
Devan merebahkan tubuhnya di samping Inge lalu mengambil selimut dan menyelimuti mereka berdua. Inge heran kenapa Devan malah mencium keningnya bukan bibirnya, padahal dia menyangka Devan langsung menerkam dirinya.
"Loh kok tidur sih sayang ?" tanya Inge ketika membuka matanya melihat ke arah Devan ternyata suaminya tidur di sampingnya. Devan menatap Inge sambil tersenyum manis ke arahnya.
"Tadi kamu bilang belum siap di Unboxing,"
"Kapan aku bilangnya ?"
"Tadi sama Mika,"
"Jadi kamu nguping ya .."
"Aku gak nguping sayang, aku cuma dengar,"
"Itu sama saja tau," ucap Inge kesal
"Gak sama dong sayang, kalau nguping itu sengaja dengarnya, aku kan gak sengaja dengarnya,"
"Au ah, jadi gimana dong, jadi gak nge Unboxing aku,"
"Kalau kamu yang Minta ayo deh," ujar Devan
"Eh..tunggu..tunggu..kok aku yang minta sih ?
"Ya kan tadi kamu minta, makanya ayo...
Devan langsung menyerang Inge, inge yang tidak siap jadi tambah gugup dan sedikit gemetar.
"Kamu kenapa sih sayang sepertinya kamu ketakutan gitu ?" tanya Devan
"Aku kaget tau, makanya kalau mau nyerang bilang-bilang dong," ujar Inge yang membuat Devan tersenyum.
"Ya sudah sekarang aku akan bilang ya, Sayang... aku mau nyerang nih ," ujar Devan dengan mimik lucunya
"Ha..ha..kak Devan lucu deh ," Inge sampai tertawa melihatnya
"Udah dong bercandanya kapan mulai nih keburu pagi ini," ujar Devan
Kenapa pakek drama segala sih mau malam pertama aja, sabar Devan kamu harus membuatnya rileks dulu, jangan sampai dia malah gebukin kamu nantinya,, Batin Devan
"Ayo kalau begitu ," Devan tersenyum bahagia ketika mendengar ucapan Inge itu, sepertinya Inge sudah siap menerima dia seutuhnya malam ini. Devan langsung memulai aksinya dengan mulai mengecup lembut bibir Inge, dia sangat lihai dia memperlakukan Inge dengan lembut sehingga membuat Inge terbuai dengan perlakuannya itu.
Entah kapan dan bagaimana caranya mereka sudah tidak menyadari kalau mereka berdua sudah dalam keadaan polos sampai Inge merasakan sesuatu di bawah sana mulai membelahnya.
Awwww....
__ADS_1
Pekik Inge ketika si Jeki berhasil bersemanyam sempurna dalam diri Inge, Air mata mengalir dari sudut mata Inge, Devan tidak tega melihat istrinya itu.
"Maafkan aku ya sayang, terima kasih sudah menjaganya selama ini untukku," ucap Devan lalu mengecup ke dua mata Inge dan mengecup keningnya untuk menyalurkan kekuatan buat istrinya itu, Inge sudah mulai agak tenang.
Devan sengaja membiarkan Inge terbiasa dengan si Jeki terlebih dahulu dia sepertinya juga merasakan sesuatu yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya.
"Sayang.."
"Mmmm"
"Apa masih sakit ?
"Sudah mendingan kok, tapi masih sedikit perih"
"Apa aku boleh melanjutkannya ?"
"Kok malah nanya sih ,"
"Aku takut kamu kesakitan lagi sayang,"
"Gak kok sayang, Mika bilang setelah sakit akan enak katanya," ujar Inge yang membuat Devan tertawa, betapa polos istrinya itu percaya sama omongan Mika yang notabene nya belum menikah itu.
"Tahan ya sayang," Devan kembali beraksi sehingga membuat Inge melayang di buatnya dan Akhirnya Goool , satu kosong buat Devan...Horeeee....
Mereka pun tertidur pulas akhirnya...
"Subhanallah sungguh ciptaanMu ini sungguh sempurna Ya Allah. Aku sangat beruntung mendapatkan suami seperti kak Devan yang sangat mencintaiku, semoga kami bisa bersama-sama selamanya sampai ke Jannahmu Ya Allah," guman Inge lalu hendak bangkit.
