
"Sebaiknya anda membawa Ibu anda ke Luar Negeri untuk pengobatannya karena kasus sepert ini di Indonesia sangatlah langka. Anda tidak perlu khawatir karena penyakit Ibu anda pasti bisa di sembuhkan," Ujar Dokter itu.
" Baiklah Dok, saya pasti akan mengusahakan semuanya untuk kesembuhan ibu saya,Terima kasih Dok, Hari ini juga saya akan membawa Mama saya ke Luar Negeri," ujar Zain.
"Kalau begitu kami permisi dulu ya Dok," Pamit mereka
Zain dan Xindy pergi dari sana menuju ke ruang rawat Inge, Sampai di sana terlihat inge sedang makan buah di suapi oleh Suster yang menjaganya tadi.
"Sus, Biar saya saja yang menyuapinya," Pinta Xindy
Xindy tidak dapat menahan kesedihannya sehingga dia meneteskan air mata ya di depan Inge.
"Hei..kenapa kamu menangis sayang ? Apa Zain menyakiti kamu, Bilang sama Mama biar Mama jewer kupingnya itu,"
"Eh enggak Kok Ma, Xindy gak nangis kok, Xindy hanya kelilipan tadi," Bohong Xindy
"Kamu pikir Mama ini anak kecil apa yang bisa kamu bohongi seperti itu, Ayo cerita kepada Mama ada apa sebenarnya," Xindy belum mau bicara, Inge menoleh kearah Zain dan melihat Zain wajahnya juga kelihatan sedih.
"Kalian ini kenapa sih, di tanya malah diam saja, apa kalian sudah enggak menganggap Mama lagi ya,' pertayaan Inge justru membuat Zain dan Xindy tidak dapat lagi menahan tangisnya yang membuat Inge semakin bingung di buatnya.
"Hei kalian ini kenapa sih, kayak mama mau mati saja kalian jadi seperti ini," ucap Inge yang membuat tangis mereka semakin kencang saja.
"Zain ayo ngomong sama Mama, kalau enggak mama Ngambek nih," Zain melepas pelukannya lalu menatap Mamanya lekat.
"Ma, Hari ini juga kita harus keluar Negeri," ujar Zain
"Ooo Kamu mau keluar Negeri, Jangan cengeng gitu ah, jelek tau. Kamu pergi saja dan Xindy biar Mama yang Jaga," ujar Inge
"Ma Zain enggak bercanda loh, mama harus segera di Obati,"ujar Zain sedikt meninggi.
__ADS_1
"Loh memangnya Mama sakit apa sehingga mau kamu bawa ke Luar Negeri segala, Mama sehat kok sayang, nih Lihat segar bugar kan ?" Inge masih saja bercanda
"Mama....!!
"Zain...!!
"Mas jangan begitu ngomong sama Orang tua, Ma sebaiknya Mama ikut saja dengan mas Zain ke Luar Negeri untuk berobat biar Mama sembuh, Mama mau kan Lihat kami Menikah dan punya anak, apa mama enggak mau melihat cucu mama nantinya?" Xindy mulai merayu Inge karena dia tahu watak Inge itu keras dan susah di bujuknya.
" Mama mau sayang, tapi Mama gak mau pergi sama anak bandel itu, Biar dia cepat belajar menghafal Alquran nya agar cepat bisa cepat menikahi kamu sayang, Mama gak tahu apa Mama bisa bertahan dengan penyakit Mama ini atau enggak," Ucap Inge mulai mengalah
"Ayolah Ma, Zain mau ikut sama mama, Zain mau memastikan kalau Mama baik-baik saja,"ujar Zain
"Kalau begitu Mama enggak mau pergi," ucap Inge Cemberut.
