
Devan sangat bersemangat melajukan mobilnya pulang ke Apartementnya karena ini sudah jalan seminggu istrinya datang bulan,yang dia tau menurut kebiasaan kebanyakan wanita kalau sudah seminggu itu sudah suci.
Devan menghentikan mobilnya di sebuah toko bunga dan membeli sebuket bunga mawar merah buat Istrinya, Dia kembali melajukan mobilnya sambil sesekali melirik ke arah buket bunga itu dengan senyum menghiasi bibirnya.
Saat dia sampai di Apartementnya Devan segera memarkirkan mobilnya dan langsung menyambar buket bunga itu kemudian dia melangkah menuju Apartementnya dengan hati bahagia.
"Semoga Istriku sudah suci," guman Devan
Devan membunyikan bel Apartementnya itu, dia menutup wajahnya dengan buket bunga yang di bawanya berharap Inge segera memeluknya ketika melihat bunga itu.
Saat pintu terbuka Devan merasakan seseorang memeluknya dan dia membalas pelukannya.
"Sayang aku kangen," ucap Devan
"Aku juga kangen banget sama kamu Dev," Devan binggung mendengar suara itu bukan suara istrinya Sontak dia mendorong orang itu sampai jatuh tersungkur.
"Dev..kenapa kamu dorong aku sih ? ," ucap gadis itu, Devan kaget melihat gadis yang sangat di kenalnya itu.
"Keket..!" ucapnya tak percaya melihat Cathrin terduduk di lantai. Devan menoleh ke dalam Apartementnya, dia melihat Inge duduk santai sambil makan cemikan di sofa menatap ke arah Devan.
Cathrin bangun lalu hendak memeluk Devan lagi akan tetapi Devan menghindarinya dengan melangkah menuju ke arah Sofa. Cathrin mengikutinya dari belakang.
"Dev...aku senang banget bisa ketemu kamu lagi," ucap Cathrin
"Kamu kapan datang ke sini Ket, kenapa kamu gak ngabarin gue," ujar Devan dengan tatapan matanya tak lepas Dari Inge. Inge terlihat cuek saja dengan mereka, Padahal dalam hatinya sudah ada bom besar yang siap meledak kapan saja.
"Aku sengaja gak ngabarin kamu karena aku mau bikin kejutan sama kamu Dev,"
"Gue sangat terkejut," ucap Devan masih menatap ke arah Inge
"Tadi awalnya aku mengira kamu ada di Apartement, tapi Mbak nya bilang kalau kamu lagi ngantor, kamu kerja di mana sih Dev ?"
Whaat...dia pangil Istri gue Mbak, dia pikir Inge adalah pembantu, tapi kenapa Inge cuek saja ya di kira pembantu sama dia, ada yang tidak beres nih,, Batin Devan
"Oh ya Dev, aku bawa makanan kesukaan kamu loh, kamu tau gak semenjak kamu balik ke Indonesia aku sangat merasa kehilangan dan aku mulai belajar masak apa yang kamu suka dan berharap nantinya bisa bertemu denganmu lagi sambil membawa makanan kesukaan kamu hasil masakan aku sendiri," ujar Cathrin sambil membuka box yang di bawanya tadi, terlihat ada beberapa makanan yang mengugah selera yang membuat Devan menelan air liurnya.
__ADS_1
"Waah so Sweet sekali ya mbak Cathrin, tapi maaf mbak, pak Devan gak makan makanan begituan lagi karena gula darahnya tinggi, dan ini apa lagi, ini itu bisa buat kolesterol Pak Devan naik dan bisa mengakibatkan serangan Jantung, mending makanannya buat saya saja," ujar Inge sambil melirik ke arah Devan
"Iya Ket, gue gak pernah makan makanan seperti ini lagi semenjak gue kena Kolesterol tinggi, lo kasih buat dia aja," ujar Devan
"Makasih pak Devan," ucap Inge lalu mengambil makanan itu kemudian memakannya dengan lahap, Catherin mendelik kesal tapi dia tetap biasa saja karena tidak Ingin Devan ilfiel padanya karena dia memarahi Inge.
