
Semua Undangan pada ketakutan, terutama yang pernah menghina atupun mengejek Devan dan istrinya.
"Sekarang saya akan mengumumkan promosi jabatan bagi beberara Divisi yang terjadi kecurangan di dalamnya." Semua karyawan yang tidak pernah punya masalah dengan Devan dan Istrinya berharap akan mendapat promosi jabatan itu tapi tidak dengan mereka yang pernah mengejek Inge, boro-boro mau dapat promosi jabatan tidak di pecat saja mereka sudah bersyukur, namun mereka belum bisa bernafas lega karena Devan belum mengumumkan siapa saja yang akan di singkirkan dari perusahaan itu.
"Baiklah untuk para Undangan bisa menikmati hidangan yang sudah di sediakan terlebih dahulu, sedangkan para karyawan harus tetap duduk dan mendengarkan baik-baik apa yang saya umumkan, bisa jadi diantara kalian akan mendapat promosi jabatan ini."
semua pada Hening, para Undangan pun tidak ada yang beranjak dari duduknya, mereka ingin menyaksikan siapa saja yang akan naik jabatan.
"Loh kenapa gak ada yang bangun, apa kalian semuanya karyawan Perusahaan saya ?," canda Devan, semua pun tertawa.
"Baiklah..yang pertama sekali saya akan mengumumkan divisi-divisi apa saja yang bermasalah di perusahaan ini, yaitu Divisi Marketing tentunya, yang kedua Divisi pergudangan dan yang ketiga Divisi Keuangan." Semua karyawan yang ada di tiga divisi itu pada deg-degan, ada yang deg-degan karena mereka pernah melakukan kecurangan ada pula yang deg-degan karena menanti pengumuman kenaikan jabatan.
Gala termasuk juga dari sekian banyak karyawan Marketing yang deg-degan, tapi dia deg-degannya bukan karena keduanya akan tetapi karena sikapnya yang sering mengganggu Istri nya Bos yang membuat dia merasa kalau Devan akan menurunkan jabatannya yang sekarang, atau mungkin akan di turunkan menjadi OB, dia tidak bisa membayangkan kalau itu sampai terjadi.
"Yang pertama, untuk Divisi pergudangan saya akan melantik Saudara Edo sebagai kepala Gudang yang Baru mengantikan pak Supri kepala gudang yang lama karena beliau sudah membantu kecurangan yang di lakukan oleh pak Sapta untuk melakukan manipulasi pemasaran," ujar Devan, Terlihat Supri mau melarikan diri tapi dia mendadak mematung, semua orang terkejut melihatnya.
"Saya sudah katakan, tidak ada yang bisa melarikan diri dari hukuman saya, kalau masih ada yang seperti dia, maka nasibnya akan sama," ucap Devan Dingin
Semuanya makin ngeri dengan sosok Devan yang tenang tapi menghanyutkan itu.
"Oke saya akan membacakan untuk divisi keuangan, oleh karena bukan manager keuangan yang bersekongkol dengan pak Sapta saya akan memberi satu kesempatan lagi buat beliau untuk melakukan tugasnya mengingat pengabdian beliau sudah belasan tahun di Perusahaan ini semenjak Mendiang ayah saya masih hidup, tapi apabila sekali lagi saya temukan Kecurangan di divisi ini saya tidak segan-segan akan memecatnya dengan tidak terhormat, jadi kepada Pak Dendi saya harap kedepannya lebih teliti lagi dalam mempercayai karyawan agar kejadian ini tidak terulang kembali," pak Dendi bernafas lega tapi tidak denga karyawan yang melakukan kecurangan itu, dia nampak gelisah mau melarikan diri takut nasibnya sama dengan pak Supri.
"Untuk Divisi Marketing, sudah pasti saya akan melantik Manager baru mengantikan otak dari jatuhnya pemasukan perusahaan ini yaitu pak Sapta, kurva Keuangan,Sebenarnya saya tidak setuju dengan nama ini, tapi saya tidak punya pilihan lain karena tidak ada yang lebih berkompeten di Divisi ini selain dia," ucap Devan sambil melirik ke arah Gala, Gala masih saja dengan pikirannya dan dia tidak mendengarkan ucapan Devan tersebut.
