Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
DICKO 51


__ADS_3

Bintang pun melepaskan tangan Si gadis namun dengan cepat Si gadis menaiki motornya lalu melarikan diri.


"Sial...gue di bohongin ," umpat Bintang lalu segera menaiki mobilnya dan mengejarnya, namun Bintang kehilangan jejaknya.


"Bisa-bisanya gue di tipu sama gadis itu, Awas lo ya kalau gue ketemu lo lagi gak bakal gue lepasin lo lagi," ucapnya kesal.


Bintang segera melajukan mobilnya menuju ke Perusahaan teman Ibunya. Setelah menempuh perjalanan yang tidak begitu lama akhirnya Bintang sampai juga di sana.


"Wah ternyata Besar juga ya perusahaan nya, pantesan saja Ibu ngotot menjodohkan aku dengan anak temannya, pasti gadis itu super manja dan nyebelin, secara anak Orang kaya dan anak satu-satunya lagi," guman Bintang


Bintang memasuki Loby perusahaan itu dan langsung menuju Resepsionis.


"Maaf Mbak, saya sudah ada Janji sama Ibu Rike, apa Ibu Rike nya Ada ?" tanya Bintang


"Kalau boleh tahu Sama Mas Siapa ya ?"


"Bintang ," Jawab Bintang


"Sebentar ya Mas, saya Komfirmasikan dulu ke Ibu Rike," ujar Resepsionis itu lalu melakukan panggilan telpon, terlihat dia menaruh gagang Telponnya.


"Mas silahkan ikut saya ," ujarnya lalu


Bintang mengikutinya dari belakang, Resepsionis itu membawa Bintang ke Lantai 20 di mana ruangannya Ibu Rike.


"Silahkan masuk mas," ujarnya


Bintang melihat sekilas tulisan di atas Pintu ruangan itu yang bertuliskan President Direktur kemudian dia masuk ke sana.


"Waduh..nak Bintang apa kabar, kamu sudah besar ya sekarang, gagah dan tampan lagi," ucap Bu Rike memeluk Bintang, Bintang merasa risih karena dia memang tidak mengenal Bu Rike.


"Kamu ke sini sendirian saja, Ibu kamu mana ?" tanya Rike


"Iya Tante saya ke sini sendiri, Ibu gak ikut katanya gak ada yang nemenin ayah," ujar Bintang


"Memang ya Mbak yuli itu gak pernah bisa jauh-jauh sama ayah kamu, dari dulu nempel aja kayak perangko gak bisa pisah sebentar saja, oh ya Nak Bintang kamu mau minum apa ?" tanya Rike


"Apa saja Tante, yang penting dingin soalnya saya gerah sekali tadi ada insiden sedikit di jalan,"


"Oh ya..Insiden apa nak Bintang ?


"Itu Tante ada seseorang yang sengaja menabrak mobil saya," ujar Bintang.


"Memang ya di Jakarta ini banyak modus begitu nak Bintang, Awalnya menanbrak tapi akhirnya yang nabrak yang minta ganti rugi, tapi kamu gak apa-apa kan Nak Bintang ?"


"Saya gak apa-apa Tante, Oh ya Anak Tante mana katanya Tante mau ngenalin saya sama dia," ucap Bintang to the point karena dia tidak mau berlama-lama di sana.

__ADS_1


"Eh Iya..ya..Seharusnya sih dia sudah nyampek, tapi kenapa sampai sekarang dia belum datang ya ,"


Ceklek...


Suara pintu di buka dan masuklah seorang gadis dengan baju kaos dan celana compang-campingnya.


"Tuh dia anaknya,"


"Siang ma..," ucapnya lalu Cipika Cipiki sama Iren.


Bintang menoleh bersamaan dengan gadis itu melihat ke arahnya.


"Lo...


"Lo...


Ucap mereka bersamaan.


"Lo ngapain lo di sini ?" tanya Bintang


"Seharusnya gue yang nanya lo ngapain di sini ?"


"Jadi kalian sudah saling kenal ?


