
Kenapa tidak boleh, apa alasannya..om ganteng saja tidak keberatan, aku mau merayu dia atau mau ngapa-ngapain sama dia bukan urusan bu Vera," wajah Vera memanas, Kemarahannya sudah mencapai ubun-ubun. tangannya melayang hendak menampar Mika lagi tapi sebuah tangan mencekal tangannya Vera.
Awww..
Vera meringis akibat cekalan tangan itu yang sangat erat di tangannya.
"Pak Dion !" Vera kaget melihat Dion yang ternyata mencekal tangannya itu.
"Apa yang kamu lakukan pada Mika Vera," bentaknya, Vera gemetar melihat wajah Dion yang terlihat begitu marah.
"Maaf pak Dion, saya hanya mendisiplinkan dia saja, tapi dia membantah apa yang saya katakan jadi saya hanya sedikit memberi pelajaran buatnya," ucap Vera dengan suara bergetar. Semua mata yang ada di sana melihat ke arah mereka, melihat itu Dion pun segera melepaskan tangan Vera. Vera meringis sambil mengusap-usap tangannya yang terlihat memerah.
"Vera..kamu ikut keruangan saya," ucap Dion sambil mengandeng tangan Mika dan menariknya keruangannya.
Vera melongo melihat pemandangan itu, dia merasa bagai di hujam ribuan pisau di hatinya. Tak terasa air mata menetes di pipi mulusnya.
Ternyata benar apa yang di katakan oleh mereka kalau Dion dan Mika ada hubungan spesial, melihat Dion sangat marah padaku tadi dan melihat Dion memperlakukan Mika begitu, sepertinya aku tidak mempunyai harapan lagi,, Batin Vera.
Mika merasa senang karena Dion membelanya tapi dia tidak menunjukan rasa senangnya itu pada Dion karena misinya belum berhasil sepenuhnya.
Tadinya Mika mau pergi menemui Nia dan menceritakan apa yang terjadi hari ini, tapi kalau sudah begini dia tidak akan bisa pergi dari sana. Mika sangat kesal sama Vera karena gara-gara Vera dia tidak bisa bertemu dengan Nia.
Dion sudah berada di ruangannya bersama Mika, dion kemudian menyuruh Mika untuk duduk di sofa dan dia segera duduk di kursi kebesarannya. Tak lama kemudian Vera datang.
Tok..tok...
"Masuk.." suruh Dion dengan nada datar. Vera pun masuk. Langkah kakinya seolah lemah tak bertenaga, dia tau konsekuensi yang akan dia terima dari perbuatannya tadi.
"Pak Dion Maafin saya pak, saya mengaku salah. Saya memang menampar Mika pak tapi saya melakukan itu karena cemburu padanya," ujar Vera sebelum Dion Bicara. Dion mengeryitkan keningnya.
"Saya marah padanya kenapa dia yang baru saja kerja di sini sudah mendapatkan pak Dion sedangkan saya yang dari dulu mencintai pak Dion tidak pernah pak Dion beri kesempatan seperti dia," Vera terus menyerocos tanpa rem.
__ADS_1
"Kamu sudah selesai," ucap Dion Dingin, Vera menjatuhkan rahangnya.
Whaat..begitu saja reaksinya mendengar ungkapan perasaan gue padanya ,, Batin Vera
Awalnya Vera yakin kalau dia mengutarakan perasaannya Dion akan luluh dan memberi ampun padanya, tapin melihat reaksinya barusan dia merasa tidak ada harapan lagi buat kerja di sana.
" Aku menghargai kamu sebagai temanku, tapi apa yang kamu lakukan ke Mika itu sudah sangat keterlaluan dan aku tidak bisa mentoleril kejadian itu terjadi di kantor ini," ucap Dion masih dengan nada dingin.
"Semua keputusan ada di tangan Mika, apa dia mau aku memecat kamu atau masih mempertahankan kamu disini semua ada di tangannya." ucap Dion lagi
Loh kok gue sih, yang bosnya kan dia tapi kenapa gue yang harus ngasih keputusan,, Batin Mika
Vera melihat ke arah Mika dengan wajah memelasnya tapi tidak dengan hatinya, hatinya sangat membenci Mika, dia berpikir ini satu-satunya cara agar Mika tidak memecatnya, karena kalau dia tidak di pecat akan memudahkannya membalas dendam pada Mika.