Devan beberapa kali menelan Air liurnya melihat Inge dengan sengaja memamerkan betapa enaknya makanan itu akan tetapi Inge malah nambah memamerkan cara makannya yang membuat Devan kembali menelan salivanya.
"Aaeeppp" Inge bersendawa
"Iiih pembantu kamu kok jorok banget sih Dev, gak banget deh," ujar Catherin, Devan menoleh ke arah Inge, dia khawatir kalau Inge akan marah dengan ucapan Cathrin itu.
Devan merasa lega karena Inge hanya cuek saja dengan sekitarnya.
"Dia sudah biasa seperti itu kok," ujar Devan
"Oh ya Dev, Weekend nanti kita jalan yuk," ajak Cathrin
"Aku gak terima penolakan loh, lagian gak mungkin kan kamu sibuk saat weekend dan gak sempat nemenin aku jalan, apa kamu gak kangen sama aku," ujar Catherin
"Pak Devan, bukannya Weekend ini pak Devan ada acara keluarga ya," ujar Inge
"Lo siapa sih, main nyeplok aja omongan orang, lebih baik lo bersih- bersih sana atau gak lo pulang, ini kan sudah malam, apa lo nginap di sini juga," ujar Catherin
Mampus gue, ini cewek maunya apa sih, pakek ngatain istri gue begitu lagi, bisa gagal malam pertama gue malam inu, dengan kedatangannya saja sudah mematik perang besar apalagi dia ngomobg seperti itu,, Batin Devan.
"Kalau boleh sih saya nginap, apa boleh Pak ?" tanya Inge
"Boleh," Devan sontak menjawab seperti itu
"Oke karena sudah di bolehin sama pak Devan saya tidur dulu ya , Bye ...selamat menikmati malamnya ," ujar Inge lalu menuju ke kamarnya
Braaak...
Inge menutup pintu kamarnya kasar lalu menguncinya dari dalam.
__ADS_1
Devan terkejut mendengarnya, Devan sontak memegang dadanya.
"Gak sopan banget sih pembantu kamu Dev, kalau dia pembantu aku sudah aku pecat dia," ujar Cathrin
"Keket, ini sudah malam sebaiknya lo pulang saja dulu, kan gak enak kalau di lihat orang kalau ada gadis di Apartement cowok larut malam begini," ujar Devan
"Loh kok dia bisa aku gak bisa sih Dev ?," ujar Catherin
Dia itu istri gue ket..kenapa lo gak peka sih,, Batin Devan
"Kalau dia sih semua orang yang tinggal di sini sudah kenal, lagian dia sering kok nginap di sini, jadi orang-orang gak akan curiga sama dia," ujar Devan
"Oke..tapi Weekend nanti kita jalan ya, kalau kamu gak mau aku gak mau pergi nih," ujar Cathrin
Aduuh gimana ini, kalau gue gak mau dia gak bakalan pulang, tapi kalau gue iyain Inge pasti tambah ngamuk,,Batin Devan
"Gimana Dev ?" tanya Catherin
"Oke Iya...sampai ketemu nanti," ujar Devan sambil mendorong Cathrin menuju ke pintu, saat Cathrin sudah di luar Devan langsung menutup pintunya dan memegang dadanya sendiri.
Hufff...
Devan menghela nafasnya lega.
"Sekarang gue harus cari akal supaya Inge gak marah sama gue," guman Devan
Sementara di luar pintu Apartement itu Cathrin tersenyum penuh kemenangan karena sudah bisa masuk ke dalam rumah tangga Devan dan Inge.
"Inge...Inge..lo bodoh banget sih main percaya saja sama gue, sebentar lagi lo akan kehilangan Devan dan gue yang akan menjadi nyonya Devan selanjutnya. tinggal gue siram bensin dan...Duarrr...api akan segera menyala di Pernikahan lo," guman Catherin alias Angel sambil tersenyum penuh kemenangan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bosen minta Like mulu nih...mending minta mampir ke CS Atau novel miss N yang lain saja...
Ayo yang belum mampir...cepetan mampir ya...
__ADS_1
jangan sampai miss N ngambek nih..Canda😁😁😁