Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
DICKO 37


__ADS_3

"Iya..jangan Lupa kalian panggil teman kalian itu ajak makan sekalian," ujar Joko.


"Tedi..ayo sini kita makan besar hari ini," Tedi menghampiri mereka lalu duduk di sana dan makan bareng mereka, pelayan yang melihatnya langsung melaporkan Tedi ke Manager Restorant itu.


Manager Restorant yang bernama Danang itu datang ke meja mereka dan berencana menegur Tedi.


"Tedi..ngapain kamu makan di sana Hah, baru saja kerja sudah bikin ulah saja kamu, apa kamu mau saya pecat ?" bentak Danang


"Saya hanya di ajak Pak," ujar Tedi ketakutan


"Ada apa ini ?" tanya Joko


"Eh Pak Joko, ini pak.. satpam Restorant ini bukannya kerja malah ikutan makan bersama mereka ," ujar Danang


"Maaf ya pak Danang, itu saya yang suruh ," ujar Joko


"Oh kalau begitu Tedi kamu lanjutin saja makannya ya, silahkan ," ujar Danang lalu pergi dari sana dan Joko pun kembali ketempatnya.


"Bapak itu siapa sih, sepertinya pak Danang sangat takut padanya ?" tanya Tedi


"Udah gak usah di pikirin kita makan saja dulu," ujar Emon, mereka makan dengan lahapnya.


Di Privat Room...


"Xindy..saya sangat senang akhirnya bisa menemukan kamu ," ujar Inge, Xindy masih diam saja dia terlalu binggung dengan keadaan itu.


"Kamu pasti binggung kan kenapa saya mengenal kamu dan kenapa Zain meninggalkan kamu waktu itu ?"Xindy masih diam.


"Baiklah saya akan ceritakan semuanya sama kamu..,"


🍃Flash Back On


"Leo..ayo kita pulang ke Hotel," ajak Inge


"Loh kita gak jadi ngikutin mereka Nya ?" tanya Leo


"Gak jadi, yang penting saya sudah kenal sama wajah gadis itu, dan saya juga harus membuat kejutan untuk nanti malam buat Zain," ujar Inge, Leo melajukan mobilnya kembali ke Hotel.


Saat mereka sampai di belokan tiba-tiba ada sebuah mobil yang melaju kencang dan langsung menabrak mobil Inge..

__ADS_1


"Aaaaaaa....


"Gubraakkk......


Mobil berguling-guling dan hampir jatuh kesungai, beruntung pembatas jalan menghentikan mobil itu.


Semua orang pada berkerumun, Leo terluka parah, terlihat kepalanya mengeluarkan banyak darah sedangkan Inge tidak sadarkan diri, mereka langsung di bawa kerumah sakit. Joko yang mengetahuinya segera membawa mereka Kerumah sakit besar yang ada di Jakarta.


Zain yang sudah di beritahukan oleh Joko tanpa pikir panjang segera pulang ke Jakarta.Melihat keadaan Mamanya yang tidak kunjung sadarkan diri Zain akhirnya berencana akan membawa Mamanya berobat ke luar negeri dan Di sinilah dia sekarang.


"Ma..cepat sadar ma, apa mama gak mau lihat aku menikah Ma ?, mama tau gak kalau aku sudah jadian sama Xindy, lulus sekolah aku akan segera melamarnya untuk jadi menantu mama ," ujar Zain


"Ma..bangun dong ma, apa mama gak kangen menjewer kuping aku ini ma, aku sudah kangen di jewer sama mama ," ucapnya dengan Air mata terus mengalir di pipinya.


Zain merebahkan kepalanya di dekat tangan Inge , Zain merasakan ada yang membelai rambutnya, dia mendongakkan kepalanya melihat kalau tangan mamanya lah yang mengelus kepalanya.


"Mama..mama sudah sadar ?Dok..Dokter...cepat ke sini, Mama saya sudah sadar Dok ," teriak Zain, dia sangat senang sampai lupa kalau ada Bel untuk memanggil para Dokter.


"Kita periksa dulu keadaannya ya pak ," ujar Dokter itu lalu melakukan pemeriksaan terhadap Inge


"Selamat Pak, Ibu Inge sudah baik-baik saja sekarang, tinggal nunggu pemulihannya saja," ucap Dokter itu lalu keluar dari ruangan itu.