Mika binggung memberi keputusan, kalau dia memecat Vera kasihan sama keluarganya, Mika memang tidak mengetahui kalau keluarga Vera adalah orang yang berada.
Walaupun Mika terlihat bar-bar tapi sebenarnya hatinya baik dan tulus, dia tidak tegaan orangnya.
"Pak Dion jangan pecat bu Vera, ini cuma salah faham saja jadi tidak usah di besar-besarkan," ucap Mika yang membuat Vera lega. Akhirnya dia punya kesempatan lagi buat membalaskan dendamnya pada Mika.
Dion tersenyum mendengar ucapan Mika, memang itu yang dia ingin dengar dari mulut Mika, Dion memberi kesempatan pada Mika untuk memberi keputusannya karena Dion ingin menguji ketulusan Mika, ternyata Sifat Mika tidak seperti yang terlihat dari luarnya akan tetapi ketulusan hatinya sudah bisa membuat Dion Yakin untuk mempertimbangkan perasaanya pada Mika.
Bukan apa-apa, Dion tidak mau kejadian dulu yang menimpanya akan kembali terulang, jadi dia harus mempertimbangkan dengan matang untuk memulai sebuah hubungan lagi dengan seorang wanita.
"Baiklah, kalau itu sudah keputusan Mika kamu tidak jadi saya pecat dan kamu harus berterima kasih padanya," ucap Dion masih dingin, Vera segera memeluk Mika.
"Mika terima kasih banyak kamu tidak memecatku, aku minta maaf soal tadi," ucap Vera dengan nada menyesal.
Ha..ha..ha..Bodoh sekali kamu Mika, keputusanmu ini akan jadi bumerang untuk kamu sendiri. Aku akan membuat hubungan kamu dan Dion hancur, kalau aku tidak bisa mendapatkannya kamu juga tidak akan pernah bersamanya,, batin Vera.
πΉπΉπΉ
__ADS_1
Hari ini Inge sudah kembali kuliah, setelah terjadi perdebatan sengit dengan Devan dan Akhirnya Devan mengizinkan Inge buat kuliah dengan syarat dia tidak boleh kelelahan dan dia yang akan antar jemput Inge di sana.
Devan hari ini tidak masuk kuliah karena dia akan bertemu dengan Dion untuk membicarakan sesuatu yang penting dengannya.
Mobil Devan sudah berhenti di depan Kampus, Inge hendak turun tapi tangan Devan memegang tangannya.
"Honey ada Apa ?" tanya Inge binggung melihat Devan memegang tangannya.
"Apa kamu lupa sesuatu Baby ?" ucap Devan menatap lekat ke arah Inge, inge melihat kalau tas nya ada dan semuanya lengkap, terus apa maksud Devan ya.
"Sepertinya tidak Honey, aku sudah membawa semuanya bahkan obat pun aku bawa," ucapnya, Devan kesal lalu menunjuk pipinya.
Inge baru menyadarai kalau yang di maksud Devan adalah itu. dia pun tertawa dan segera mencium pipinya Devan. Inge mau keluar dari mobil tapi tangan Devan masih belum melepaskan tangannya.
"Ada apa lagi sih Honey, aku udah telat nih," ucapnya. Devan menunjuk bibirnya, wajah Inge merona tapi dia kemudian mengecup singkat bibir Devan akan tetapi Devan menahan tengkuknya dan ciuman itu menjadi semakin memanas, awalnya hanya sebuah kecupan sekarang berubah menjadi lu**** yang membuat Inge menahan nafasnya.
"Bernafas Baby," ucap Devan melepaskan sejenak ciumannya itu, setelah merasa kalau Inge sudah bernafas Devan kembali melanjutkan aksinya itu.
Devan mel*** habis bibir ranum milik Inge dan mengabsen semua yang ada di sana sampai sebuah ketukan membuat mereka melepaskan ciuman panas tersebut. Devan kesal melihat orang yang berada di luar mobilnya itu.
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
miss Nπππ
Ayo...siapa kira-kira yang ganggu mereka ?
Nantikan kelanjutannya dan jangan lupa Like...Coment dan Vote nya ya..
Di Rate bintang lima juga dong, biar miss N semangat Up nya πππ
Makasihπππ Love U Allβ€β€β€
__ADS_1