia lalu langsung memeluk Devan dan membelai rambutnya.


"Maaf kalau aku sudah membuatmu sedih Honey, aku janji gak akan pernah meninggalkan kamu," ucapnya pelan.


Mereka pun kembali berbaring di atas ayunan itu sampai mereka berdua tertidur sambil berpelukan di sana.

__ADS_1


Drama kejar-kejaran pun sudah berhenti, Elang dan Andi duduk berdampingan di rumput dengan nafas ngos-ngosan, sedangkan Nia sudah dari tadi terduduk disana karena sudah tidak sanggup mengikuti mereka.


"Udah ya Lang, gue gak sanggup lari lagi," ujar Andi dengan nafas terputus-putus


"Gue juga,, lo larinya kayak kesetanan," ucap Elang lalu berbaring di atas rumput itu.


" Habis lo bercandanya kelewatan sih", ucap Andi juga berbaring di sebelah Elang.


"Hei kalian, jadi gak nih kita kerumah sakit jenguk kak Edo nya ? " tanya Nia yang sudah berdiri dekat kepala mereka yang sedang terbaring di rumput itu.


Mereka berdua mendongak lalu tersenyum, Elang segera bangkit di susul oleh Andi yang kemudian langsung menarik tangan Nia menuju ke mobilnya.


"Andi !! mau di bawa kemana Bidadari gue," teriak Elang lalu mengejar mereka.


Andi dan Nia langsung masuk ke mobil kemudian Andi langsung melajukan mobilnya meninggalkan Elang.


"Awas lo ya nanti,, gue hajar lo,, Andiiii !!! " teriaknya saat melihat mobil Andi sudah meninggalkan kampus, Andi tertawa senang karena sudah mengerjai sahabatnya itu. Nia meresa tidak enak karena mereka sudah meninggalkan Elang sendiri di kampus.


"Kenapa kak Elang di tinggal sih kak ?" ucapnya


"Tenang aja, dia bawa mobil kok, ntar pasti dia sudah duluan nyampek ke sana," ucap Andi yang tidak menoleh ke arah Nia.


"Tapi kan Aku gak Enak sama kak Elang, kan tadi kita janjinya ke rumah sakit nya bareng," ujarnya


"Gak apa-apa kok Nia, palingan dia marahnya sama gue, habisnya dia tu udah jail tadi sama gue, ni kesempatan gue balas dia he..he..," ujar Andi cengengesan, Nia merasa iri sama keakraban mereka. Dari kecil Nia tidak pernah punya teman apalagi sahabat.


"Kalian itu udah lama sahabatan ya kak ? Tanya Nia


" Iya,, Aku ,Devan, Elang, Edo dan Luna,, kami berlima udah sahabatan dari semenjak kami masih sekolah TK," jelas Andi


"Wah,, lama juga ya,,,


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


miss N😘😘😘


Gimana,,masih mau lanjut...???


Like dan Comentnya ya Readers


dan jangan lupa tekan tanda ❤ agar cerita ini jadi favorit,,

__ADS_1


Makasih 🙏🙏🙏love U❤❤❤


__ADS_2