"Ayolah Ma jangan kayak anak kecil deh, kali ini Mama nurut sama Zain," ujar Zain
"Kamu juga harus nurut sama Mama kali ini Zain, Kamu harus segera bisa menghafal Alquran agar di saat nanti Mama pulang kalian sudah bisa menikah,"
"Benarkah sayang, kalau begitu aku setuju, aku janji di saat kalian pulang Nanti aku sudah bisa menghafalnya."
"Iya mas," ucap Xindy sambil tersenyum manis ke arah Zain
Terlihat Zain mengambil ponselnya lalu menghubungi seeorang untuk mengurus semua yang di butuhkan oleh Xindy dan Mamanya ketika berada di sana.
Setelah semuanya siap, mereka akhirnya berangkat dengan Jet pribadi milik keluarga Perdana, walaupun berat tapi Zain harus merelakan kepergian dua orang wanita yang sangat berarti baginya dan meninggalkan dia seorang diri di Ibu kota.
Zain melihat Jet Pribadinya sudah lepas Landas, dengan langkah gontai Zain meninggalkan Bandara dan pulang ke Mansionnya.
Joko menghampiri Inge dan membisikkan sesuatu kepadanya, terlihat Inge tersenyum.
__ADS_1
"Dimana Mereka ? tanya Inge
Dari arah kabin belakang terlihat ada pasangan yang sangat di kenal oleh Xindy, Xindy kaget melihat keberadaan Mereka di sana.
"Kalian ngapain di sini, Ma..Mama bisa jelasin gak ada apa ini sebenarnya ?' Tanya Xindy pada Inge .
"Mama mau cerita sama kamu tapi kamu jangan marah ya sayang," Ujar Inge sambil tersenyum dan melihat ke arah Yuki dan Bintang yang sudah duduk di tempatnya ,mereka juga tersenyum kearah Xindy.
🍃Flash Back On
Setelah Inge ,Zain dan Xindy pulang dari makamnya Devan, mereka bertiga duduk-duduk di ruang keluarga sambil bercengkerama , dan karena terlalu lelah akhirnya Xindy dan Zain pamit untuk beristirahat namun ponsel Xindy ketinggalan di sana dan di saat Inge mau mengembalikan Ponsel itu ada sebuah chat masuk, dan karena tingkat ke kepoan Inge yang di luar batas akhirnya Inge membuka Chat tersebut, dan di saat itulah Inge kaget karena ada seorang pemuda tampan yang mengajak Xindy ketemuan di sebuah Restoran yang juga tidak jauh dari Mansionnya.
Inge awalnya sangat marah karen dia mengira kalau Xindy menduakan putranya dan akhirnya dia berencana akan menemui pemuda tersebut dan Inge pun menghapus pesan itu dari ponsel Xindy dan mulai pergi ke tempat janjian mereka.
Inge sudah sampai di sebuah Restoran yang tidak terlalu besar untuk melabrak pemuda yang mengajak Xindy ketemuan tapi sampai di sana dia malah kaget karena pemuda itu datang dengan Pacarnya, Ternyata Inge sudah salah sangka pada mereka.Namun Inge masih mau memastikannya saja.
"Apa kamu yang bernama Bintang ?" tanya Inge
"Iya saya Bintang Tante, tante siapa ya apa ada yang bisa saya Bantu Tante," tanya Bintang yang binggung kenapa ada Ibu-ibu itu mengenali dirinya.
"Sayang Itu kan Ibu Inge pemilik Perusahaan ternama di Jakarta dan Juga pemilik kampus kita loh ," bisik Yuki pada Bintang
"Oh ya..Wow banget kalau begitu kita bisa bertemu dengan orang hebat seperti dia," Bintang juga berbisik kepada Yuki.
"Maaf saya hanya mau bertanya kenapa kamu mengajak Xindy ketemuan di sini malam-malam begini lagi," tanya Inge
Bintang dan Yuki saling tatap satu sama Lain.
"Kalau boleh tahu memangnya ada hubungan apa Xindy sama Tante ?" tanya Yuki
__ADS_1
"Saya ini calon mertuanya Xindy ,"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...