Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
DICKO 76


__ADS_3

"Postur tubuhnya mirip sekali dengan Zain, apa Zain menyamar lagi menjadi Mahasiswa ya, siapa tau dia melakukannya hal yang sama seperti dulu, aku curiga tingkat tinggi nih lebih baik aku cari tahu saja apa kecurigaanku benar atau tidak ," ucap Xindy


Xindy masih mencari-cari pria ber Hody itu di dalam kerumunan Mahasiswa yang ada di sana, senyum terbit di bibirnya ketika dia melihat pria di depannya.


"Akhirnya ketemu juga , sekarang aku akan tau siapa kamu sebenarnya ," ucap Xindy terus berjalan mendekati pria yang membelakanginya itu.


Xindy mulai menepuk pundak pria itu dengan perasaan deg-degan.


Pemuda itu menoleh dan betapa kagetnya Xindy melihat pemuda itu bukan Zain seperti sangkaannya.


"Ada apa ya ?" tanya Pemuda itu


"Oh enggak aku hanya ingin mengucapkan terima kasih padamu karena telah menolongku tadi ," ujar Xindy


"Iya..," ucap pemuda itu datar.


Xindy pergi dari sana, dia merasa lega karena apa yang di sangkanya ternyata tidak benar adanya.


Setelah kepergian Xindy Zain keluar dari persembunyiannya lalu menghampiri pemuda tadi.


"Terima kasih ya Bro, ini buat lo ," ujar Zain sambil memberikan uang seratus ribuan buat Pemuda itu.


" Siap..kalau lo butuh bantuan lagi gue siap sedia he..he..," ucap Pemuda itu sambil mencium uang yang di berikan oleh Zain.


Pemuda itu melepas Hody yang di pakainya kemudian memberikannya lagi kepada Zain.


"Huff..untung saja gue cepat mengatasinya kalau tidak Xindy pasti marah besar sama gue."


Sementara Xindy kembali ke tempat Liora.


"Xin lo tadi kemana sih, gue lihat lo udah gak ada saja di belakang gue, kemana aja sih lo ?


"Tadi gue ke sana sebentar buat berterima kasih sama pemuda yang nolongin gue tadi, gue pikir dia pacar gue tapi ternyata bukan ," ujar Xindy


"Ooo tadi teman kita sudah mendapat satu huruf lagi, jadi sudah dapat tiga huruf yaitu T ,O dan V, ayo kita lanjutkan ke lokasi ke tiga," ajak Liora

__ADS_1


"Oke Gaess kita Lajutkan pencarian, semangat...!!!" ujar Xindy yang memang mereka Pilih sebagai ketua kelompok itu.


Mereka pun melanjutkan pencarian ke Lokasi ke tiga yaitu Perpustakaan. Ini adalah tempat yang sangat di sukai oleh Xindy , selain mendapat Ilmu di sini dia juga bisa mendapatkan ketenangan, tempat ini bagus buat menyendiri.


"Nak kita sudah sampai le Lokasi yang ke Tiga, menurut catatan di sini ada 3 huruf yang harus kita cari ," ujar Xindy, Salah satu dari mereka tunjuk tangan.


"Iya ada apa ?


"Xindy di sini sih bukan ada tiga huruf saja tapi milyaran Huruf ," ujar Pemuda yang agak gondrong


"Ha..ha..ha..," semuanya tertawa mendengar pernyataan pemuda itu.


"Heem....," seorang ibu-ibu berkacamata tebal berdehem dan menunjuk Ke tulisan yang ada di Dinding perpustakaan tersebut.


"Suuutttt...Jangan ribut, Maksud saya huruf yang di sembunyikan seperti ini ,"ujar Xindy sambil memperlihatkan kertas yang ada di tangannya.


"Ooo kirain ..gue pikir huruf yang ada di semua buku yang ada di sini," ujar pemuda itu sambil garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


"Yeay kalau itu mah gak usah di cari lagi tinggal di buka saja bukunya ," ucap Liora


"Sudah..sudah lebih baik kita bergegas agar bisa tepat waktu nanti menyerahkan semua huruf ke kakak panitia." ucap Xindy


Mereka pun berpencar dan masing-masing mencari di tempat-tempat yang sekuranya sedikit tersembunyi.