"Tante jangan bilang kalau dia adalah anaknya tante,"


"Maaf Tante saya tidak mau di jodohkan sama anak Tante," ucap Bintang


"Ish siapa juga yang mau di jodohin sama lo, najis..," ucap gadis itu


"Yuki jangan seperti itu sama calon suami ?" ujar Rike


"Apa ma, calon suami ? pacaran aja aku gak mau apalagi nikah..," ucap Yuki


"Emangnya gue mau apa sama lo , Dasar berandalan,"


"Kalian ini kenapa sih , kok baru ketemu sudah berantem aja ?" tanya Rike yang mulai binggung sama mereka.


"Tante tau gak Ini nih orang yang mena..ump..." Yuki membekap mulutnya Bintang agar dia tidak melanjutkan ucapannya dan menarik Bintang keluar dari ruangan itu.


"Apa-apaan sih lo, main bekap- bekap mulut gue, tangan lo bau tau gak, habis makan apa sih lo?" ujar Bintang seperti mau muntah mencium bau tangannya Yuki


"Gue habis makan Jengkol he..he..," ucap Yuki


"Please ya jangan bilang-bilang ke Mama kalau gue yang nabrak mobil lo ya ," ujar Yuki sambil menyatukan tangannya di depan wajahnya.

__ADS_1


Mmm sepertinya gue ada ide nih buat ngerjain dia,, batin Bingtang.


"Oke..gue gak akan bilang sama mama lo tapi lo harus ngelakuin apa yang gue mau ,"


"What..,lo mau meras gue ?" ujar Yuki


"Terserah lo mau anggap apa, kalau lo gak mau sih gak apa-apa , tinggal gue bilang aja sama Mama lo kalau lo yang nabrak mobil gue terus kabur," ujar Bintang


"Jangan ya Please, iya deh gue akan lakuin apa saja yang lo mau asal kan lo jangan kasih tau sama Mama gue ," ujar Yuki menyerah


" Oke sekarang lo ikut gue ," sekarang Bintang tang menarik tangan Yuki.


Mereka kemudian masuk kembali ke dalam ruangan itu.


"Kalian kenapa sih, apa yang kalian bicarakan tadi ?" tanya Rike


"Setelah kami berbicara dari hati ke hati Kami berdua setuju di jodohkan Tante," ucap Bintang yang membuat Yuki memelototkan matanya.


"Lo gimana sih, gue gak mau?" bisik Yuki


"Gue bilang nih ya ," ancam Bintang


"Iya..iya.terserah lo deh," ujar Yuki lemah, dia tidak bisa apa-apa karena tadi dia sudah Janji mau menuruti kemauan Bintang karena kalau tidak Bintang bisa saja memberitahukan kepada mamanya kalau dia yang nabrak mobilnya Bintang dan kabur dari tanggung jawab, kalau sampai Mamanya tau bisa-bisa semua aset yang ada padanya akan di cabut termasuk si Blacki Motor kesayangannya itu.


"Waah..Tante senang sekali, Tante mau menelpon Ibu kamu dulu, mau mengabarkan kabar bahagia ini," ujar Rike


"Oh ya Tante, apa boleh saya mengajak Yuki keluar ," tanya Bintang


"Boleh banget silahkan Nak Bintang, kalian memang harus saling mengenal satu sama lain," ujar Rike.


Bintang pun menarik tangan Yuki keluar dari ruangan itu.


"Sekarang lo harus ikut gue," ucap Bintang menarik tangan Yuki dan membawanya ke Mobilnya.


"Lo mau bawa gue kemana sih ?" Tanya Yuki, Bintang tidak menjawab, dia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju ke sebuah Bengkel Reparasi yang ada di sana.


"Ngapain kita ke sini ?" tanya Yuki


"Menurut lo ?"


"Kalau mau memperbaiki mobil ini sih gue juga bisa memperbaikinya, gak usah di bawa ke sini kali," ujar Yuki yang tau maksud Bintang membawanya ke sana. Bintang mengerutkan keningnya.


"Lo keluar dulu biar gue yang nyetir," suruh Yuki


Bintang melakukan apa yang di suruh oleh Yuki, sekarang mereka sudah bertukar tempat, Yuki melajukan mobil itu dengan kecepatan tinggi dan membawa Bintang ke sebuah gudang tua yang terlihat menyeramkan.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2