Awww...
Jerit Inge sehingga membuat Devan terbangun karena jeritannya itu.
"Kamu gak apa-apa sayang, Apa masih perih ?" Inge mengangguk
"Kamu tunggu sebentar ya sayang ," ujar Devan kemudian bangkit begitu saja sehingga Inge kembali berteriak ketika melihat tubuh polos Devan.
"Kamu kenapa lagi sayang," Devan berbalik saat melihat istrinya itu menutup wajahnya dengan tangannya baru dia mengerti kenapa Inge berteriak lagi.
Devan kembali menuju kearah Inge lalu duduk di sampingnya dan meraih tubuh inge lalu memeluknya. Devan mencium pucuk kepalanya istrinya itu
"Kenapa sayang kamu malu melihatku seperti ini, kenapa mesti malu, kamu harus membiasakan nya mulai sekarang ya, tadi malam kan kamu sudah melihatnya kenapa sekarang mesti malu sih ," ujar Devan mengambil tangan Inge dan mengarahkan nya ke arah si Jeki yang kembali siap tempur itu.
"Jangan lagi sayang, punyaku masih sakit ," lirih Inge masih malu.
"Gak bisa sayang kalau sudah begini harus jadi, aku janji akan pelan-pelan.." bujuknya
__ADS_1
Akhirnya setelah melancarkan bujukannya Ronde kedua pun terjadi di pagi hari yang dingin itu dan setelah agak lama berebut bola akhirnya Gool....Dua kosong buat Devan.
Inge terkulai lemas lalu kembali tertidur akan tetapi Devan langsung bangun lalu menuju ke kamar mandi untuk menyiapkan Air hangat buat Inge berendam nanti, lalu dia kembali ke arah Istrinya itu.
"Sayang... bangun yuk, kamu harus berendam dulu agar perihnya berkurang," Inge hanya mengeliat saja
"Sayang kalau kamu gak bangun aku lanjutin ronde ketiga nih," Inge Reflek bangun.
Awww...
Rintih Inge lalu terduduk kembali. Devan mengendong Inge lalu membaringkan di dalam Batup yang sudah di isi dengan air hangat dan juga wangi-wangian agar Inge menjadi rileks.
Devan segera mandi di bawah Shower dan setelah selesai dia kembali kearah Inge dengan tubuhnya sudah terbalut dengan handuk yang menutupi area pinggang sampai lututnya saja.
"Sayang..apa aku gak usah ke kantor saja hari ini ya ?" tanya Devan
"Jangan sayang, kamu kan harus secepatnya mengungkap biang masalah dalam perusahaan kamu kan ," ujar Inge
"Tapi aku khawatir sama kamu sayang, kan kamu masih sakit ," ujar Devan membelai wajah Inge.
"Aku sudah gak apa-apa kok sayang, kamu pergi sana, aku bisa sendiri nanti, aku ingin di sini dulu biar lebih Rileks,"
"Baiklah Sayang, kalau begitu aku pakai pakaian dulu ya ," ujar Devan lalu keluar dari kamar mandi menuju kamar ganti.
Setelah Siap dengan baju kantornya Devan masuk lagi ke kamar mandi buat pamit dengan istrinya.
"Loh kak Devan kok masuk ke sini lagi sih ?" tanya Inge
"Inge sayang..sepertinya kamu harus mengubah panggilan kamu ke aku mulai sekarang ya ," ucap Devan
"Kamu harus memanggilku dengan sebutan suamiku, " ujar Devan lagi
"Baik Suamiku kenapa kamu masuk ke sini lagi ?
"Ya mau pamit sama istriku tercinta lah, masak mau mandi lagi," ujar Devan yang membuat Inge geli sendiri mendengarnya.
"Istriku.. suamimu ini pergi ke kantor dulu ya, kamu baek-baek di rumah, jangan kemana-mana loh ," ujar Devan lalu mencium kening Inge lalu berlanjut di bibir sexy inge
"Udah suamiku pergi sana, nanti malah gak jadi pergi lagi," ujar Inge sambil melepaskan ciuman Devan.
"He..he..Bye..bye istriku ..Love You.."
"Love You too suamiku , Dadah...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Like..Coment..Vote...
Makasih...🙏🙏🙏