Zain juga pura-pura mencarinya, ketika dia membuka sebuah buku yang sangat besar di bandingkan dengan yang lain dia menemukan satu kertas di sana yang bertuliskan huruf N, Awalnya Zain penasaran buku apa yang bentuknya bisa sebesar itu tapi nasib baik berpihak kepadanya namun setelah menemukannya Zain binggung bagaimana caranya menyerahkan kertas itu kepada Xindy.


Kebetulan Liora Lewat di depannya, Zain segera memanggilnya dan menyerahkan kertas itu pada Liora.


"Hey Lo bisa ke sini sebentar ," panggil Zain, Liora berjalan menuju ke arahnya.


"Ada apa ya ?


"Ini buat Lo tolong kasih ke Xindy ya, gue temukan tadi di sana ," ucap Zain


Liora tersenyum karena pemuda di hadapannya sangat tampan menurutnya bahkan lebih tampan dari semua mahasiswa yang ada di kampus itu sehingga membuat Liora terpesona melihatnya.

__ADS_1


"Kenapa gak kamu langsung saja ngasih ke Xindynya , kenapa kamu malah memberikan kertas ini pada ku ,"


"Gue lihat Lo lebih dekat dengannya, jadi sama saja gue ngasih sama kamu saja ,"


"Nanti kalau aku yang ngasih Xindy akan mengira kalai aku yang mendapatkannya apa kamu tidak keberatan dengan hal itu ?" Liora semakin banyak bertanya karena Liora sangat betah ngobrol bersama pria tampan di depannya itu, Zain tidak menyadari kalau penyamarannnya sudah hilang ketika dia melepas Hodynya tadi.


"Gak apa-apa kok, kalaupun Li ngaku seperti itu gue gak akan keberatan ," ujar Zain


"Oh baiklah, tapi aku boleh minta nomor ponsel kamu gak ?" ujar Liora


Zain pergi begitu saja tanpa menanggapi permintaan Liora.


"Loh kok malah pergi sih, Hey nama kamu siapa ?" ujar Liora tapi Zain masih saja melangkah dan menghilang di balik Rak buku yang ada di depannya.


"Sombong banget sih tu cowok, tapi tamoan banget...gue ikuti saja kali ya ," ujar Liora namun sebelum dia melanglah Xindy sudah memanggilnya.


"Lo sudah dapat lagi ya Lio, sini gue lihat ," pinta Xindy


"Iya nih, sebenarnya bukan Gue sih yang nemuin tapi cowok tampan berhody Abu-abu tadi yang ngasih ini ke gue, Sumpah tu cowok tampan banget Xin ," ucap Liora Berbinar.


Xindy mengerutkan keningnya mendengar ucapan Liora itu.


"Bhua...ha..ha...Liora jadi tipe lo seperti pria ber hody abu-abu itu, gue gak nyangka kalau lo bisa kepincut sama cowok itu ," ucap Xindy


"Memangnya kenapa Xin, dia itu tampan banget loh, malah di kampus ini tidak ada yang bisa menandingi ketampanannya." ucap Liora


"Ngaco lo, gue sudah lihat wajahnya Lio, wajahnya standar kalau menurut gue masih jauh ketampanannya di bawah pacar gue, tapi kalau menurut lo dia tampan ya terserah lo sih ," ujar Xindy


"Udah ah gue mau nyari hurufnya lagi, lo kejar aja pangeran tampan lo itu," ujar Xindy lalu pergi dari sana.


"Whaat...dia bilang wajah cowok itu standar, memangnya setampan apa sih cowoknya Xindy?" ucap Liora binggung lalu mengikuti langkah Xindy.


Mereka akhirnya sudah menemukan semua Huruf-huruf itu dan sudah saatnya membawa ke Lokasi terakhir yaitu Aula.


Mereka bergegas ke sana, sampi di sana belum ada satu kelompok pun yang sudah datang ke sana, Tim Merah yang pertama kali berhasil sampai di sana, dengan penuh semangat Xindy menaruh semua huruf itu di atas Meja yang warnanya sesuai dengan warna Tim nya.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"


__ADS_2