__ADS_1
"Manager marketing baru di divisi Marketing Adalah Saudara Gala ,"
"Gala lo di panggil tu ," ujar temannya, Gala.kaget sontak dia berdiri.
"Maaf Bos...saya salah, saya tidak akan mengganggu dedek Cantik lagi, maafkan saya Bos jangan pecat saya," kata-kata itu spontan terlontar dari mulut Gala sehingga membuat semuanya tertawa , Gala masih binggung melihat Ekspresi Devan.
"Saya tidak jadi melantik kamu sebagai Manager Marketing yang baru ," ucap Devan yang membuat Gala Kaget.
"Apa..saya menjadi Manager marketing ?"
"Iya..Tapi tidak jadi.." ucap Devan
"Ayolah Van...jangan begitu, aku kan sudah minta maaf , dedek Cantik tolong aku," semakin melotot saja mata Devan, semua menahan Nafas melihat Gala seperti itu pada Bos Besar perusahaan itu.
"Baik lah sayang, aku tetap akan menjadikan Dia manajer Marketing," ucapnya.
"Oke kalau begitu, kamu tetap jadi manager Marketing tapi kamu tidak boleh memanggil istri saya dengan sebutan dedek cantik lagi kerena hanya saya saja yang boleh memujinya," ucapnya
"Terima kasih Pak Bos, terima kasih De..eh Bu Bos ," ucap Gala membuat semua bernafas lega.
"Untuk orang -orang yang sudah menghianati kepercayaan perusahaan ini, kalian akan menerima hukuman yang setimpal dan akan di proses oleh kepolisian," ucap Devan kemudian
Dari arah pintu masuk terlihat kawanan Polisi berseragam lengkap menuju ke arah beberapa orang yang sudah di laporkan oleh Dion ke polisi, kerena tubuh mereka kaku Polisi terpaksa membopong mereka menuju ke mobil tahanan.
__ADS_1
"Oke...sekarang waktunya saya memberi pelajaran buat karyawan yang tidak menghargai karyawan lain, atau yang pernah mengejek bahkan menghina Istri saya," ucap Devan kembali ke mode kejamnya, Inge membisikkan sesuatu di telinga Devan.
"Kamu serius sayang ?" tanya Devan, terlihat Inge mengangguk.
"Untuk hal ini saya serahkan semuanya kepada Istri saya," ucap Devan lalu memberikan Microfonnya kepada Inge.
"Tes..ting.." Inge mengetes microfonnya, semua tertawa melihat tingkah Lucu istrinya Bos itu.
"Oke..saya tidak akan menghukum kalian tapi saya mau kalian jujur, bagi siapa yang pernah menghina saya silahkan naik ke panggung," ucap Inge.
"Terlihat beberapa orang watita maju dan naik ke atas Panggung tapi tidak dengan Sari yang dengan sombong tidak mau mengakui kesalahannya. Inge tersenyum, beberapa dari mereka tidak di kenali oleh Inge, namun ada beberapa yang Inge kenal, tapi yang pernah mengperlakukannya dengan kasar tidak menunjukan batang hidungnya, Inge masih mengingat wajah wanita itu.
"Apa semuanya sudah habis ?" tidak ada yang menjawab, tapi Inge tau siapa saja yang menghinanya secara langsung ataupun yang di belakangnya.
"Baiklah saya anggab semua sudah habis, bagi yang mengakui kesalahannya saya akan menaikkan gaji kalian sebesar 10 persen," ucap Inge yang membuat semua karyawan lain tercengang, begitu pula dengan mereka yang berada di hadapan Inge.
"Kalau tau begitu tadi kita naik juga ke atas panggung ya ," ucap salah satu karyawan yabg lain.
"Pasti kalian bertanya-tanya kan kenapa saya melakukan itu ,"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai..hai..
__ADS_1
miss N mau nanya boleh gak...kalau miss N membuat Group Chat ada yang mau gabung gak nih..?