
Terlihat dari kejauhan Bintang berlari ke arah mereka dengan menenteng sebuah kaleng bekas Biscuit di tangannya.
"Hey teman-teman..kalian gak usah cari Jangkrik lagi, gue sudah dapat nih," ujar Bintang
"Lu dapat dari mana Tang, perasaan lu tadi pulang ke rumah deh," ujar Juki
"Iya dapat dari mana Tang, jangan-jangan di rumah Lo banyak Jangkrik ya," ujar Xindy
"Engak Xindy sayang, Tadi Mas Bintang ketemu sama bapak-bapak, dia ngasih Mas kaleng ini, dan sewaktu Mas buka ternyata jangkrik Bos ," ujar Bintang lalu menyerahkan kotak itu pada Xindy
"Jijay lo Tang ngomong kek gitu, pengen muntah gue," ujar Rangga.
"Diam Lo semut, suka-suka gue lah, ya gak yayang Xindy," ucapnya yang mendapat toyoran oleh mereka semua.
"Baik banget bapak-bapak itu, tapi dari mana bapak-bapak itu tau kalau kita lagi nyari Jangkrik ya, mencurigakan gak sih Gaess," ujar Xindy.
"Gak usah di pikirin deh Xin, yang penting satu masalah sudah terselesaikan, kita tinggal bawa deh ni Jangkrik besok ke sekolah," ujar Bintang
"Ya sudah deh, ayo kita pulang," ajak Xindy
Mereka akhirnya Pulang dan Jangkrik-jangkrik itu di titipkan pada Xindy karena emang Hanya Xindy aja yang amanah orangnya.
Sebuah senyuman puas terbit di bibir seseorang yang berada di belakang sebatang pohon besar yang tak jauh dari sana, siapa lagi kalau bukan Zain yang sengaja mengikuti Xindy dari tadi.
🍃Flash Back On
Zain mendengar percakapan Xindy dan teman-temannya di saung itu, dia bergegas mencari seseorang yang bisa membantunya untuk mencarikan beberapa ekor Jangkrik buat dia kasihkan ke Xindy.
Kebetulan ada Bapak-bapak yang baru saja pulang dari kebunnya , Zain tidak membuang-buang waktu, dia segera mencegatnya.
"Permisi pak, apa bapak mau mencarikan saya beberapa ekor Jangkrik ?" tanya Zain
"Jangkrik...Buat apa mas ?"
"Bapak cari saja, nanti saya kasih uang seratus ribu buat bapak," ujar Zain
"Beneran nih Mas, baiklah saya akan mencarinya dengan cepat, tapi uangnya di muka ya, saya gak mau di bohongin sama Mas, siapa tau mas Hanya main-main saja," ujar Bapak-bapak itu.
Zain mengambil dompetnya dan mengambil selembar uang seratu ribu lalu memberikannya kepada bapak-bapak itu, bapak itu pun pergi ke arah Semak yang tak jauh dari sana.
__ADS_1
Tak lama kemudian bapak itu muncul dengan sebuah kaleng bekas Biscuit di tangannya.
"Ini mas Jangkriknya, semua ada sepuluh ekor, apa ini cukup ?" Tanya bapak itu
"Sepertinya Cukup, oh ya satu lagi pak, Bapak lihat kan anak-anak itu, tolong kasihkan ke mereka ya pak," suruh Zain
"Baik Mas, saya kesana dulu," ucapnya lalu bergegas menuju ke arah gerombolan anak-anak remaja itu yang tak lain adalah Xindy dan teman-temannya .
Tapi di perjalanannnya dia bertemu dengan Bintang, lalu bapak itu memberikan kaleng itu pada Bintang.
🍃Flash Back Of
Teman-teman Xindy sudah pada pulang tapi tidak dengan Xindy, Terlihat Xindy berjalan ke arah pohon itu, Zain panik ketika melihat Xindy sudah berada di belakang pohon, Xindy lalu duduk bersandar di bawah pohon dengan Handset di telinganya dan dia menaruh kaleng berisi jangkrik itu di sampingnya.
Xindy mulai memejamkan matanya
Air mata mulai jatuh di pipi Xindy, Isak tangis pun terdengar meyayat hati. Perlahan Zain berjalan mengitari pohon itu dan memperhatikan Xindy dari dekat, kesedihan yang teramat sangat terlihat di wajah Xindy.