"Zain..sini nak ," ucap Inge lemah, Zain lalu duduk di samping Brankar Inge.


"Ma..Mama gak usah mikirin itu, Mama sembuh saja sudah menjadi kado terbesar buat aku," ujar Zain memegang tangan Inge dan menaruhnya di pipinya.


"Mama ingin sekali bertemu langsung sama Xindy nak ," ucap Inge Pelan.


"Mama kenal Xindy ?


"Iya sayang, sebelum mama kecelakaan mama sudah melihatnya, cantik ya ," ucap Inge dengan senyumnya.


"Makanya mama cepat sembuh , Aku akan mengenalkan mama kepadanya nanti,"


"Janji ya Zain ?"


"Iya Ma..," ucap Zain mencium kening mamanya.


Hari ini adalah hari di mana Inge Dan Zain akan pulang ke Tanah air, dengan perasaan bahagia keduanya sekarang berada di sebuah mobil yang melaju ke Arah Bandara.

__ADS_1


"Zain ..mama mau beli sesuatu untuk Xindy buat oleh-oleh ," ujar Inge


"Baik Ma, pak Kita berhenti di Mall itu sebentar ya ," suruh Zain


"Baik Tuan ," ucap supir itu, Inge langsung keluar dari mobil itu dan berjalan menuju ke arah Mall itu, namun Inge tidak melihat kalau ada sebuah sepeda motor yang melaju kencang ke arahnya.


"Mama awas...," teriak Zain sambil berlari dan mendorong mamanya sehingga Zain yang tertabrak oleh motor itu dan jatuh di aspal.


"Zain.....," teriak Inge Histeris.Dia segera berlari ke arah Zain dan memangku kepalanya yang mengeluarkan banyak darah.


Dengan bantuan orang-orang di sana Zain pun di larikan ke rumah sakit terdekat.


Inge mondar mandir di depan ruang Operasi, Zain terluka parah di kepalanya, Air mata Inge mengalir deras di pipinya, dia tidak sanggup kalau harus kehilangan lagi.


"Ya Allah selamatkan nyawa anak Hamba, Hamba tidak sanggup menerima kalau putra Hamba harus meninggalkan hamba secepat ini ya Allah." Doa tak henti-hentinya keluar dari mulut Inge.


Ceklek..


Pintu ruang Operasi terbuka.


"Dok..gimana Operasinya ?" tanya Inge.


"Operasi berjalan Lancar bu, tapi pasien mengalami Koma, ibu berdoa saja agar pasien bisa bangun dari Komanya." ujar Dokter itu


Bagai di hantam batu besar Inge menangis kencang tak sanggup melihat Putranya seperti itu.


"Inge..kamu harus kuat, Zain membutuhkan kamu di sampingnya." ujar Inge pada diri sendiri .


Zain sudah di pindahkan Ke Ruang perawatan Intensif.Inge baru Ingat kalau dia belum memberitahukan pada Joko.Dia kemudian mengambil ponselnya untuk menghubungi Joko.


"Hallo Joko, Zain kecelakaan. Kami tidak jadi pulang ke Indonesia, kamu tolong jaga Xindy, laporkan selalu semua yang terjadi padanya sama saya," suruh Inge


"Baik Nyonya." ujar Joko.


Dua bulang kurang dari setahun Zain mengalami Koma, hari itu Inge sedang melakukan ibadah sholat Magrib, di saat Dia sudah selesai mengerjakan Sholat dia melantunkan Ayat suci AlQuran di samping Zain , itulah yang selalu dia lakukan selama ini.


Tiba-tiba netranya melihat ada pergerakan di tangan Zain dan dia segera memanggil Dokter untuk memeriksa keadaan putranya itu.


Terlihat Dokter sedang mengecek keadaan Zain dan terlihat juga senyum muncul di bibir Dokter tersebut.

__ADS_1


"Ini adalah sebuah keajaiban nyonya, pasien sudah sadar dari komanya, selamat ya Nyonya .Sekarang kita menunggu proses pemulihannya saja.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2