Zain mengulurkan tangannya hendak menyentuh wajah Xindy, namun pergerakan Xindy menghentikan niatnya itu, dia kembali bersembunyi di balik pohon itu.
"Xindy...kamu harus kuat melalui semua ini, kamu harus melanjutkan hidupmu tanpa mereka, setelah Tamat sekolah kamu harus pergi merantau saja agar mereka sadar kalau kamu juga bisa hidup tanpa mereka," ucapnya pada diri sendiri sambil menghapus air matanya dan pergi dari sana.
"Aku akan menantikan hari itu Xindy," ucap Zain kemudian juga pergi dari sana menuju penginapannya.
"Bos kemana aja sih, kenapa Bos meninggalkan saya di Hotel sendiri, kalau Bos mau kemana-mana kan bisa saya Antar," ujar Leo
"Leo..mulai besok kamu pulang saja ke Jakarta ya, saya akan tinggal Lama di sini," ujar Zain
"Loh kok seperti itu sih Bos, saya kan Body guardnya Bos jadi saya harus berada di samping Bos setiap saat," ujar Leo
"Leo..kamu harus pulang besok ke Jakarta, kalau tidak kamu akan saya pecat," ancam Zain
"Baik Bos, saya Besok akan Pulang ke Jakarta. Tapi saya binggung Bos, kalau sudah nyampek sana saya kerja apa Bos, kan selama ini saya hanya jagain Bos saja?" tanya Leo
"Kamu nanti jaga Mansion saya saja," ujar Zain
"Maksud Bos Saya jadi Satpam gitu ?
"Ya, itu pun jika kamu mau, kalau tidak ya gak apa-apa ," ucap Zain
__ADS_1
"Yach Si Bos tega bener sih sama saya, masak dari Body Guard turun pangkat jadi Satpam sih,"
"Saya naikkan gaji kamu 50% gimana?" ujar Zain
"Kalau gitu sih aku mau Bos," ujar Leo cepat
"Kamu kalau soal uang saja cepat, udah keluar sana saya mau istirahat," suruh Zain , Leo Pun Pergi dari sana kini tinggallah Zain sendiri di kamar itu.
Zain masih memikirkan gimana caranya dia bisa membawa Xindy ke Jakarta. Karena terlalu lelah mengikuti Xindy akhirnya Zain tertidur dan melewati makan malamnya.
*
*
Pagi sudah tiba, seperti biasa Xindy langsung pergi ke Sekolahnya. Dia mulai menyusuri Gangnya menuju ke arah Kang Rohman yang sudah setia menunggunya di depan Gang itu.
"Eh Neng Xindy..cantik banget hari ini neng," ujar Kang Rohman
"Emang setiap hari kali kang," ucap Xindy
"Iya akang tau, tapi hari ini lebih gimana gitu," ujarnya lagi
"Ah Kang Rohman bisa aja, ayo kita berangkat Kang," ujar Xindy lalu menaiki motor itu.
Kang Rohman melajukan motornya, di atas Motor Kang Rohman memikirkan bagaimana caranya dia kasih tau ke Xindy kalau hari ini adalah hari terakhir dia mengantarnya. Dia sudah terbiasa dengan rutinitas itu.Dan dia juga takut kalau Xindy akan sedih dengan penuturannya nanti.
Tak terasa mereka pun sampai di sekolahnya Xindy, Xindy turun dari motor itu lalu membayar kemudian dia berbalik mau masuk ke sekolahnya.
"Neng Xindy tunggu...!" panggil Kang Rohman, Xindy berbalik
"Ada apa Kang ?"
"Saya hari ini mau Pamit sama Neng Xindy," ucap Kang Rohman pelan
"Pamit...? emangnya Kang Rohman mau kemana ?" tanya Xindy dengan ekspresi herannya
"Saya mulai hari ini gak ngojek lagi Neng, saya di terima kerja di Perusahaan besar sebagai Satpam, pagi ini adalah terakhir saya ngantar Neng Xindy," ujap Kang Rohman
Tes...
__ADS_1
Air mata menetes di pipi Xindy.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...